YOUTH AND LIFESTYLE

Cara Menghitung Uji Validitas Dan Uji Reliabilitas Instrumen Skripsi Kuantitatif dengan SPSS

Cara Menghitung Uji Validitas Dan Uji Reliabilitas Instrumen Skripsi Kuantitatif dengan SPSS - bagi anda yang bingung atau masih awam untuk olah data dengan spss, kali ini admin devamelodica ( SATRIYO NUGROHO SPd ) akan membahas cara cara uji validitas rea;ibilitas, uji prasyarat dan hipotesis untuk anda yang sedang membutuhkan informasi ini, saya menjelaskan semampu saya untuk pengolahan yang kebetulan yang saya jadikan contoh adalah skripsi saya sendiri yang berjudul Hubungan Antara Fasilitas Belajar dan Komunitas Teman Sebaya Dengan Minat Melanjutkan Studi Perguruan Tinggi Pada Siswa Kelas XII  SMK Muhammadiyah 3 Kulon Progo Tahun Ajaran 2011/2012 dan terbatas di penelitian kuantitatif.

Cara Menghitung Uji Validitas Dan Uji Reliabilitas Instrumen Skripsi Kuantitatif dengan SPSS

setelah anda membuat isntrumen berupa angket dengan skala likert ( bagi yang membuat skripsi model seperti ini pasti udah paham ya ) terlebih dahulu data angket anda setelah dilakukan penelitian harus di uji validitas dan reliabilitasnya terlebih dahulu sebelum anda melakukan uji prasyarat. uji ini harus dilakukan untuk menguji apakah angket kita memamng valid/reliabel sebelum diujikan ke sampel asli.

Untuk skripsi saya menggunakan populasi 155, dan saya ambil sampel 101 orang berdasarkan monogram harry king. Oleh sebab itu sebelum angket instrumen saya ujikan ke 101 sampel itu, terlebih dahulu dilakukan uji validitas dengan mengambil sampel 30 , dan diujikan ke populasi yang sekelas/ mirip dengan yang akan kita ujikan nantinya. fungsinya untuk mengetahui seberapa besar kevalidan angket itu, dan berapa butir yang nantinya akan gugur/ dihilangkan berdasarkan hasil uji validitas dengan SPSS.

A. UJI VALIDITAS

Validitas instrumen berhubungan dengan kesesuaian dan ketepatan fungsi alat ukur yang digunakannya. Maka dari itu sebelum instrument tersebut digunakan di lapangan perlu adanya pengujian validitas terhadap  instrument tersebut.Uji Validitas adalah prosedur untuk memastikan apakah kuesioner yang akan dipakai untuk mengukur variabel penelitian valid atau tidak. Kuesioner dikatakan valid apabila dapat mempresentasikan atau mengukur apa yang hendak diukur (variabel penelitian). Dengan kata lain validitas adalah ukuran yang menunjukkan kevalidan dari suatu instrumen yang telah ditetapkan.

Kuesioner yang valid harus mempunyai validitas internal dan eksternal.validitas internal atau rasional, bila kriteria yang ada dalam kuesioner secara rasional (teoritis) telah mencerminkan apa yang diukur, sedangkan validitas eksternal bila kriteria didalam kuesioner disusun berdasarkan fakta-fakta emperis yang telah ada (eksternal).

Validitas internal kuesioner harus memenuhi construct validity (validitas kontruks) dan content validity (validitasisi). Validitas konstruks adalah kerangka dari suatu konsep.Untuk mencari kerangka konsep dapat ditempuh dengan:

  1. Mencari definisi konsep yang dikemukakan oleh para ahli yang tertulis dalam literatur
  2. Jika dalam literatur tidak didapatkan definisi konsep yang ingin diukur, peneliti harus mendifinisikan sendiri konsep tersebut (dengan bantuan para ahli)
  3. Menanyakan definisi konsep yang akan diukur kepada calon responden atau orang yang mempunyai karakteristik yang sama dengan responden.

Untuk menguji validitas konstruk, maka dapat digunakan pendapat dari para ahli (judment experts).Untuk itu kuesioner yang telah dibuat berdasarkan teori tertentu, dikonsultansikan kepada ahlinya untuk mendapatkan tanggapan atas kuesioner yang telah kita buat, saran para ahli dapat tanpa perbaikan, dengan perbaikan atau dirombak total.

Validitas isi kuesioner ditentukan oleh sejauhmana isi kuesioner tersebut mewakili semua aspek yang dianggap sebagai aspek kerangka konsep. Misal konsep yang mau diteliti terdiri dari tiga aspek, maka kuesioner yang dibuat harus menanyakan tentang ketiga aspek tersebut, jika hanya menanyakan satu aspek saja berarti kuesioner tersebut tidak memiliki validitasisi yang tinggi.

Setelah pengujian konstruk dan isi selesai, perlu diteruskan dengan Validitas eksternal adalah validitas yang diperoleh dengan cara mengkorelasikan kuesioner baru dengan tolok ukur eksternal yang sudah valid, misal skala pengukur motivasi untuk berprestasi yang diciptakan oleh Mehrabian (1973) yang sudah teruji kevalidanya. Validitas eksternal ini dilakukan dengan ujicoba kuesioner tersebut pada populasi yang mempunyai kriteria serupa disarankan sebanyak 30 responden (mendekati kurva normal), setelah data ditabulasi maka pengujian validitas konstruk dilakukan dengan analisis faktor, yaitu mengkorelasikan antar skor item kuesioner.

Jika kita mau menciptakan kuesioner baru, maka hasil pengukurannya harus dikorelasikan dengan kuesioner yang sudah valid dengan menggunakan uji korelasi, bila korelasinya tinggi dan signifikan berarti kuesioner yang baru memiliki validitas yang memadai. Setelah validitas konstruk terpenuhi maka dilakukan validitas eksternal dengan menggunakan bantuan SPSS.

CARA MENGHITUNG UJI VALIDITAS

terlebih dahulu data 30 sampel tadi di tabulasi ke microsoft excell. sebagai contoh saya akan menguji validitas Y. dalam hal ini Y adalah variabel terikat minat melanjutkan studi perguruan tinggi.

Cara Menghitung Uji Validitas Dan Uji Realibilitas Instrumen Skripsi Kuantitatif dengan SPSS

data yang sudah di tabulasikan ke excell tersebut di copy semua baik dari data dan jumlahnya ke dalam SPSS, pada contoh di atas angket untuk minat ada 23 nomer, dan 30 responden sebagai sampel ,tentunya anda harus menginstal dulu program spss. contoh pada gambar di atas yang saya watermark www.devamelodica.com di copy ke dalam spss. hasil di spss seperti berikut :

Cara Menghitung Uji Validitas Dan Uji Realibilitas Instrumen Skripsi Kuantitatif dengan SPSS 2

Lalu, ikuti langkah berikut :

1. klik analize —–> corelate ————-> bivariate, ( masukkan semua seperti pada gambar berikut )

uji validitas

Lalu muncul seperti ini

uji validitas 2

Nah masukkan semua variabel yang ada dikotak kiri ke kanan, maka akan seperti gambar di atas lalu klik OK.

hasilnya adalah tabel angka2 uji validitas, nah lalu bagaimana kita membacanya?

Untuk uji validitas yang saya gunakan dengan menggunakan uji factor/ R kritis sesuai dengan teori di buku Sugiyono, tentunya para pembuat skripsi tidak asing dengan buku yang satu ini. SYARAT YANG DI GUNAKAN ADALAH PEARSON CORRELATION LEBIH BESAR DARI R KRITIS 0,3, JIKA KURANG DARI 0,3 MAKA POIN ISNTRUMEN YANG R CORRELATIONNYA KURANG DARI 0,3 KITA ANGGAP GUGUR/ TIDAK DIPAKAI. lalu pada bagian Output spss setelah di klik OK adalah bagian bawah sendiri yang kita bandingkan seperti pada tabel output spss sebagai berikut.

uji validitas 4

nah nilai pada kotak orange di atas adalah hasil yang akan kita bandingkan dengan 0,3 . dari kiri ke kanan sebanyak 23 item maka kita jadikan tabel sebagai berikut :

Tabel rangkuman hasil uji validitas variabel Minat melanjutkan studi

No. Soal r Hitung Syarat Keterangan
1 0.714 > 0.300 Item soal valid
2 0.419 > 0.300 Item soal valid
3 0.690 > 0.300 Item soal valid
4 0.534 > 0.300 Item soal valid
5 0684 > 0.300 Item soal valid
6 0.698 > 0.300 Item soal valid
7 0.486 > 0.300 Item soal valid
8 0.670 > 0.300 Item soal valid
9 0.047 < 0.300 Item soal tidak valid
10 0.147 < 0.300 Item soal tidak valid
11 0.760 > 0.300 Item soal valid
12 0.724 > 0.300 Item soal valid
13 0.637 > 0.300 Item soal valid
14 0.729 > 0.300 Item soal valid
15 0.419 > 0.300 Item soal valid
16 0.725 > 0.300 Item soal valid
17 0.625 > 0.300 Item soal valid
18 0.410 > 0.300 Item soal valid
19 0.668 > 0.300 Item soal valid
20 0.488 > 0.300 Item soal valid
21 0.529 > 0.300 Item soal valid
22 0.744 > 0.300 Item soal valid
23 0.416 > 0.300 Item soal valid
24 1,000 > 0.300 Item soal valid

Cara Menghitung Uji Validitas Dan Uji Reliabilitas Instrumen Skripsi Kuantitatif dengan SPSS

maka pada instrumen nomer 9 dan 10 kita nyatakan sebagai item yang tidak valid/gugur. karena nilainya kurang dari 0,3. Artinya angket yang akan kita gunakan untuk meneliti sampel asli sebesar 101 adalah menjadi 21 item dari item pra uji validitas sebanyak 23 item, item nomer 9 dan 10 kita buang / gugur karena item itu tidak valid.

Hal serupa dilakukan untuk variabel yang lain dengan cara yang sama untuk menentukan kevalidan item instrumen tersebut. Setelah semua item dilakukan uji Validitas maka kita lanjut ke Uji realibilitas.

B. UJI REliaBILITAS

Reliabilitas menyangkut masalah ketepatan alat ukur. Ketepatan ini dapat dinilai dengan analisa statistik untuk mengetahui kesalahan ukur. Reliabilitas lebih mudah dimengerti dengan memperhatikan aspek pemantapan, ketepatan, dan homogenitas. Suatu instrumen dianggap reliabel apabila instrumen tersebut dapat dipercaya sebagai alat ukur data penelitian.

Penelitian ini uji reliabilitas dilakukan dengan rumus Croanbach’s Alpha. Adapun Croanbach’s Alpha adalah sebagai berikut:

rumus

(Purwanto, 2002:193)

Keterangan:

ri= Reliabilitas instrumen

n     = jumlah butir pertanyaan

si2 = varians butir

st2 = varians total

Kriteria dari nilai Croanbach’s Alpha adalah apabila didapatkan nilai Croanbach’s Alpha kurang dari 0,600 berarti buruk, sekitar 0,700 diterima dan lebih dari atau sama dengan 0,800 adalah baik.

CARA MENGHITUNGNYA adalah :

1. buka spss,,,lalu copy data tabulasi dari excell ( yang gugur dan jumlah total tidak usah di masukkan ) lalu pastekan pada spss seperti langkah pada uji validitas, lalu ikuti langkah ini Scale ————> realibilitas analist

uji realibilitas

nah item 9 dan 10 pada uji validitas sudah gugur, dan item 24 adalah item jumlah tidak usah dimasukkan, lalu klik OK. maka akan muncu output hasil spssnya sebagai berikut :

uji realibilitas 2

Nah lalu yang mana yang akan kita hitung? yaitu pada bagian Cronbachs Alpha .915 artinya 0,915, Untuk variabel lain juga dilakukan hal yang sama, maka bisa dijadikan tabel sebagai berikut :

apabila didapatkan nilai Croanbach’s Alpha kurang dari 0,600 berarti buruk, sekitar 0,700 diterima dan lebih dari atau sama dengan 0,800 adalah baik.

hasil Uji Realibilitas Hubungan Antara Fasilitas Belajar dan Komunitas Teman Sebaya Dengan Minat Melanjutkan Studi Perguruan Tinggi Pada Siswa Kelas XII  SMK Muhammadiyah 3 Kulon Progo Tahun Ajaran 2011/2012

No. Variabel Hasil Uji Keterangan
1. Fasilitas Belajar (X2) 0.941 Baik / reliable
2. Komunitas Teman Sebaya (X3) 0.798 Diterima / reliable
3. Minat Melanjutkan Studi (Y) 0.915 Baik / reliable

 

Nilai tersebut kemudian dikonsultasikan berdasarkan tingkat keterhandalan, sehingga didapat tingkat keterhandalan untuk instrumen variabel tingkat pendpatan orang tua dan komunitas teman sebaya dalam kategori diterima yaitu kurang dari 0.800, variabel fasilitas fasilitas belajar dan minat melanjutkan studi dalam kategori baik yaitu lebih besar dari 0.800.

Setelah dilakukan uji tersebut, maka angket isntrumen yang sudah valid bisa kita lanjutkan ke proses pengambilan data ke SAMPEL ASLI 101 responden ( sampel skripsi saya ) lalu kita lakukan tabulasi lagi ke MS excell untuk selanjutnya kita uji prasyarat yang akan saya terangkan setelah ini. uji prasyarat yang pertama adalah UJI NORMALITAS

Profil Penulis :

R-SATRIYO-NUGROHO-Spd

R SATRIYO NUGROHO, SPd

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS TEKNIK

Cara Menghitung Uji Validitas Dan Uji Reliabilitas Instrumen Skripsi Kuantitatif dengan SPSS

468 ad

62 comments

  1. aku bisa tanya2 ttng spps gak kk? bingung nih?

    • devamelodica /

      silahkan,,,,baiknya nanya disini saja biar menjadi bahan diskusi,karena saya juga terbatas menguasai spss untuk penelitian kuantitatif saja mbak

  2. silahkan,,,,baiknya nanya disini saja biar menjadi bahan diskusi,karena saya juga terbatas menguasai spss untuk penelitian kuantitatif saja mbak

  3. baiklah,,,,,,,,,,, pengaruh kesejahteraan pegawai dan lingkgan kerja terhadap motivasi tenaga kerja di rs x berarti ada 2 variable x dan 1 variable y,,,,, uji validitas bisa dilakukan dengan uji kostruk dll seperti yag sudah saya jelaskan di postinga di atas,, moho di pahami lgintinya di uji oleh pakaar/ahli,,,, itu namanya expert judgsment,, setelah itu kamu uji dengan indikator2 yang ada di kisi2 instrumennya……lalu dihiung dengan uji spss di atas untuk menentukan item mana yang akan gugur,,,,,,,,,,,,,, untuk uji reliabel jelas ketiga variable itu diuji reliabilitasnya , karena angket itu atau instrumen itu nantinya pasti akan diuji di tempat2 yang berbeda, maka harus diuji dl reliabilitasnya,, untuk pengujiannya bisa memahami postingan yang sudah saya posting mbak, silahkan kalau blm jelas yag mana bs ditanyakan kembali.

  4. Endy Hikariy baiklah,,,,,,,,,,, pengaruh kesejahteraan pegawai dan lingkgan kerja terhadap motivasi tenaga kerja di rs x berarti ada 2 variable x dan 1 variable y,,,,, uji validitas bisa dilakukan dengan uji kostruk dll seperti yag sudah saya jelaskan di postinga di atas,, moho di pahami lgintinya di uji oleh pakaar/ahli,,,, itu namanya expert judgsment,, setelah itu kamu uji dengan indikator2 yang ada di kisi2 instrumennya……lalu dihiung dengan uji spss di atas untuk menentukan item mana yang akan gugur,,,,,,,,,,,,,, untuk uji reliabel jelas ketiga variable itu diuji reliabilitasnya , karena angket itu atau instrumen itu nantinya pasti akan diuji di tempat2 yang berbeda, maka harus diuji dl reliabilitasnya,, untuk pengujiannya bisa memahami postingan yang sudah saya posting mbak, silahkan kalau blm jelas yag mana bs ditanyakan kembali.

  5. Endy Hikariy kalau saya menggunakan ini ujinya mbak,,,jadi menentukan itu reliable atau ga dengan membandingkan nilai apabila didapatkan nilai Croanbach’s Alpha kurang dari 0,600 berarti buruk, sekitar 0,700 diterima dan lebih dari atau sama dengan 0,800 adalah baik.jadi intinya jika kurang dari 0.6 maka variable itu tidak reliable

    • kalo penelitian mengenai kegiatan pembinaan terhadap peningkatan pengetahuan menggunakan uji validitas dan reliabilitas jg ? sama perhitungannya seperti yang di jelaskan diatas g ?

      • devamelodica /

        metodenya apa mas? kalau saya menguasainya jika metodenya menggunakan angket kuisioner,biasanya skala likert,,kalau penelitian saya skala likertnya ada 4,yaitu sangat baik,baik,kurang,buruk,,,ibarate seperti itu,,,maka tetap jika dengan angket quisioner metode pengambilan datanya tetap itu harus diuji validasinya dll,,,,,

  6. thanks,,, Alhamduliiah ada pencerahan nie.

  7. ya itu penyakit mahasiswa jaman sekarang ,,,,, hobynya manipulasi data,,,bisa saja dan kemungkinan dosen tidak tahu, namun dengan anda mengitak atik sendiri berarti instrumen yang anda pakai sebenarnya sudah tidak valid,,jadi jika memang dasar teori sampai pembuatan instrumen itu sesuai dengan ketentuan,,,maka hasilnyapun akan jelas valid tanpa memanipulasi,,,,ya seperti itu maksudnya,jadi uji uji dengan angka2 spss itu sbnarnya menguji dari faktor kevalidan sampai berapa persen terdapat korelasi pada uji hipotesis yang merupakan uji final,,,jadi sebenarnya spss itu dibuat untuk menghitung data yang notabene pembuatan datanya pun harus benar sesuai dengan tata cara yang ada,,makasih :)

  8. terima kasih yaa ilmunya :)

  9. Makasih buat informasinya.:)
    Tuhan Berkati.

  10. ali setiyono /

    Thnks atas share ya ,,,,,pak ,,,,,yogya bravo ,,,aku cah yogya guugkidul

  11. bagus banget bos tulisannya, boleh tau literatur aslinya ga?…terutama untuk paragraf “A. UJI VALIDITAS

    Validitas instrumen berhubungan dengan kesesuaian dan ketepatan fungsi alat ukur yang digunakannya. Maka dari itu sebelum instrument tersebut digunakan di lapangan perlu adanya pengujian validitas terhadap instrument tersebut.Uji Validitas adalah….dst…” untuk literatur penelitianku mas…matur nuwun…

  12. ma’af saya masih agak bingung, bgni saya mw tanya tentang uji validitas, kemaren saya baru saja uji proposal. trus kuesioner saya di suruh uji validitas, nah, kbtulan kmaren saya sudah membagikan kuesioner saya kpd 12 responden, kini tinggal uji validitas, yg saya txkan, bagaimana cara menguji koesioner saya, itu dad 20 soal. trimaksiih

    • uji kuisioner bisa dilakukan dengan cara uji construk yaitu konstruk, maka dapat digunakan pendapat dari para ahli (judment experts).Untuk itu kuesioner yang telah dibuat berdasarkan teori tertentu, dikonsultansikan kepada ahlinya untuk mendapatkan tanggapan atas kuesioner yang telah kita buat, saran para ahli dapat tanpa perbaikan, dengan perbaikan atau dirombak total.nah untuk uji eksternalnya bisa menggunakan spss sesuai dengan apa yang udah saya tutorkan di atas,silahkan dipahami saja ,, kalau untuk mbaknya ada 12 responden dan 20 soal berarti tinggal mengganti datanya saja,konsepnya sama dengan tutor dari skripsi saya di atas

  13. mau tanya tulisan di atas bagus, kira2 ada di buku atau sumbernya apa ya.. saya pgn belajar lbh jauh dan supaya bisa dijadikan tinjauan pustaka, Makasih ^^

  14. oh iya tanya lagi misal dari uji veliaditas dan reliabilitas dengan scale-reliability- didapatkan ada 3 item yang tdk valid dari 13 item jadi harus dibuang, dengan alpha cronbach 0, 754. Nah nilai alpha cronbach yang dipakai apakah dari yang 13 itu atau kita masukkan spss lagi 10 pertanyaan yg valid tersebut jadi menghasilkan nilai alpha cronbach yang baru…?

    Lalu jika Squared Multiple Correlation nya kosong apa maknanya ya??? terima kasih banyak…

    • sesuai dengan apa yan udah saya bahas yaitu untuk uji realiabilitas yaiyu buka spss,,,lalu copy data tabulasi dari excell ( yang gugur dan jumlah total tidak usah di masukkan ) lalu pastekan pada spss seperti langkah pada uji validitas, lalu ikuti langkah ini Scale ————> realibilitas analist
      jadi YANG GUGUR TDAK USAH DIMASUKKAN ke dalam spss, jadi setalah uji validitas maka yang dimasukkan ke uji realibilitas adalah item yang valid yaitu 10 yang valid itu tadi,jadi 10 ya alfa cronch nya dari 10 yang valid itu,,,,,,,, untuk Squared Multiple Correlation nya kosong kalau boleh tahu pada bagian mana ya?

      • yang kosong pada semua butir pertanyaan.. (13) jadi kolom di sebelah Corrected Item-Total Correlation nya kosong…
        kira2 kenapa ya..

        kalau mis uji reliabilitas Cronbach’s Alpha nya sama angkanya dengan Cronbach’s Alpha Based on Standardized Items itu tetap valid kan ya? kenapa bs begitu hehehehe
        terima kasih banyak ~

        • oh itu,kalau itu nilainya nol ga masalah,kalau nol berarti < 0,3 artinya tidak valid,,,,tapi kalau kosong berarti mgkin ada kesalahan langkah dalam spss atau dalam input datanya mbak, untuk uji realibilitas saya hanya membaca Cronbach’s Alpha saja mbak,, jadi walaupun sama yang jelas Cronbach’s Alpha nilainya pasti dapat mewakili apakah itu reliabel atau ga berdasarkan ketetapan2 yang udah saya jelaskan,,trims

  15. 4 hari cari referensi cara hitung validitas & reliabitas gak dpt, akhirnya dpt disini. mksh byk mas, artikelnya/tutorialnya sangat membantu..

    • sama sama mas, saya just share apa yang aku bisa semaksimal mungkin,,,mungkin masih banyak yang lebih bisa dari saya, namun mungkin mereka ga punya blog hehe

  16. Assalamualaikum mas, mau tanya ..
    yang VAR00024 itu apa angkanya diperoleh dari VAR0001 dijumlah sampai VAR00023 ?
    terima kasih

    • wangalaikum salam ,,, ia benar sekali var00024 itu adalah setingan spss yaitu jumlah variabel,dalam hal ini var00024 adalah jumlah dari VAR0001 dijumlah sampai VAR0002,untuk uji realibilitas sesuai dengan keterangan buka spss,,,lalu copy data tabulasi dari excell ( yang gugur dan jumlah total tidak usah di masukkan ) jadi itu var0024 adalah jumlah total,untuk menghitung uji realibilitas untuk jumlah total dan var yang gugur tidak usah dimasukkan dalam penghitungan ,trima kasih

  17. halo mas…
    mo tanya .. kalau misalnya kita lakukan pre uji validitas 30 sample.. trus yang valid 15 , maka yang 15 nya boleh ga kita ga pakai,? trus lanjut ke uji validitas yg sebenarnya..?
    mohon pencerahannya gan..

    • bolhe saja mbak,,asal tidak ada indikator dari kisi kisi yang hilang,misal gini dari kisi kisi sudah ditentukan indikator minat misal untuk angket nomer 1, 5, 8, dan 10 ,, nah misal ke 4 butir itu ikut kena gugur maka angket dinyatakan rusak dan harus buat ulang,,namun jika masih ada sisa butir yang ga gugur,maka angket eksperimen tetap bisa diteruskan,,, namun lebih baik dikonsultasikan ke dosen pembimbing dulu aja jika yang gugur butirnya terlalu banyak,,bisa jadi ada kesalahan di butir atau saat ambil data mungkin siswanya ngawur saat mngisi angket,, bisa aja faktor2 itu terjadi dalam pengambilan data

  18. thx buat replay nya mas..
    sebetulnya uji pre validitas ini sudah dilakukan 2x terhadap 30 sample, karena benar menurut mas… saya pikir juga mgkn orang yg isi angket itu asal2an.. maka itu saya test lagi yang ke2 kali… tetapi hasilnya sama yang ga valid 15. saya sudah tanya ke dosen pembimbing.. ktnya boleh dibuang.. , nah kalo dibuang gitu.. brarti ada teori2 di skripsi bab sebelumnya yang mesti saya ubah kan… repot lagi mas.. kalo memang bisa dibuang, ada ga referensi buku yang menyatakan bwh pertanyaan yang ga valid bisa dibuang..?
    kalau yang dengan kasus saya ini bgmana menurut mas …?

    • betul sekali,, kalau kita mengacu ke penyusunan skripsi, otomatis kisi kisi itu mewakili teori di bab2, dan teori di bab 2 mewakili judul, jadi kalau anda merubah kisi kisi otomatis anda juga harus merombak teorinya dong,,ga mungkin kan di kisi kisi anda misal pada variabel tertentu di buang, namun di teori bab 2 ada, kan namanya ga mengacu ke teknik penulisan karya ilmiah,, jadi memang begitu mbak,, secara harviah, jika menyusun skripsi itu sempurna dari bab 1 bab 2 bab 3 dst, dan juga target penelitian yang anda tuju itu juga benar sesuai dengan kaidah , dan juga mereka ga asal2an menjawab maka pastinya skripsi itu tekniknya benar,,, nah maka dari itu banyak sekali mahasiswa yang melakukan pengentengan data karena faktor2 tersebut,, kendalanya sbnarnya seperti itu, namun jika dirunut pada fungsi mahasiswa membuat karya ilmiah seperti ini adalah sebenarnya mengacu pada pembelajaran,tidak dituntuk pada kesempurnaan 100 persen, yang penting anda tahu teknik pembuatannya,,kira kira begitu :) jadi turuti saja apa kata dosen pembimbing anda, jika ada yang perlu di diskusikan silahkan bertanya kembali,selama saya bisa menjawab pasti akan dibantu :)

  19. maaf pak mau tanya,,untuk uji validitas instrumen yg menggunakan expert judgment pa harus sampelnya 30?,,

    • banyak acuan sebenarnya mbak,,, untuk sampel murni yang saya gunakan dalam skripsi saya adalah 100 sampel lebih,, jadi saya patokannya buku sugiyono tentang penelitian , rata rata juga dari teman teman saya mengambil sampel 30 untuk pre validitas, kalau anda menggunakan sample populasi,artinya semua populasi dijadikan sampel sepertinya uji pre validitasnya menggunakan jumlah populasi anda,biasanya yang populasinya sedikit kalau untuk itu,, namun secara standard dan banyak yang memakai untuk sampel banyak digunakan 30 itu,,degan catatan 30 uji pre validitas itu diujikan kepada sampel yang sejenis,,misal anda ingin meneliti minat kelas 12 X… maka anda untuk uji prenya diujikan ke yang sejenis,misal kelas 12 Y, atau kelas 12 Z, yang penting bukan pada person sampel inti,,trima kasih

  20. wike /

    Selamat siang,

    Saya sedang melakukan survey atas persepsi advantages, disadvantages, dan format penyajian atas suatu teknologi informasi. atas tiap persepsi saya menggunakan beberapa pernyataan skala likert 5 level (setuju-tdk setuju & sangat penting-tdk penting). tujuan penelitian saya deskriptif explanatory.

    Dalam kuesioner saya jg ingin mencari tahu persepsi 4 kategori user mengenai seberapa penting beberapa sumber informasi keuangan. contoh:
    1. hard copy annual report (skala likert 5: sangat tdk penting s/d sangat penting)
    2. specialist advice s(kala likert 5: sangat tdk penting s/d sangat penting)

    Dan juga ingin mencari tahu persepsi mengenai kualitas informasi. contoh
    1. dapat diandalkan (skala likert 5: tidak setuju s/d sangat setuju)
    2. relevan (skala likert 5: tidak setuju s/d sangat setuju)Dalam hal ini

    perlu tidak ya untuk melakukan uji reliabilitas dan validitas? jika perlu, uji validitas apa yg harus saya gunakan?

    Terimakasih..

    • deva /

      semua yang berhubungan dengan angket kuesioner yang menggunakan skala likt tentunya kuisisoner itu haruslah valid,, artinya kita buat angket kan mengacu ke teori dari bab 1 sampai 2,,lalu disusun sebuah angket yang juga di validasi dari pakar ahli juga,,jadi sepertinya model likert seperti itu validasinya bisa sama dengan apa yang telah saya tutorialkan disini,, dan jika anda bertanya tntang menjurus ke arah pemdalaman uji,maka maaf saya hanya menutorkan tentang perhitungan di spssnya berdasarkan pengalaman saya membuat skripsi pendidikan,,jadi artikel saya ini hanya membantu dan tidak sepenuhnya saya ahli di bidang penelitian sampai ke arah statistik yang sangat mendalam,,, trims :)

      • wike /

        baik kalau begitu, terima kasih banyak atas jawabannya yaa.. :)

  21. mas mau tanya saya udah coba uji validitas yang metode ini tetep ga valid,, ada metode lain ga?? mohon pencerahannya ya mas, trmkasih

    • deva /

      saya tahunya hanya metode ini mbak,saya bukan ahli statsitik namun tutorial saya hanya mengacu ke pengalaman saya menyusun skripsi, metosde ini sebenarnya sudah tepat mbak, mungkin anda tidak valid karena mungkin kisi kisi yang menyangkut angket anda kurang benar, bisa juga dsebabkan karena faktor responden angket yang kadang menjawabnya ngawur,,

  22. mas, mau tanya, klo di hasil uji reliabilitas di r hitung nya tidak ada hasil dengan keterangan cannot be computed because at least one of the variables is contsant, itu jadi bagaimana ya? apakah valid atau tidak?
    trims………

  23. thanks,,, bro akhirx aqu dapet juga pa yang di cri. Tuhan memberkati kamu ya.

    • deva /

      sama sama,,trims semoga kita saling bisa membantu satu sama lain

  24. tanya… kenapa yg reliabilitas harus diatas anka 0,6? angka itu dapet darimana?

  25. deidapat dari teori di buku sugiyono,, saya hanya mengacu buku,tentang hitungan statistik aslinya mohon cari referensi saja ke ahli statistik mbak,, saya hanya menjalankan spss dan data melalui dasar teori dari buku yang sudah ada

  26. mas, mmg uji coba instrumen itu respondennya harus 30 ya?
    kurang dr itu boleh tidak?

  27. itu menurut teori di buku mbak,,anda bis lihat teorinya di bab 3 atau lihat daftar pustakanya saja di skripsi saya,,kebetulan sampleku 110an jd pake yang 30 udah cukup mewakili untuk uji validasi

  28. bg,, klw menghitung uji validitas, gag ikut total item ny ya?

  29. kan udah saya kasih tutorialnya bro “data yang sudah di tabulasikan ke excell tersebut di copy semua baik dari data dan jumlahnya ke dalam SPSS, pada contoh di atas angket untuk minat ada 23 nomer, dan 30 responden sebagai sampel,,bla bla dst :)

  30. aku bisa tanya2 ttng spps gak kk? bingung nih?

  31. aku bisa tanya2 ttng spps gak kk? bingung nih?

  32. aku bisa tanya2 ttng spps gak kk? bingung nih?

  33. buahahhahaa mumettttt

  34. trimakasih, ya ini yg kami butuhkan,,,hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>