DEVAMELODICA [DOT] COM

tongkrongannya remaja gaul

Random Post
Cara Move On Terbaik Setelah Galau Patah Hati

Cara Move On Terbaik Setelah Galau Patah Hati

Cara Move On Terbaik Setelah Galau Patah Hati – Cinta memang sesuatu perasaan yang sangat indah. Setiap manusia berhak mencintai dan dicintai karena memang inilah […]

Selengkapnya »

CERPEN KEHILANGAN CINTA UNTUK CINTA PART 10

CERPEN KEHILANGAN CINTA UNTUK CINTA PART 10 adalah sambungan dari CERPEN KEHILANGAN CINTA UNTUK CINTA PART 9

Air mata Vino menetes,air mata kebahagiaan yang menetes di siang itu membuat Vino tak bisa berkata apa apa lagi, Divan sahabat vino pun ikut terharu melihat sahabatnya tak pernah segembira ini, dalam hati ia tersenyum melihat semua masalah Vino seakan terjawab siang itu. sepucuk surat yang sudah 4 bulan seakan menjadi tulisan misteri,kini justru kembali ke tangan vino,menyatu dengan surat jawaban langsung dari viola. Dalam surat tertera bahwa Viola mengajak vino untuk bertemu di bukit yang  4 bulan silam menjadi saksi indahnya persahabatan mereka, yang seiring waktu, keindahan telah mengubah 2 hati yang bersahabat menjadi 2 hati yang terbuai oleh nyanyian cinta dan asmara. tanpa berbasa basi lagi,vino membatalkan semua acara khusus sore itu, ia juga tak akan menyia nyiakan kesempatan itu, Vino seakan tak percaya dengan segala kesalahpahaman dan segala asa yang terputus selama 4 bulan lalu, akhirnya di siang itu terjawab sudah segala misteri yang menghantui vino selama ini.

Vino semakin merindukan sosok viola, sosok yang sudah lama tak dilihatnya, sosok yang telah membawa batin vino seakan terpenjara dalam kegalauan yang teramat dalam, akhirnya terjawab siang itu juga. Vino bagaikan telah memeluk hati viola walaupun hanya membaca tarian alunan perkataan yang terlukis dalam sebuah surat, rasanya sudah tak sabar lagi vino ingin segera menemui viola dan membuktikan bahwa Vino juga menunggunya , menunggu semua misteri ini tersibak.

“aku udah tahu semua cerita kamu vin, kenapa kamu ga cerita ke aku dari dulu? begitu kuat dirimu vin, memendam perasaan berbulan bulan seperti ini, so,,,, kamu tar mau nemuin viola butuh temen apa sendiri?”tiba tiba divan menyahut di sela sela kebahagiaan vino.

” aku sendiri aja van, udah ga sabar banget aku pengen liat viola : ) aku kangen berat van ” jawab vino sangat girang.

 

—————————————————————————————————————————————————-

Hari semakin sore, Viola semakin gundah gulana, mengingat ia hanya punya waktu 3 hari di jogja, dan besok ia harus kembali ke Bandung bersama nadhin. Ririn yang sudah pulang 30 menit yang lalu pun sebenarnya sudah meyakinkan viola bahwasanya suratnya pasti sudah terbaca oeh Vino siang ini, namun entah mengapa Viola masih merasa gugup. dalam hati ia sangat bahagia, setidaknya tulisan viola yang ia tuangkan melalui suratnya sudah terbaca oleh pujaan hatinya selama ini, namun masih menyisakan 1 jawaban yang belum juga terjawab. Viola masih merasa jauh dari kelegaan hati, ia sangat mencintai Vino. Kerinduan yang selama ini menancap keras di hati, seakan terobati beberapa saat lagi di sebuah tempat yang dulu pernah menjadi tempat mengisi waktu saat Vino dan Viola bertemu untuk pertama kalinya di jogja. namun Viola tak pernah tahu, Vino akan datang menemui viola bersama kekasihnya, ataukah datang sendiri bersama cinta yang terjawab dalam surat itu.

Viola masih menata hatinya. dan megumpulkan sedikit puing puing semangat, jika nantinya ternyata vino datang bersama kekasihnya, seperti yang dijanjikan viola dalam suratnya. Viola yakin vino tak akan pernah berbohong, Viola yakin bahwa Vino adalah pria yang bertanggung jawab,sekalipun itu menyakitkan. dan Viola pun telah menyisakan sebagian ruang hatinya, untuk merelakan Vino jika nantinya Vino ternyata sudah mempunyai tambatan hati selama 4 bulan ini.

“aku harus bisa tegar apapun yang terjadi, aku sayang Vino, apapun yang membuat vino bahagia, aku pasti akan ikut bahagia, walaupun aku yang akan sakit sendiri, setidaknya aku sudah berada di pintu jawaban yang selama ini mengunci diriku sendiri” dalam hati viola terhanyut dalam lamunannya.

Sore sudah semakin menutupi kota Jogja. semilir angin seakan menyentuh pori pori kulit putih viola yang begitu bersih dan cantik. cahaya matahari yang kian membenam di ufuk barat seakan cahaya mata viola yang begitu indah, menanti cinta yang selama ini terkurung awan gelap sebuah asa. seakan burung burung yang berterbangan di atas langit, memberi sejuta semangat kepada gadis cantik nan anggun ini, secantik dress yang sangat bagus yang dikenakan viola, lengkap dengan corak pink, warna kesukaan viola. Rambut viola yang lurus sebahu berponi samping pun dirapikannya, tampak indah dengan hiasan sinar matanya, mata yang  seakan ikut tersenyum dalam sinar keceriannya. Viola adalah gadis yang ceria, tampak dari ciri khas senyumnya dan binar mata yang begitu indah, dihiasi lesung pipit di pipinya membuat Viola merasa sempurna sore itu. anggun gemulai cara berjalan viola, berhiaskan bentuk kaki yang tinggi dan indah membuat tubuh viola seakan sempurna.

“cantik sekali kamu neng? busyett” tiba tiba ririn menyeletuk masuk ke kamar viola bersama nadhin.

Nadhin pun hanya tersenyum, diam diam nadhin sudah mengetahui segala kisah tentang sahabatnya itu. beberapa menit yang lalu ririn telah bercerita banyak tentang kisah cinta viola. nadhin pun hanya tersenyum terharu melihat betapa sahabatnya begitu besar menyimpan perasaan cinta, hingga ia mau berkorban sejauh ini.

” aku doakan petang nanti loe bisa nemuin cinta sejatimu vi, gue di sini aja, biar loe sama ririn aja nemuin si pangeran kamu : ) ” nadhin pun berkata kepada viola sambil tersenyum.

Viola hanya bisa mengangguk, tak ada lagi yang viola pikirkan melainkan kegundahannya akan Vino, akan pujaan hati yang selama ini menghilang, dan ia tak tahu lagi keadaan vino sekarang, terlebih lebih tentang status hubungan Vino , apakah masih single dan tetap menanti viola, ataukah sudah bertambat ke hati yang lain sehingga selama ini menghilang tanpa bekas dalam ruangan hati viola yang penuh cinta.

—————————————————————**——————————————————————————

Petang pun tiba, saatnya ririn bersiap siap menemani Viola menuju tempat yang selama ini dijanjikan Viola melalui sebuah suratnya kepda Vino. Bukit Bintang namanya, sebuah bukit yang sangat indah, yang menjadi tempat kenangan viola bersama vino kala menjalin persahabatan. dengan gaun dress yang sangat cantik, berpadu dengan kecantikan paras dan kulit viola, Viola bak seorang putri raja sore itu. Dengan menyetir mobil BMW nya itu, Viola tampak terus memperlihatkan kegembiraannya, apalagi didampingi ririn, sahabatnya yang selama ini memperkenalkan viola tentang dunia jogjakarta adn Viola pun akhirnya mempunyai banyak sahabat di jogja berkat chattingan messenger yang selama ini Viola geluti. Di sepanjang perjalana menuju bukit, dalam batin viola, ia masih sangat jelas semua tempat tempat yang pernah ia lewati bersama Vino 4 bulan yang lalu, menambah kerinduan sore itu seakan benar benar menusuk jiwa. Viola nampaknya juga sudah sangat merindukan vino, walaupun kegundahan masih saja menghantui gadis cantik ini.

“rin kira kira Vino udah punya kekasih belum ya, aku takut banget rin?” tiba tiba viola bertanya di sela sela konsentrasi menyetirnya.

” kamu siap kalau vino udah punya kekasih?” Ririn pun bertanya.

” aku mencintai Vino, aku tak peduli semua itu rin, yang aku tahu aku pasti akan bahagia jika melihat segala sesuatu yang vino raih juga bisa membahagiakannya, aku datang ke jogja, hanya untuk sebuah cinta, jikapun aku kehilangan cinta itu,s etidaknya aku udah berusaha menjemputnya, dan aku kehilangan untuk sebuah kebahagiaan” yukas Viola

ririn hanya bisa tersenyum terharu sembari mengatakan ” jika emang neng yakin, pasti Tuhan berada bersama kamu”

laju mobil pun semakin kencang, bukit sudah mulai terlihat dari kejauhan, pedal gas pun semakin keras ditekannya, tak sabar Viola ingin menikmati keindahan kota jogja dari atas bukit itu sembari menunggu Vino datang, atau malah justru Vino sudah datang terlebih dahulu di tempat itu.

Sore itu memang benar benar sore yang indah, cuaca yang begitu cerah seakan mempercantik suasana, tampak di ufuk barat semburat jingga cahaya mentari tampak begitu indah, pelan namun pasti mobil Viola beranjak menaiki bukit. jalan berkelok kelok dimanjakan suasana kanan kiri jalan yang dipenuhi tumbuhan tinggi tampak semakin memperlengkap susasana. tak selang berapa lama keduanya telah mencapai ketinggian, dilihatnya dari atas kedamaian kota seakan benar benar terlihat. LAmpu lampu kota pun tampak mulai menyala terlihat dari atas, bak ribuan kunang kunang yang berterbangan dengan lampu lampu indahnya, jika memandang ke arah berbeda, tampaklah gunung Merapi dari kejauhan yang seakan sangat gagah mengawal kota tersebut. luar biasa pemandangan sore itu, membuat viola semakin bahagia , apalagi tempat itu adalah tempat kenangan yang selama ini selalu Viola rindukan saat berada di Bandung.

Tak terasa, tibalah keduanya di sebuah tempat yang agak sepi dari keramaian, tempatnya sangat indah, di tempat itu ada sebuah batu agak besar , dan batu itulh yang menjadi tempat Vino da Viola duduk berdua kala itu,bercerita tentang kehidupan. jika memandang ke arah depan,nampaklah are yang sangat luas, seakans eluruh kota Jogja bisa dilihatnya dari atas, dan berhiaskan taburan lampu lampu dari perkotaan. kadang ditemui pula sesuatu yang nampak seperti garis dan terlihat seperti pergerakan kunang kunang menyusuri garis itu, itulah jalan jalan perkotaan yang sangat indah terlihat dari atas.

viola pun memarkirkan mobilnya di sisi bahu jalan, keduanya pun berjalan ke arah batu itu yang jaraknya hanya beberapa meter dari bahu jalan yang sepi. Dilihatnya sekeliling,tak ada tanda tanda bahwa Vino datang ke tempat itu,menandakan bahwa keduanya lebih dahulu datang sebelum vino datang ke tempat itu sesuai dengan isi surat viola kemarin.Keduanya pun menunggu kehadiran Vino ke tempat itu sembari menikmati pemandangan yang luar biasa sore itu.

Tak terasa sudah 45 menit mereka berada di atas bukit, Vino tak jua kunjung datang, kegelisahan semakin terasa di hati Viola.

“gimana ni rin? kok vino belum datang juga, apakah dia bener bener udah membaca suratku apa belum ya” sahut Viola kepada ririn

” Yakin kok neng,aku yakin dia udah baca, tunggu aja, aku yakin vino buka seorang yang pengecut apapun yang terjadi” Ririn meyakinkan Viola.

keduanya pun masih tetap sabar menunggu sembari menikmati pemandangan yang kian menggelap. jauh di ufuk barat terlihat pemandangan yang luar biasa, betapa jingga warna langit sore itu menandakan matahari sudah mulai masuk ke peraduannya. samar sama kadang terlihat beberapa benda yang mirip capung namun menyala berkedip kedip turun menuju sebuah tempat, itulah pesawat yang mendarat tampak terlihat dari atas bukit menambah suasana semakin menyenangkan.

Tiba tiba dari arah belakang terdengarlah raungan suara motor yang suaranya tak asing lagi bagi Viola. ternyata Vino sudah datang tepat 1 jam mereka berdua menunggunya.

Hati viola semakin gundah bercampur rasa bahagia. Sorotan lampu motor yang belum dimatikan membuat Viola tak melihat vino apakah sendiri atau bersama seseorang. hingga akhirnya lampu dipadamkan, terlihatlah sosok yang tak asing lagi bagi viola, sosok tampan seorang cowok, dengan rambut bergaya ala korea berpadu dengan kulitnya yang putih bersih. sosok Vino yang tampil gagah dengan jaket kulitnya tampak terasa mengobati kanegn Viola yang sangat dalam, walaupun samar samar kegelapan mengikis pandangan mata viola petang itu.

Sosok itu berjalan mendekat ke arah viola, Viola hanya berdiri sembari meneteskan air matanya ketika dilihatnya Vino nampak seorang diri tak membawa siapa siapa, seperti apa yang telah viola minta dalam suratnya.

JIKA KAMU MASIH SENDIRI DAN MASIH MENCINTAIKU SEPERTI 4 BULAN LALU, DATANGLAH KE BUKIT SENDIRIAN, AKU AKAN MENANTIMU DAN MENJAWAB IA, SEHINGGA SEMUA KESEDIHAN YANG PERNAH KITA ALAMI DI BAWAH, DI MASA MASA LALU AKAN BERUBAH MENJADI KEBAHAGIAAN, NAMUN JIKA SEKARANG KAMU SUDAH MEMPUNYAI TAMBATAN HATI SELAIN AKU, DATANGLAH DENGAN TAMBATAN HATIMU : ) AKU TETAP INGIN  MENIKMATI SEMUANYA WALAUPUN BAGIKU PAHIT, NAMUN SETIDAKNYA AKU AKAN GEMBIRA MELIHATMU GEMBIRA, JANGANLAH PERNAH BERBOHONG KEPADAKU, AKU TAK MAU MEMPERTARUHKAN SEMUA YANG PERNAH AKU NANTI DENGAN KEBOHONGAN, DATANGLAH DAN JAWABLAH SEMUANYA DENGAN JUJUR, JIKA MEMANG MASIH SEPERTI 4 BULAN LALU MAKA ITU AKAN MENJADI KEBERUNTUNGAN BUATKU VIN, NAMUN JIKA KM DATANG DENGAN TAMBATAN KAMU,MAKA ITU JUGA MENJADI KESEMPATANKU BISA MELIHAT KAMU BAHAGIA, KARENA AKU YAKIN SEJAK PERPISAHAN KITA JIKA KAMU MENDAPATKAN TAMBATAN, MAKA AKU YAKIN KAMU LEBIH BISA MERASAKAN CINTA DARIPADA APA YANG KAMU RASAKAN DI SURATMU 4 BULAN LALU. AKU TUNGGU : )..LOVE U VIN

 

tetesan air mata kian deras tatkala Vino datang mendekati tempat viola verdiri, dengan langkah yang pasti tanpa sepatah kata pun, vino yang berjalan dengan tangan kanan membelakangi tubuhnya , mendekati gadis yang sangat cantik ini, dan dengan tatapan yang saling menatap, Vino mengangkat tangan kanannya keluar dari belakang badannya. disodorkannya sekuntum bunga ke arah Viola, sekumpulan bunga mawar yang berjumlah 4 , terikat bersama lipatan surat yang telah di lem oleh Viola,,,dengan terharu vino pun berkata kepada Viola:

” AKu menepati janjiku seperti yang telah tertera di surat ini, surat ini ku ikat bersama 4 bunga mawar menandakan bahwa selama 4 bulan ini hatiku seakan seperti kuntum bunga mawar, hatiku mewangi tatkala aku mengingatmu dan mencintaimu, namun di sela mewanginya hatiku tersmpan duri, duri asa yang benar benar menyakitiku, karena aku ternyata tan bisa membaca pikiran seseorang, aku terlalu bodoh untuk segera pergi dari kamu vi, aku yang tak pernah tahu dan terlalu rapuh untuk sebuah perasaan, hingga aku menutup diri dari maku selama ini karena sebuah sikapku yang terlalu pengecut. namun ternyata Tuhan mempertemukan kita lagi, dan kau lihat?? aku telah memberi jawaban kepadamu, aku datang sendiri dengan sebuah cinta, aku sayang banget sama kamu vi ,aku tak bisa berkata apa apa lagi,aku terlalu gembira dan…………………..” tiba tiba ucapan vino terhenti saat bunga itu tiba tiba diambil Viola dan dirasakannya seonggok tubuh telah memeluknya erat, dengan tetesan air mata viola yang menetes pelan ke bahu Vino.

‘aku sayang banget sama kamu vin, maafkan aku selama ini, aku juga menderita selama ini untuk sebuah cinta, dan aku bahagia semua doa dan usahaku akhirnya terjawab, luv u vin, sambil berbisik ke telinga vino dan semakin mepererat pelukannya” tanpa banyak kata Vino mencium kening Viola, dilihatnya mata viola yang sayu karena air mata ang tertumpah membuat vino tak kuasa menumpahkan air matanya. bibir viola yang kecil dan sangat manis pun dikecup Vino dengan penuh perasaan cinta. kedua insan ini benar benar telah menemukan segala perasaannya, perasaan yang sangat bisa dikenang mulai awal proses bertemu hingga bersemi bulira buliran cinta yang kian hari kian menyiksa hati.

cieeeeeeeeeee selamat ya ” tiba tiba ririn memberikan ucapan selamat kepada mereka berdua . keindahan cinta dan keindahan pertemuan yag selama ini mereka rindukan seolah telah melupakan kehadiran Ririn.

sambil menyeka air mata, Viola tampak malu dan kebahagiaannya membuat ia tak sadar akan adanya Ririn di samping mereka.

” sama sama rin,makasih banget juga ya, berkat kamu aku sama Vino bisa bertemu lagi”, sambil tersenyum bercampur air mata kebahagiaan yang masih belum berhenti

” udah sini stnk sama kunci mobil kamu aku bawa neng, lebih baik kalian disini dulu berdua, aku bawa mobil kamu pulang, nanti kamu bisa ater pacarmu ini ke rumahku kan vin? ” tukas  ririn, merasa tak enak mengganggu mereka berdua yang sedan dimabuk cinta.

” bisa mbak, tenang aja” jawab vino sambil malu malu menyeka air matanya. Vino memang cowok yang sangat sensitif apalagi tentang sebuah perasaan, tak biasanya Vino menangis seperti itu, seakan kerinduan yang memuncak akhirnya bisa terbayar dengan sebuah kebahagiaan sore itu.

Mobil Viola pun pergi menjauhi tempat mereka berdua, hingga tak lagi terdengar raungan suaranya. Vino pun bergegas menarik tangan Viola ke arah batu, dan mengajaknya duduk di atas batu,

“Aku ingin kita duduk disini Vi, menikmati keindahan dari atas, kamu masih ingat dulu saat kamu curhat ke aku tentang kehidupan, dan aku jawab semua kesedihan akan nampak indah jika dilihat dari atas dan kita keluar dari kesedihan itu, kita bisa melihat betapa indahnya suasana dibawah dari atas, namun sebenarnya jika kita lihat dari bawah sana, tak mungkin kita dapat menemukan keindahan ini, jika kita tak mau berlari ke atas dan menjauh dari kesedihan, dan di petang ini didalam gelap ini, aku ingin bersama sama kamu menikmati keindahan bersama. kesedihan kesedihan dan puing puing sayap yang mungkin pernah patah dengan cerita cerita masa lalu akan kusatukan bersama kamu,hingga kita bisa terbang dan menjaga semua ini sampai akhir hayat tiba,” vino pu mengeluarkan sepucuk obeng yang sengaja ia bawa, dan mulai mengukir sesuatu di atas batu.

dengan perlahan vino mengukir sesuatu di atas batu, hanya penerangan dari cahaya bulan yang kebetulan bersinar terang petang menjelang malam itu yang menerangi vino mengukir sesuatu di atas bukit.

diukirnyalah sebuah tulisan “VINO 14 04 2008”  dan vino pun berkata kepda Viola

“jika kita disini berjanji untuk tetap saling mencintai sampai kapanpun, aku ingin kamu meneruskan kembali ukiran ini dengan tulisan VIOLA” ucap Vino sambil menyodorkan alat untuk menulis itu.

Dengan perlahan Viola mendekatkan alat itu ke batu,tiba tiba ia berhenti sejenak dan berkata”

“kamu yakin? kamu akan mencintaiku sampai kapanpun? tukas Viola

Vino hanya tersenyum dan menggit jari telunjuk kanannya hingga sedikit berdarah, dan darahnya dioleskan ke batu tempat terukirnya tulisan itu, viola pun menangis sembari menuliskan sesuatu hingga terbentuklah sebuah tulisan di atas batu yang akan terukir abadi selamanya.

“VINO 14 04 2008 VIOLA” dengan sedikit bercak darah kering di atas tulisan itu.

“mulai sekarang aku manggil kamu sayang ya,boleh?” ujar Vino sedikit bercanda.

“boleh sayang, ini hari jadian kita resmi, 14 april, dan batu ini adalah saksinya” ujar Viola sembari duduk sambil bersandar di bahu Vino menikmati keindahan kota dari atas bukit, berhiaskan cinta 2 insan yang selama ini terpenjara kerinduan dan akhirnya dipertemukan kembali dalam sebuah jawaban yang sangat indah.

” kamu tahu, seumur hidup aku baru merasakan kebahagiaan hari ini yank, aku harap ini adalah cinta terakhirku, dan aku tak ingin lagi merasakan kerapuhan seperti yang sudah sudah, dan aku yakin dengan ujian selama kita dipisahkan, dan dikaruniai cinta yang saling memendam, adalah sebuah tanda dari Tuhan bahwa memang kita harus saling mencintai , hingga aku berjuang untuk mencarimu sayang” ujar viola.

” aku juga sebenarnya tersiksa, aku memang seorang pengecut, yang tak kuat menahan sakit jika harus bertepuk sebelah tangan, makanya kenapa aku selama ini……………………’ tiba tiba jari telunjuk Viola menyentuh bibir vino untuk menghentikan ucapannya.

” kamu ga salah apa apa yank, semua sudah ada yang mengatur, dan mungkin memang jalan kita haru seperti ini terlebih dahulu untuk meraih sebuah kebahagiaan” ujar Viola menghentikan ucapan Vino.

vino pun merangkul viola sembari duduk menikmati keindahan yang semakin indah. mereka akhirnya menemukan cinta mereka dan berujung pada sebuah perasaan yang begitu sempurna, kebahagiaan mereka berawal dari sebuah ukiran batu, yang akan menjadi saksi cinta mereka berdua selamanya.

Waktu pun semakin malam, Viola harus segera kembali ke tempat Ririn, vino pun bergegas mengantar Viola pulang, malam itu mereka berdua telah mengikat ikatan suci percintaan dalam sebuah janji yang akan mereka jaga sampai kapanpun, hingga berujung ke sebuah pelaminan. tak lupa bunga dan ikatan surat mereka dibawa viola, sebagai bukti kenangan yang tak akan pernah viola hilangkan dan akan tetap viola jaga walau bunga itu akhirnya harus layu, namun keabadian perasaan yang tersimbolkan oleh bunga itu tak akan pernah pudar dimakan waktu.

Hari hari viola dan vino setelah malam itu pun terasa sangat lengkap. hingga pagi tiba dan viola harus kembali ke Bandung untuk meneruskan kegiatan kuliahnya. dan pagi itu pula viola tak lagi sendiri, vino lah yang mengantar viola dan Nadhin pulang ke Bandung. ikatan cinta suci mereka benar benar bisa membahagiakan satu sama lain, Vino tak ingin viola pulang ke Bandung sendirian, ia ingin membalas semua perjuangan viola , hari pertama mengisi hari kebahagiaan mereka adalah bersama sama pulang ke Bandung ditemani kekasih tercinta, walaupun nantinya Vino harus naik kereta untuk pulang kembali ke Jogja. Namun semuanya tak menjadi masalah, Cinta telah menutupi segala kesediahn dan memantik secercah pengorbanan yang tak saling membalas. ketulusan dan keindahan cinta yang mereka rasakan sudah cukup membuat kedua insan ini bahagia.

BERSAMBUNG…………………………………………………………………………………………………………………………………………..

terus nantikan sambungan KEHILANGAN CINTA UNTUK CINTA sampai last part,,,by devamelodica

CERPEN KEHILANGAN CINTA UNTUK CINTA PART 10

 

devamelodica | April 2nd, 2012 | 2 Comments
      Pin It








  • BACA JUGA

  • Recent Comments



  • theme by Chivaz [dot] net | Komputer | Gadget | Informasi | Game Gratis | Video