DEVAMELODICA [DOT] COM

tongkrongannya remaja gaul

Random Post
Cara Menghitung Uji Validitas Dan Uji Reliabilitas Instrumen Skripsi Kuantitatif dengan SPSS

Cara Menghitung Uji Validitas Dan Uji Reliabilitas Instrumen Skripsi Kuantitatif dengan SPSS

Cara Menghitung Uji Validitas Dan Uji Reliabilitas Instrumen Skripsi Kuantitatif dengan SPSS – bagi anda yang bingung atau masih awam untuk olah data dengan spss, kali […]

Selengkapnya »

CERPEN KEHILANGAN CINTA UNTUK CINTA PART 5

CERPEN KEHILANGAN CINTA UNTUK CINTA PART 5 adalah lanjutan dari

CERPEN KEHILANGAN CINTA UNTUK CINTA PART 4

pagi kembali datang, sejuta tetes embun menghiasi pagi saat itu di kota jogja. dan pagi itu adalah pagi terakhir Viola selama 2 minggu sudah berlibur ke jogja. rencana viola untuk kembali ke Bandung esok pagi setelah hari itu, ternyata dimajukan menjadi malam, setelah kehabisan tiket di esok hari, dan viola pun terpaksa mendapatkan tiket kereta untuk pulang ke bandung pada jam 7 malam hari itu juga. bergegas viola mengemas semua barang – barangnya, koper besar yang selama 2 minggu tak tertata baju dengan rapi, pagi itu seakan sudah penuh sesak terisi baju baju yang sudah rapi terlipat. Viola sengaja menata di kala pagi, mengingat malamnya ia harus bertolak kembali menuju kota kembang, kota tempat ia mengenyam pendidikan selama ini.

handphone Vino berdering keras, di ambilnya handphone yang masih tergeletak di ranjang tempat vino tidur, dengan wajah yang masih agak lesu , ia menatap tajam nama id pemanggil yang ada di layar handphonenya. viola, terhenyak vino langsung mengangkat telponnya yang tak lain adalah viola yang mencoba menghubungi vino pagi pagi menjelang siang.

“pagi vino?” sapa viola mengawali pembicaraan.

” pagi juga, tumben pagi pagi dah nelpon, ada apa vi? ‘ sapa vino sedikit heran.

” enggak, cuma pengen kasih kabar aja, aku barusan dari stasiun sama ririn, mesen tiket buat pulang besok,e ternyata habis, jadi terpaksa aku pulang bandung nanti malam jam 7 vin” sapa viola mengabari.

” wah kok mendadak gitu, ya dah tar biar vino anter aja ke stasiun gimana” tukas vino menawari.

” boleh, justru aku pengen minta tolong kamu, cos bawaanku 2 tas gede, rencana tar aku sama ririn bawa koper, dan aku minta tolong kamu bawain ranselku sekalian nganter aku juga gitu,bisa ga, maaf ya kalau ngrepotin” sahut viola

” oke gapapa,bisa kok,kebetulan tar aku juga lg kosong ga ada acara” ucap vino kepada viola.

oke deh makasih ya vin, tapi sebelum jam 7, kira kira jam 4 anterin aku beli oleh oleh ya buat teman teman di bandung nanti” tanya viola

” oke deh viola, tar pasti aku antar” sapa vino.

percakapan pun terhenti, vino yang sebenarnya jatuh cinta dengan viola harus merasakan dilema, di satu sisi ia menaruh hati dengan gadis manis bandung ini, di satu sisi lain ia juga harus memaksa perasaan ini menuju arah persahabatan, dan di sisi yang tak pernah ia relakan, ia harus berpisah dengan viola malam ini juga dengan perasaan yang terpendam. Vino, remaja yang selalu semangat, kini menjadi remaja yang penuh dilema, sering murung, dan harus berjuang menahan perasaan yang kian hari kian menguat. perasaan yang terpendam membuat ia tak kuat menghadapi hari harinya, tekad kuat untuk mengatakan cinta sudah terbesit di benak vino sejak lama, namun melihat gelagat viola yang ternyata senang mempunya sahabat, termasuk vino,membuat ia takut untuk mengungkapkan, vino takut menjadi beban dan dilema hati viola jika ia mengungkapkannya. Semua tak ada yang salah, cinta tak pernah salah, hanya keadaan dan waktu yang akan membuat cinta itu benar atau salah.

waktu menunjukkan pukul 3, dan itulah saatnya vino kembali berdandan rapi untuk bertemu viola yang terakhir sebelum viola pergi kembali ke bandung di liburannya selama ini. Kembali baju yang dipakai vino saat awal bertemu viola di stasiun tugu kembali ia kenakan, ia hanya ingin memulai suatu hal dari baju, ada makna tersendiri yang dilakukan vino sore itu, bahwa ia ingin menunjukkan ia tak akan pernah berubah, perasaan yang berawal dari sebuah keindahan, ia ingin mengakhirinya dengan keindahan pula, dan itu dilambangkannya dengan sebuah baju yang pernah ia kenakan saat awal bertemu, tak akan menjadi lain saat ia harus mengantar pertemuan itu ke perpisahan sore nanti di tempat yang sama.

suara motor melaju kencang meninggalkan tempat kediaman kos vino , menuju rumah ririn, tempat viola singgah selama 2 minggu ini. seperti biasa setengah jam vino sudah kembali sampai di pagar rumah ririn, dan seoerti biasa pula viola yang sudah mendengar suara derum motor vino segera keluar menghampirinya.

“tunggu bentar ya vin, rencananya sekalian langsung cabut stasiun, jadi tar ga balik lagi ke sini, aku bawa koper sama ririn, kamu tolong bawakan tas ranselku ya vin” sapa viola

ya kali itu viola tidak berboncengan dengan vino, mengingat tas ransel yang cukup lumayan gede yang di bawa vino membuat viola tak bisa dibonceng vino, dan dengan motor matic milik ririn membuat koper yang cukup sarat penuh pakaian akan lebih mudah dibawa.

tepat pukul setengah 4 mereka bertiga cabut dari rumah ririn, menuju jalan solo, tempat yang penuh menawarkan jajanan oleh oleh khas jogja yang rencana akan di beli viola. di sana viola memborong banyak sekali oleh – oleh mengingat viola mempunya banyak teman di Bandung sekedar untuk buah tangan untuk teman – temannya di Bandung nantinya.

2,5 jam vino dan ririn menemani viola memilih dan berbelanja oleh – oleh jogja, termasuk beberapa baju baju yang sekalian viola beli, maklum cewek memang sering seperti itu, jika sudah masuk sebuah arena perbelanjaan, ada ada saja yang di beli.

jam menunjukkan pukul 6 kurang seperempat, viola harus bergegas menuju stasiun tugu untuk siap siap menuju keberangkatannya ke bandung . dengan segera mereka mengantar viola sampai ke stasiun.

Tak ada hal yang berbeda yang dirasakan vino, vino masih bernaung sribu dilema, selama menemani viola belanja , mata vino sesekali melirk kepada viola sambil mengumbar senyum dalam hati, menikmati setiap sisi perasaannya yang telah ia pendam sejak 2 minggu silam, namun arah persahabatan yang harus memaksa vino untuk sedikit mengurangi kecamuk badai asmaranya. hanya senyum dalam hati dan perasaan yang luar biasa yang keluar saat vino memandang kecantikan dan keanggunan viola. beberapa jam lagi vino akan berpisah dengan viola untuk waktu yang tak di tentukan. cinta datang di kota jogja, cinta bersemi di kota jogja, dan persahabatan pun bersemi di kota itu, antara cinta dan persahabatan, 2 sisi tipis yang susah untuk dimengerti, karena rasa adalah rasa, tak pernah bisa di paksa dan dibuat, semua murni apa adanya.

Tepat pukul 18.15 mereka sudah sampai di stasiun tugu, tempat vino mulai jatuh cinta pada pandangan pertamanya, malam ini adalah tempat vino harus berpisah dengan viola dengan menyimpan sejuta perasaan yang masih jauh terpendam dalam hati vino. Viola pun bergegas menuju stasiun, mengamati setiap kereta yang sudah berhenti di sana, dan mengeceknya dengan data di karcis kereta viola. ya akhirnya diketemukannya juga, kereta api kelas bisnis , kereta malam yang sudah berhenti di line 3, siap meluncur menuju kota bandung 45 menit kemudian.

sambil menunggu jam 7 tepat, vino ririn dan viola duduk di kursi tunggu sembari ngobrol ngobrol,bercerita tentang kesan kesan selama ada di jogja, dan bercerita tentang rencana rencana viola yang akan dilakukannya di masa mendatang, viola memang tipe cewek yang senang sekali bercerita dan mengobrol,kesupelan viola yang sudah membawanya mempunyai watak seperti itu.

“kapan kamu ke jogja lagi vi?” kata vino di sela sela obrolan mereka bertiga.

“belum tahu vin, aku masih harus berkutat dengan kesibukan kuliahku, aku belum tahu kapan lagi ke jogja, ” sahut viola

” makasih ya vi, telah msering nemenin aku jalan jalan selama di jogja, aku senang punya sahabat seperti kamu” sahut vino

” ia vin sama sama, justru aku yang makasih pada kamu, pada ririn juga sahabatku yang sudah ngrepotin eloe rin selama ini” sahut viola sambil tersenyum.

” santai aja neng, sesama sahabat harus saling menolong, ya ga ” sahut ririn

akhirnya waktu pun menunjukkan pukul 7, saatnya kereta berangkat, dan viola pun bergegas menuju dalam kereta, setelah berjabat tangan dengan kedua sahabatnya, ririn sahabat lama viola, dan vino sahabat terbaru viola, viola pun berjalan menuju arah kereta.

” hati hati ya neng, aku pamit sekarang ya karena ada janji sama cowokku malam ini ‘ tukas ririn sesaat sebelum viola pergi

“”oke rin,thanks banget ya.loe udah banyak gue repotin selama ini ” sapa viola sambil berpelukan layaknya 2 sahabat akrab.

ririn pun meninggalkan stasiun tepat setelah bersalaman dengan vino, teman terbaru viola.

” kamu juga vin makasih banget ya selama 2 minggu udah sering ngajak aku jalan jalan, lain kali aku datang ke jogja lagi, thanks udah mau jd sahabat aku” tukas viola

tepat sebelum viola memasuki kereta, terasa ada tangan yang memegang erat pergelangan viola, viola pun menghentikan langkahnya sejenak, di tolehnya ke belakang, dan dilihatnya muka vino yang tampan dengan mata yang sayu memandang tajam ke arah viola, seakan vino tak ingin viola pergi malam itu.

“bentar vin, aku ada sesuatu buat kamu”sembari vino mengeluarkan sesuatu dalam jaket kulitnya.

sebuah amplop berwarna pink, warna kesukaan viola pun diberikan ke viola.

“baca isi dalam amplop itu kalau kamu sudah sampai di bandung, jangan dibaca di dalam kereta, aku ingin kamu membacanya setelah kamu sampai di bandung,sukur sukur setelah kamu udah fresh kembali, ” sahut vino

” apa ini vin?” tanya viola kembali

” itu hanya sebuah amplop,dan isinya tak lebih berharga dari apapun, hanya secarik kertas tak berarti,lusa setelah kamu sampai di bandung kamu akan tahu apa isinya, thanks bgt udah mau menjadi sahabatku selama liburan di jogja, hati hati di jalan, cepat kabari kalau sudah sampai di bandung ya” sahut vino

” ia vin,pasti aku kabarin, makasih banget juga ya,aku balik dulu vin, bye 🙂  ” kata viola

tak terasa kereta sudah mengeluarkan bunyi sirinenya dan itu pertanda kereta akan segera berangkat, vino pun melepaskan tangan viola, ,,,sambil terus menatap viola sampai akhirnya viola berjalan menuju kereta.

tepat saat viola sampai di atas gerbong, ia sejenak memandang ke arah vino dan melambaikan tangannya dihiasi senyum manis yang merekah, senyum manis yang membuat vino semakin tak rela di tinggal pergi viola.

keretapun berangkat. vino masih berdiri terpaku memandang kereta yang sudah berjalan menjauh dari tempatnya berdiri, sampai tak terlihat lagi di mata vino,namun bayang viola , wajahnya, manis senyumnya, gemulai pergerakannya, dan keceriannya masih jelas terlihat oleh vino, walau hanya dalam sebuah bayang.

vino pun bergegas pulang menuju kosnya, malam kembali  menyelimuti kota jogja, malam pula yang tetap menyelimuti hati vino dengan perasaan terpendamnya.

—————————————————**————————————————————————**—————–

Kereta menuju bandung meluncur dengan cepatnya, secepat waktu liburan viola di kota jogja. kereta sudah keluar dari batas kota jogja, viola masih memandangi amplop berwarna pink yang tadi diberikan vino kepadanya. tak sabar sebenarnya gadis cantik ini ingin segera membuka isi amplop ini,namun pesan vino agar membukanya di bandung nanti tetap dijaga oleh viola. ia pun memasukkan amplop pink itu ke dalam tasnya.

4 jam sudah kereta meluncur dari stasiun tugu, tanpa di sadari viola selalu terbayang wajah vino saat berpandangan sesaat sebelum mereka berpisah,ada perasaan yang muncul tak sperti biasanya yang keluar secara alami dalam hati viola. mata vino tiba tiba selalu terbayang, viola semakin bingung dengan semuanya, tak seperti biasanya ia merasakan hal seperti itu, banyak sudah sahabat sahabat viola baik pria ataupun wanita yang diperlakukan sama oleh viola, dan tak pernah sampai menimbulkan bayangan seperti itu, viola semakin merasa bingung dengan apa yang dirasakan. ia tak pernah merasakan hal itu saat setiap hari bertemu dengan vino di jogja, namun mengapa saat sudah berpisah seperti itu, bayang vino selalu muncul di benak viola.

viola pun hanya bisa tersenyum, viola tak pernah berpikir vino menaruh hati padanya, karena selama ini vino tak pernah sedikitpun mengucapkan kata kata yang mengarah ke hati viola,kata kata yang mengarah ke perasaan bahwa vino cinta pada viola. viola sadar bahwa vino merasa asik jika di dekat viola,viola sadar bahwa vino ada sedikit gelagat yang berbeda sejak dikenalnya 2 minggu lalu, namun bagi viola itu hal biasa, sama seperti dengan cowok lain yang menganalnya dan bergelagat berbeda, mengingat wajah viola yang sangat cantik, tak menutup kemungkinan semua cowok yang menganalnya bergelagat sama dengan vino, dan itu tak di artikan viola dengan sebuah perasaan cinta. Viola sendiri adalah cewek yangtidak begitu peka dengan keadaan, viola adalah cewek yang berhati keras, tak suka dengan hal hal yang semu, dan ia suka dengan cowok gentle yang berani mengungkapkan jika cowok itu suka, tak sebatas bergombal ria baik dari perbuatan ataupun ucapan, viola hanya bisa tersenyum saat mengingat vino, viola tak sadar jika vino memendam rasa dengan viola, dan saat itu pula viola sebenarnya tersadar jika ia sebenarnya menaruh hati juga ke vino. namun viola hanya bisa tersenyum, vino yang dikenalnya selama 2 minggu tak mungkin bisa langsung jatuh hati ke viola, ia masih trauma dengan cowok cowok yang sering menggombalinya, hanya suka dengan viola dari sisi kecantikannya, namun hati viola malam itu berkata lain, ia tak bisa berbohong, setelah perpisahan dengan vino beberapa jam yang lalu , ia merasakana ada sesuatu yang hilang, ingin rasanya viola masih berlama lama di jogja, namun beban kuliahnya di bandung yang harus memaksanya untuk segera kembali ke bandung. kelelahan telah membius viola, tanpa sadar ia tertidur sembari menikmati perjalanan ke bandung. malam itu, kereta meluncur dengan cepat menuju bandung, membawa kegalauan hati seorang gadis yang tiba tiba muncul sesaat setelah berpisah dengan vino, pria tampan yang ia kenalnya selama 2 minggu.

———————————————-**———————————————————-**———————————-

BERSAMBUNG……………………………………………..

CERPEN KEHILANGAN CINTA UNTUK CINTA PART 5

devamelodica | January 28th, 2012 | No Comments
      Pin It








  • BACA JUGA

  • Recent Comments



  • theme by Chivaz [dot] net | Komputer | Gadget | Informasi | Game Gratis | Video