Informasi terbaru terlengkap terbaik

YOUTH AND LIFESTYLE

Random Post
Sinopsis Dan Trailer Film 5 CM ( 2012 )

Sinopsis Dan Trailer Film 5 CM ( 2012 )

Sinopsis Dan Trailer Film 5 CM ( 2012 ) -Film karya terbaru dari Rizal Mantovani ini di angkat dari novel best seller di tahun 2005 […]

Selengkapnya »

CONTOH LAPORAN KKN PPL

CONTOH LAPORAN KKN PPL

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. ANALISIS SITUASI

     

Program KKN – PPL Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun 2011 dilaksanakan secara resmi mulai tanggal 1 Juli – 16 September 2011. Pada program KKN – PPL tersebut penulis memilih tempat di SMK Muhammadiyah Prambanan Sleman. SMK Muhammadiyah Prambanan ini terletak di Dusun Gatak, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta yang tempatnya berada di sebelah utara komplek candi Boko.

Pada saat sebelum diterjunkan ke lokasi KKN-PPL terlebih dahulu diadakan observasi ke sekolah untuk mengetahui kondisi lapangan yang nantinya akan dijadikan acuan untuk penyusunan program-program kerja KKN dan untuk mengetahui sarana pendukung untuk melaksanakan PPL. Observasi yang dilakukan tersebut bukan saja hanya untuk melihat kondisi fisik dari sekolah saja melainkan juga untuk mengetahui tentang kondisi non fisik mulai dari sistem pembelajaran, peraturan-peraturan resmi sekolah serta norma-norma yang dibangun oleh pihak sekolah. Hal ini dirasa penting mengingat dalam kegiatan KKN-PPL mahasiswa sebagai calon pendidik dituntut bukan hanya mampu menguasai kompetensi pedagogis dan profesional tetapi juga kompetensi pribadi dan sosial sebagai suatu kesatuan yang utuh.

 

Berikut ini hasil dari kegiatan observasi tersebut:

 

  1. Kondisi Fisik Sekolah 

    Dari observasi mahasiswa di SMK Muhammadiyah Prambanan Sleman Yogyakarta, secara umum sarana dan prasarana yang menunjang proses belajar mengajar terdiri atas berbagai fasilitas seperti ruang multimedia, perpustakaan, koperasi. SMK Muhammadiyah Prambanan juga melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler seperti sepak bola, band, drumband, komputer, pramuka, PKS, yang bertujuan agar siswa mampu meningkatkan potensi dan bakat intelektualnya.

     

    1. Kondisi Fisik Sekolah 

      Secara umum, kondisi fisik sekolah cukup baik, akan tetapi ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dan ditambah, seperti pada lapangan basket, tenis dan volley yang membutuhkan pembenahan dan pengecatan ulang. Dan beberapa bangunan terlihat kurang terawat.

       

    2. Ruang 

      Di sekolah ini terdapat 29 kelas yang terdiri dari 4 bidang keahlian, yaitu: Bidang Keahlian Teknik Mesin, Bidang Keahlian Teknik Otomotif, Bidang Keahlian Teknik Elektronika Industri dan BIdang Keahlian Multi Media.

       

      Untuk bangunan baru kondisi kelas masih cukup bagus. Namun pada beberapa ruang kelas lama perlu penataan ulang dan untuk penerangan dirasa masih kurang, sehingga perlu untuk ditambahkan. Demikian pula untuk tempat penghapus dan kapur perlu ditambahkan.

       

    3. Laboratorium /Bengkel 

      Untuk kondisi tata ruang dan perlengkapan laboratorium maupun bengkel sebagian membutuhkan pembenahan dan sebagaian perlu penambahan penerangan. Banyak lembar tatat tertib bengkel dan poster K3 yang telah usang, bahkan telah hilang. Sedangkan untuk laboratorium bahasa belum berfungsi dengan maksiamal.

       

    4. Perpustakaan 

      Kondisi perpustakaan secara umum adalah sebagai berikut:

       

      1. Pendataan pengunjung masih manual. 

      2. Koleksi buku kurang lengkap. 

      3. Penataan ruang masih kurang kondusif sebagai sebuah perpustakaan. 

    5. Organisasi dan Fasilitas UKS 

      Ruang UKS masih berbaur dengan ruang alat olah raga. Obat-obatan yang tersedia masih kurang lengkap.

       

    6. Fasilitas KBM (Media) 

      Fasilitas KBM yang terdapat di SMK Muhammadiyah Prambanan masih sangat terbatas, misalnya ketersediaan OHP, proyektor, model pembelajaran dan sebagainya.

       

    7. Tempat dan Kegiatan Ibadah 

      Kondisi musholla secara umum sangat baik akan tetapi belum ada atap untuk tempat wudlu, rak sepatu perlu diremajakan dan ditata ulang. Untuk kegiatan keagamaan setiap tanggal 19 ada kegiatan pengajian guru dan karyawan.

       

    8. Koperasi Siswa 

      Secara fisik dan penataan ruang sudah cukup baik, akan tetapi perlu perluasan. Dan secara organisasi koperasi siswa ini perlu dikembangkan sebagai unit usaha yang ikut melatih kewirausahaan siswa.

       

    1. Kondisi Non Fisik 

      1. Potensi Guru 

        Sekolah ini didukung oleh tenaga pengajar sebanyak 86 orang, yakni 17 orang guru PNS DPK, 6 orang guru tetap yayasan, 63 orang guru tidak tetap. Tingkat pendidikan guru-guru tersebut rata-rata sarjana dan sebagian Megister.

         

      2. Potensi Karyawan 

        Sedangkan karyawan SMK Muhammadiyah Prambanan Sleman Yogyakarta berjumlah 25 orang yang terdiri dari karyawan tetap yayasan dan karyawan tidak tetap. Masih banyak karyawan yang belum menguasai IT (data base).

         

      3. Potensi Siswa 

        Sebagaimana sekolah SMK (khususnya kelompok teknologi dan industri) yang lain, siswa SMK Muhammadiyah Prambanan Sleman Yogyakarta tahun akademik 2011/2012 mayoritas adalah laki-laki. Dilihat dari daerah asal siswa, mereka berasal dari kota Prambanan, Klaten, Sleman, Bantul, Gunung Kidul dan luar daerah Yogyakarta.

         

        Dari perbedaan latar belakang, daerah dan kebudayaan tersebut mengakibatkan keberagaman (multikultur) di antara para siswa. Untuk itulah perlu adanya pendekatan yang tepat untuk mencapai keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah. Siswa SMK Muhammadiyah Prambanan Sleman Yogyakarta 100% beragama Islam, sehingga kegiatan keislaman banyak diadakan di sekolah bahkan nuansa keagamaan sangat terasa di SMK Muhammadiyah Prambanan Sleman Yogyakarta.

         

        Pada tahun akademik 2011/2012 ini, SMK Muhammadiyah Prambanan Sleman Yogyakarta memiliki ± 989 siswa yang terdiri dari 29 rombel/ kelas.

         

      4. Administrasi (karyawan, sekolah, dinding) 

        Penulisan administrasi sekolah perlu pembaharuan dan pembenahan.

         

      5. Bimbingan konseling. 

        Bimbingan konseling dan bimbingan belajar ditangani oleh guru-guru BK dengan program-program yang dilaksanakan secara rutin. Lembaga ini merupakan lembaga intern sekolah yang indepandent dan langsung bertanggung jawab kepada kepala sekolah. Tugas dari BK adalah menangani siswa yang bermasalah, tata tertib dan kedisiplinan siswa, perizinan, kunjungan rumah, konsultasi belajar dan memantau minat dan bakat siswa jika ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

         

      6. Karya Tulis Ilmiah Remaja. 

        Kegiatan KIR di SMK Muhammadiyah Prambanan sudah mulai diminati oleh pera siswa. Hal ini terbukti dengan prestasi yang diperoleh pada tahun 2008, yakni sebagai juara 1 lomba karya tulis ilmiah tingkat SMA/SMK sekabupaten Sleman.

         

      7. Ekstrakurikuler 

        Kegiatan ekstrakurikuler yang ada di SMK Muhammadiyah Prambanan sebagai berikut : sepak bola, IRM, band, drumband, TONTI (Pleton Inti), pramuka, Bela diri, PMR, komputer, PKS.

         

      8. Kesehatan Lingkungan 

        1. Secara umum, penghijauan sudah baik dan tertata rapi, banyak terdapat pohon rindang, tetapi di sebagian tempat masih kurang terawat dan taman di depan ruang kelas belum dimaksimalkan penataannya. 

        2. Jumlah tempat sampah sudah mencukupi. Hampir di depan setiap ruangan terdapat tempat sampah, namun ada beberapa yang perlu dipindahkan ke tempat yang lebih strategis, dan sebagian sudah rusak dan kurang tertata rapi. 

        3. Kondisi kamar mandi kurang terawat, selain itu saluran airnya tidak lancar. 

  2. Fasilitas Pendukung KBM 

    1. Ruang Kelas 

      Dengan jumlah kelas yang banyak yaitu 29 ruang, maka ruang kelas yang sudah ada perlu diperhatikan kondisinya. Adanya pemisah ruang kelas yang hanya terbuat dari kayu menjadikan suara dari kelas terkadang dapat mengganggu kelas di sampingnya.

       

    2. Laboratorium /Bengkel 

      Untuk kondisi tata ruang dan perlengkapan laboratorium maupun bengkel sebagian membutuhkan pembenahan dan sebagaian perlu penambahan penerangan. Alat-alat praktik banyak yang rusak, misalnya di lab elin komputer utara, dari sekitar 10 komputer praktikum hanya 7 komputer yang bisa digunakan. Hal ini sangat menghambat proses KBM di lab tersebut.

       

    3. Ruang perpustakaan 

      Penataan ruang perpustakaan masih kurang kondusif, karena ruang yang relatif sempit. Kemudian jumlah buku referensi yang masih terbatas juga merupakan kendala tersendiri. Namun hal itu sedikit teratasi dengan ketersediaan 2 buah komputer yang terhubung dengan jaringan internet sehingga dapat membantu siswa ketika mencari referensi belajar.

       

    4. Fasilitas KBM (Media) 

      Fasilitas KBM yang terdapat di SMK Muhammadiyah Prambanan masih sangat terbatas, misalnya ketersediaan OHP, proyektor, model pembelajaran dan sebagainya.

       

    5. Perangkat Pembelajaran 

      Sebelum pelaksanaan belajar mengajar maka setiap guru diwajibkan untuk membuat Perangkat Pembelajaran.

       

      1. Satuan Pelajaran 

        Dibuat secara bersama-sama oleh guru di dalam suatu ruangan agar tiap-tiap guru segera membuat Satuan Pelajaran untuk digunakan saat KBM mulai berjalan.

         

      2. Rencana Pembelajaran 

        Setelah membuat Satuan Pelajaran maka guru juga harus membuat Rencana Pembelajaran sehingga dalam satu tahun sudah ada gambaran tentang proses kegiatan belajar mengajar yang akan dilakukan.

         

    6. Proses Pembelajaran 

      1. Membuka Pelajaran 

        Setiap hari proses Kegiatan Belajar Mengajar dimulai pada pukul 06.45 WIB. Murid sebelum memulai pelajaran berdoa yang dipimpin oleh ketua kelas atau guru, kemudian bersama-sama dengan guru membaca kitab suci Al Qur’an. Guru membuka pelajaran dengan terlebih dahulu mengabsen siswa untuk mengetahui apakah ada siswa yang tidak masuk.

         

      2. Penyajian Materi 

        Di dalam penyajian materi guru menjelaskan secara keseluruhan tentang materi yang diberikan dan sesuai dengan Satuan Pelajaran dan Rencana Pembelajaran yang telah dibuat, kemudian dilanjutkan dengan praktikum untuk mata pelajaran EDK dan Mikrokontrloller.

         

      3. Metode Pembelajaran 

        Mikrokontrloler dan EDK merupakan mata pelajaran teori dan praktek sehingga di dalam pelaksanaannya siswa terlebih dahulu mendapatkan teori kemudian dilanjutkan praktek.

         

      4. Penggunaan Bahasa 

        Bahasa yang digunakan masih campuran sehingga kadang guru menggunakan bahasa Indonesia dan kadang pula bahasa Jawa digunakan. Hal ini dikarenakan hampir 99% siswa lebih familiar menggunakan bahasa jawa.

         

      5. Penggunaan Waktu 

        Waktu yang digunakan sesuai dengan jam pelajaran sehingga diharapkan siswa tetap tertib.

         

      6. Gerak 

        Di dalam penyajian materi guru tidak hanya diam di kursi tetapi juga berkeliling untuk memberi perhatian kepada siswa agar tetap mempunyai minat dalam belajar, menghampiri siswa dan menanyakan kesulitannya dimana.

         

      7. Cara memotivasi siswa 

        Untuk membuat siswa tetap semangat kadang kala guru membawa media belajar agar siswa lebih semangat. Karena apabila siswa hanya diberi teori maka siswa akan semakin tidak berminat untuk mengikuti pelajaran berikutnya.

         

      8. Teknik Bertanya 

        Dalam memberikan pertanyaan terlebih dahulu bertanya kepada siswa tentang pemahaman materi. Baik siswa sudah paham maupun belum paham guru bertanya kepada siswa tentang materi yang diberikan.

         

      9. Teknik Penguasaan Kelas 

        Dalam penguasaan kelas guru menggunakan teknik pendekatan terlebih dahulu saat awal-awal pelajaran sehingga terjadi kesepakatan antara guru dengan siswa.

         

      10. Penggunaan Media 

  • Elektronika Digital dan Komputer (EDK) : media yang digunakan adalah modul untuk kajian teori. 

  • Mikrokontrloller: media yang digunakan adalah Modul Mikrkontrloller ,dan praktek menggunakan trainer mikrokontroleer dan komputer. 

 

  1. Bentuk dan Cara Evaluasi 

  • Elektronika Digital dan Komputer (EDK): evaluasi dilakukan setiap kali selesai proses pembelajaran. Prosedur penilaian berdasarkan pada proses pembelajaran dan hasil praktik siswa. 

  • Mikrokontroller: evaluasi dilakukan setiap kali selesai proses pembelajaran (tes formatif), dengan bentuk soal essay. Prosedur penilaian berdasarkan pada proses pembelajaran dan hasil pembelajaran siswa. 

  1. Menutup Pelajaran 

    Sebelum menutup biasanya guru bertanya kembali kepada siswa tentang materi. Dan apabila tidak ada pertanyaan maka guru tersebut menutup pelajaran dan menyampiakan pengantar untuk materi berikutnya.

     

  2. Perilaku Siswa 

  • Elektronika Digital dan Komputer (EDK): mata pelajaran ini adalah mata pelajaran yang diberikan untuk kelas X. Dari segi perilaku, siswa cenderung susah dikondisikan, hal ini karena siswa yang mengikuti pelajaran ini jumlahnya banyak sedangkan yang menghandle hanya satu guru 

  • Mikrokontroller: mata pelajaran Mikrokontroller adalah mata pelajaran yang diberikan untuk kelas XI. Dari segi perilaku, siswa cenderung lebih mudah dikondisikan, hal ini dikarenakan jumlah per kelasnya lebih sedikit, karena di pecah menjadi 2 kelas yaitu 20 siswa per kelas. Meskipun secara keseluruhan mudah dalam pengkondisian, namun masih ada sebagian siswa yang agak bandel sehingga mereka perlu mendapat perhatian dan perlakuan khusus agar materi yang disampaikan bisa diterima dengan baik 

  1. RUMUSAN PROGRAM KEGIATAN

     

Kegiatan KKN-PPL UNY 2011 dilaksanakan selama ± 2,5 bulan terhitung mulai tanggal 1 Juli sampai 16 September 2011, adapun jadwal pelaksanaan kegiatan KKN-PPL UNY 2011 di SMK Muhammadiyah Prambana Sleman dapat di lihat pada tabel berikut.

 

Tabel. 1 Jadwal pelaksanaan kegiatan KKN-PPL UNY 2011

 

No

Nama Kegiatan

Waktu Pelaksanaan

Tempat

1 Observasi Pra KKN-PPL 08 s.d 12 Februari 2011 SMK Muh Prambanan
2 Pembekalan KKN-PPL 19 Februari 2011 SMK Muh Prambanan
3 Penerjunan 1 Juli 2011 SMK Muh Prambanan
4 Pelaksanaan KKN-PPL 01 Juli 2011 SMK Muh Prambanan
5 Praktik Mengajar (PPL) 01 Juli s.d 16 Sept. 2011 SMK Muh Prambanan
6 Penyelesaian Laporan/ujian 16 September 2011 SMK Muh Prambanan
7 Penarikan Mahasiswa KKN-PPL 16 September 2011 SMK Muh Prambanan

Berdasarkan analisis situasi tersebut di atas maka dapat dirumuskan rancangan program yang akan dilaksanakan selama KKN-PPL berlangsung. Rumusan program-program yang disusun tentunya bertujuan untuk kemajuan SMK Muhammadiyah Prambanan Yogyakarta. Perumusan program-program ini mengacu kepada hasil observasi yang dilakukan kelompok atau bersama, serta dari permintaan atau kebutuhan insidental dari sekolah. Program-program tersebut terbagi menjadi Program Kelompok dan Program Individu, serta rancangan PPL. Adapun yang akan dibahas disini adalah program individu dan rancangan PPL.

 

Rancangan kegiatan PPL adalah sebagai berikut :

 

  1. Perangkat Pembelajaran 

    1. Satuan Pelajaran (SP) 

      Satuan pelajaran disusun sebagai acuan bahan ajar yang akan disampaikan pada setiap kali tatap muka. Satuan pelajaran dibuat oleh mahasiswa dengan bimbingan dari guru pembimbing berdasarkan silabus yang telah ada di sekolah.

       

    2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 

      RPP disusun berdasarkan kompetensi yang ada pada silabus KTSP. RPP merupakan penjabaran nyata proses KBM yang telah diuraikan pada program semester, program pelajaran dan rencana kegiatan belajar yang didasarkan pada kalender akademik SMK Muhammadiyah Prambanan. Mahasiswa membuat RPP untuk setiap kompetensi dasar (KD) yang didalamnya uraikan proses KBM, alokasi waktu dan evaluasi yang dilampiri juga dengan materi pembelajaran pada setiap pertemuanya. Kemudian RPP tersebut dikonsultasikan kepada guru pembimbing sebelum digunakan sebagai acuan kegiatan pada saat mengajar.

       

  2. Proses Pembelajaran 

    1. Penyiapan Materi Bahan Ajar 

  • Penyusunan materi pelajaran (Teori) 

  • Penyusunan materi evaluasi 

  • Pembuatan media pembelajaran 

  1. Penyampaian Materi Bahan Ajar 

  • Memberikan pengantar (apersepsi) materi 

  • Diskusi dan tanya jawab 

  • Penyampaian teori 

  • Praktikum 

  • Evaluasi 

  1. Penutup 

  • Evaluasi 

  • Penilaian 

                                      

                      CONTOH LAPORAN KKN PPL

                                     BAB II

KEGIATAN PPL

 

CONTOH LAPORAN KKN PPL Kegiatan PPL dilaksanakan sebanyak 11 kali pertemuan untuk 3 kelas yaitu X Elektronika Industri , XI TEA, dan XI TEB. Sebelum melaksanakan kegiatan PPL ada beberapa tahapan yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa agar dalam pelaksanaan KBM di kelas semua bisa berjalan dengan baik dan tercapai hasil yang sesuai dengan harapan.

 

  1. Persiapan Program dan Kegiatan PPL 

Persiapan yang dilakukan mahasiswa sebelum melakukan KBM diantaranya meliputi observasi di kelas dan di bengkel, praktik pengajaran mikro (microteaching) dan pembekalan PPL dan pembuatan persiapan mengajar.

 

  1. Kegiatan Pra PPL 

    1. Observasi Kelas dan Bengkel 

      Observasi dilakukan di kelas Jurusan Elektronika Industri dan bengkel di Jurusan Elektronika Industri. Observasi ini bertujuan agar mahasiswa dapat mengetahui keadaan atau kondisi kelas dan bengkel yang akan dijadikan sebagai lokasi PPL. Informasi tersebut digunakan sebagai acuan untuk membuat dan menyusun perangkat pembelajaran. Selain itu juga digunakan untuk menyiapkan diri mahasiswa saat menghadapi siswa sewaktu terjadi proses PBM.

       

    2. Pembekalan 

      Pembekalan diisi dengan materi berupa gambaran tentang sekolah saat ada program PPL. Selain itu juga memberi pengetahuan kepada mahasiswa dengan tentang teknis PPL dan evaluasi dari kegiatan PPL pada tahun sebelumnya.

       

    3. Praktik pengajaran mikro (Microteaching) 

      Dilakukan selama 1 semester dan merupakan mata kuliah yang wajib lulus dengan nilai minimal B. Microteaching merupakan simulasi kecil suatu kelas sehingga dapat memberikan gambaran kepada mahasiswa tentang suasana kelas. Microteaching dilakukan dilakukan oleh mahasiswa untuk menerapkan teori-teori dasar kependidikan dan teori dasar metodologi dan media pembelajaran dengan dibimbing oleh seorang dosen yang kemudian dievaluasi bersama dengan guru dan dosen senior.

       

  2. Pembuatan Persiapan Mengajar 

    Tahapan ini dilakukan sebelum dan sesudah penerjunan mahasiswa ke lokasi PPL. Pembuatan persiapan mengajar dilakukan mahasiswa dengan berkoordinasi terlebih dahulu dengan guru pembimbing PPL dari sekolah yang sekaligus bertindak selaku pengampu pelajaran tersebut. Setelah itu maka akan ada tahap konsultasi dengan guru pembimbing mulai dari silabus sampai dengan pembuatan RPP dan soal-soal dalam pembelajaran serta job sheet praktikum.

     

  1. Pelaksanaan Kegiatan PPL 

Dalam pelaksanaan praktik mengajar, penulis secara langsung menggantikan guru diklat selama masa PPL dengan mengambil mata pelajaran Elektronika Digital dan Komputer (EDK). Mata pelajaran ini diajarkan pada siswa kelas X Elektronika Industri . Dan mata pelajaran Mikrokontroller untuk kelas XI TEA dan XI TEB ( Team Teaching ). Untuk hal ini penulis melaksanakan KBM dalam bentuk tatap muka di depan kelas baik teori maupun praktik.

 

Praktik mengajar terbagi menjadi dua macam, yakni :

 

  1. Praktik Mengajar Terbimbing. 

    Dalam praktik mengajar terbimbing ini penulis dibimbing oleh guru untuk mempersiapkan dan mengelola kelas. Prosesnya adalah penulis bersama guru pembimbing masuk ke dalam kelas bersama-sama. Kemudian guru pembimbing memperkenalkan sekilas tentang penulis dan kemudian proses KBM dilaksanakan oleh mahasiswa. Sedangkan guru bertindak sebagai pendamping kelas. Praktik mengajar terbimbing ini hanya dilaksanakan sekali selama PPL yakni di awal pertemuan.

     

  2. Praktik Mengajar Mandiri. 

    Setelah pertemuan pertama bersama guru pembimbing maka pada pertemuan berikutnya PBM diserahkan langsung kepada penulis. Kegiatan praktik mengajar mandiri ini dilakukan oleh penulis sampai penarikan PPL. Pada praktik mengajar mandiri mahasiswa diberi kesempatan untuk mengelola proses belajar secara penuh, namun demikian bimbingan dan pemantauan dari guru tetap dilakukan.

     

    1. Kegiatan Praktik Mengajar 

      Praktik Mengajar yang dilakukan penulis adalah praktik mengajar dengan mata pelajaran Elektronika Digtal dan Komputer (EDK) dengan alokasi waktu 4 jam pelajaran dan Mikrokontroller dengan alokasi waktu 8 jam pelajaran dalam satu minggu. Adapun jadwalnya bisa dilihat pada tabel dibawah ini.

       

      Tabel 2. Jadwal Jam Mengajar

       

No

Hari

Kelas

Jam Ke-

Mapel

Jumlah jam

 

(1 x 45 menit)

1

Sabtu,

 

16 Juni 2011

X Elin

1 – 4

Elektronika Digital dan Komputer (EDK)

 

4 Jam

2

Sabtu,

 

23 Juni 2011

X Elin

1 – 4

Elektronika Digital dan Komputer (EDK)

 

4 Jam

3

Sabtu,

 

6 Agustus 2011

X Elin

1 – 4

Elektronika Digital dan Komputer (EDK)

 

4 Jam

4

Sabtu,

 

13 Agustus 2011

X Elin

1 – 4

Elektronika Digital dan Komputer (EDK)

 

4 Jam

5

Sabtu,

 

20 Agustus 2011

X Elin

1 – 4

Elektronika Digital dan Komputer (EDK)

 

4 Jam

6

Sabtu,

 

10 September 2011

X Elin

1 – 4

Elektronika Digital dan Komputer (EDK)

 

4 Jam

7

Rabu

 

20 Juli 2011

XI TEA

1 – 4

Mikrokontroller

4 jam

XI TEB

5 – 8

4 jam

8

Rabu

 

27 Juli 2011

XI TEA

1 – 4

Mikrokontroller

4 jam

XI TEB

5 – 8

4 jam

9

Rabu 3 Agustus 2011

XI TEA

1 – 4

Mikrokontroller

4 jam

XI TEB

5 – 8

4 jam

No

Hari

Kelas

Jam Ke-

Mapel

Jumlah jam

 

(1 x 45 menit)

10

Rabu

 

10 Agustus 2011

XI TEA

1 – 4

Mikrokontroller

4 jam

XI TEB

5 – 8

4 jam

11

Rabu

 

14 September 2011

XI TEA

1 – 4

Mikrokontroller

4 jam

XI TEB

5 – 8

4 jam

TOTAL

64 Jam

Dalam proses pelaksanaan dikarenakan harus mengelola 3 kelas yaitu X Elin, XI TEA, dan XI TEB, sehingga selama melaksanakan PPL penulis memahami bahwa ketiga kelas mempunyai karakteristik yang berbeda. Maka hal ini adalah sebuah pembelajaran yang sangat berharga terutama dalam melakukan pengelolaan kelas agar hasil KBM tetap maksimal. Baik dalam teori maupun praktikum penulis ditantang untuk menyampaikan dengan gaya yang berbeda didalam 3 kelas tersebut. Terkadang dalam membuat soal dan evaluasi pun harus dilaksanakan dengan metode berbeda. Hal ini adalah demi dinamisnya kedua kelas dalam penguasaan materi dan praktikum.

 

  1. Metode dan Media 

    Dalam pelaksanaan pembelajaran penggunaan metode dan media pembelajaran yang tepat sangat penting guna keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran. Pada proses pembelajaran program diklat yang diajarkan oleh praktikan metode yang digunakan yaitu dengan menerapkan metode Ceramah dan Tanya jawab untuk mata pelajaran Elektronika Digital dan Komputer (EDK) dan Mikrokontroller.. Kemudian media yang dipakai adalah media standar seperti white board, spidol, power point, dan proyektor. Sedangkan untuk Mikrokontroller ditambah seperangkat computer, software proteus, dan trainer( modul) mikrokontroller.

     

    Selanjutnya dalam penyampaian materi diupayakan kondisi peserta diklat dalam keadaan tenang dan kondusif agar memudahkan semua peserta diklat dalam mencerna pelajaran yang disampaikan, disela-sela penyampaian materi diberikan kesempatan kepada setiap peserta diklat untuk menyampaikan pertanyaan bila dalam penjelasan masih terdapat hal yang kurang jelas, setelah itu diberikan penjelasan yang sedetail mungkin.

     

  2. Evaluasi Pembelajaran dan Penilaian 

    Untuk evaluasi pembelajaran penulis membuat tiga buah jenis tagihan, yaitu:

     

    1. Tugas Mandiri Terstruktur (TMT), dilakukan dengan memberikan tes evaluasi tertulis (formatif). Dilaksanakan sebanyak satu kali selama PPL. Dari TMT tersebut diperoleh nilai yang kemudian diolah yang kemudian diambil nilai akhir. 

    2. Tugas Mandiri Tidak Terstruktur (TMTT), berupa tugas individu yang diberikan kepada siswa diakhir pelajaran setelah proses PBM selesai dan dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya. 

    3. Penilaian Praktikum dan Pengamatan Sikap, dilakukan dengan pengamatan keaktifan siswa saat KBM dan ujian praktik untuk mengetahui seberapa tingkat penguasaan materi praktik. Untuk penilaian praktikum didasarkan pada persiapan praktik yang terdiri dari kesiapan penguasaan teori, pembuatan program dan simulasi program dengan software. Kemudian penilaian proses yang terdiri dari keaktifan, kekreatifan dan ketuntasan praktikum, serta penilaian laporan yang terdiri dari sistematika laporan dan ketuntasan soal dan tugas pengamatan. Sedangkan bentuk instrumen evaluasi yang dipakai adalah soal pilihan ganda, uraian dan skala sikap. 

    4. Ketrampilan Mengajar Lainnya 

      Dalam praktik mengajar, seorang pendidik harus memiliki beberapa cara pembelajaran lain sebagai pendukung dalam menerapkan metode pembelajarannya. Hal ini dikarenakan tidak setiap metode pembelajaran yang diterapkan dan dianggap cukup untuk diterapkan memiliki nilai yang baik. Penguasaan terhadap kondisi kelas dengan melakukan pendekatan dan asimilasi sangat perlu untuk mengkondusifkan suasana kelas.

       

      Penulis sendiri dalam melaksanakan praktik mengajar terkadang memunculkan hal yang dianggap lucu untuk menanggapi perilaku siswa di kelas sekedar untuk menarik kembali perhatian siswa, atau dengan tiba-tiba melontarkan pertanyaan. Selain itu penulis juga menggunakan metode pembelajaran yang lain yaitu dengan menggunakan metode studi kasus atau masalah. Metode ini menampilkan kasus-kasus atau permasalahan yang timbul di dunia industri, seperti sistem control mesin-mesin, system pengaman dan lain-lain.

       

  3. Umpan Balik dari Guru Pembimbing. 

    Dalam satu pekan sekali penulis selalu melakukan evaluasi dan konsultasi dengan guru pembimbing baik mengenai kondisi siswa maupun materi serta praktikum yang dijalankan. Guru pembimbing dengan lugas memberikan solusi dan motivasi dari permasalahan yang dihadapi selama kegiatan PPL dilaksanakan.

     

  1. Analisis Hasil Pelaksanaan dan Refleksi PPL 

Dengan jumlah praktik PPL yang sangat terbatas penulis sebenarnya merasa cukup kesulitan untuk membuat analisis tentang hasil pelaksanaan PPL, karena dikhawatirkan evaluasi secara parsial yang penulis lakukan nantinya tidak dapat mewakili hasil analisis yang sesungguhnya. Namun demikian penulis akan memberikan analisis didasarkan dari refleksi pelaksanan KBM.

 

  1. Konsultasi secara berkesinambungan dengan guru pembimbing sangat diperlukan demi lancarnya pelaksanaan mengajar. Banyak hal yang dapat dikonsultasikan dengan guru pembimbing, baik materi, metode maupun media pembelajaran yang paling sesuai dan efektif dilakukan dalam pembelajaran kelas. 

  2. Metode yang disampaikan kepada peserta diklat harus bervariasi sesuai dengan tingkat pemahaman siswa. 

  3. Memberikan motivasi pada tiap siswa yang merasa kurang mampu dalam praktik. 

  4. Memberikan evaluasi baik secara lisan maupun tertulis dapat menjadi umpan balik dari peserta didik untuk mengetahui seberapa banyak materi yang telah disampaikan dapat diserap oleh peserta didik. 

  5. Memberikan catatan-catatan khusus pada siswa yang kurang aktif pada setiap kegiatan pembelajaran. 

Faktor pendukung dan penghambat kegiatan PPL dapat diuraikan sebagai berikut:

 

  • Faktor Pendukung Selama Pelaksanaan PPL 

    • Antusias sebagian besar siswa sangat baik dalam mengikuti KBM. 

    • Ruang teori yang mendukung untuk PBM 

    • Media pembelajaran yang bervariatif 

    • Koordinasi yang sangat baik dengan guru mata pelajaran dan guru-guru lain 

  • Faktor penghambat selama pelaksanaan PPL 

  1. Belum adanya buku pegangan untuk siswa 

  2. Perilaku beberapa siswa yang terkadang mengganggu konsentrasi belajar dari siswa lain, misalnya lebih senang bercanda atau mengajak ngobrol saat guru menjelaskan 

  3. Tingkat kemampuan dan karakter siswa yang berbeda antara satu dengan yang lainnya 

  4. Banyaknya waktu yang terpotong untuk libur 

  5. Perilaku beberapa siswa yang terkadang mengganggu konsentrasi belajar dari siswa lain, misalnya lebih senang bercanda atau mengajak ngobrol saat guru menjelaskan, dll. 

  • Manajemen Faktor Pendukung dan Penghambat 

    Untuk menjaga kelancaran proses PBM ini maka perlu adanya manajemen antar kedua faktor tersebut. Hal ini merupakan pembelajaran yang sangat luar biasa bagi penulis.

     

  1. Kurangnya alokasi waktu PBM. 

    Alokasi waktu 4 jam pelajaran EDK dan Mikrokontrloller dalam seminggu dirasa masih kurang memenuhi standar PBM, seiring dengan bahan materi yang akan disampaikan kepada siswa. Hal ini terlihat saat berlangsungnya PBM, yang mana penulis masih sering kelewat batas waktu yang telah ditentukan.

     

    Untuk mensiasati masalah tersebut, penulis berusaha menyampaikan materi dengan menggunakan proyektor dan memberikan softcopy kepada siswa untuk mengulang pelajaran dirumah.

     

  2. Ruang praktikum dan peralatan praktek yang kurang memadai. 

    Kondisi ini disebabkan oleh kondisi ruangan yang terasa panas ketika mulai siang meskipun AC telah dinyalakan. Perangkat komputer yang jumlahnya masih minimal dibandingkan dengan jumlah siswanya.

     

    Sebagai upaya untuk mengatasi hal tersebut penulis mencoba menerapkan aturan-aturan, diantara lain:

     

  • Menghidupkan AC dan semua kipas angin yang berada di ruangan. 

  • Satu komputer dipakai untuk tiga sampai empat siswa. 

  1. Belum adanya buku pegangan untuk siswa. 

    Mata pelajaran EDK dan Mikrokontroller untuk siswa SMK Elin merupakan mata pelajaran dasar yang menjadi gambaran atau pengetahuan awal siswa dalam mengenal dunia dunia elektronika , banyak buku pegangan maupun bacaan untuk tingkat SMK maupun umum yang telah beredar dari berbagai penerbit terkait maupun internet, namun dari pihak sekolah khususnya jurusan belum ada upaya pengadaan buku pegangan bagi setiap siswa.

     

    Sebagai upaya untuk mensiasatinya, penulis dalam menyampaikan materi dengan menuliskan di papan tulis dan memberikan softcopy.

     

  2. Perilaku beberapa siswa yang terkadang mengganggu konsentrasi belajar dari siswa lain, misalnya lebih senang bercanda atau mengajak ngobrol saat guru menjelaskan. 

    Sebagai solusi penulis sering bertindak tegas kepada siswa yang cenderung mengganggu siswa lain dalam belajar, dengan teguran langsung dan himbauan bertingkat.

     

  3. Tingkat kemampuan dan karakteristik siswa yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. 

    Dikarenakan masukan input siswa yang bervariatif dan lingkungan kelas yang berbeda maka berdampak pada pengetahuan tingkat kemampuan dan kharakteristik siswa yang berbeda pula. Untuk menyikapi hal ini maka penulis melakukan evaluasi berkala hampir pada setiap akhir pertemuan hal ini untuk mengukur daya tangkap siswa. Selain itu metode yang dipergunakan juga dengan pendekatan yang berbeda dalam penyampaian teori dan praktikum.

     

    Sedangkan untuk menghindari rasa jenuh dalam proses pembelajar maka penulis melakukan kreasi dan improvisasi dengan memanfaatkan fasilitas yang ada. Selain itu improvisasi juga bisa dilakukan dengan hal yang berbau humor juga diberikan.

     

    Metode studi kasus atau masalah juga penulis terapkan untuk memberi gambaran di dunia industry. Berbagai kreasi tersebut dilakukan agar dalam proses belajar mengajar dapat tercapai lebih maksimal.

     

                                                                                                 BAB 3

                                                                                              PENUTUP

 

CONTOH LAPORAN KKN PPL Saran

 

Ada beberapa saran dari penulis yang diharapkan dapat dijadikan rujukan untuk KKN-PPL kedepan antara lain sebagai berikut:

 

  1. Bagi Pihak Sekolah

     

    1. Agar lebih meningkatkan hubungan baik dengan pihak UNY yang telah terjalin selama ini sehingga timbul hubungan timbal balik yang saling menguntungkan. Termasuk koordinasi menyangkut jumlah mahasiswa yang ditempatkan di lokasi beserta bidang kehliannya. 

    2. Agar lebih memperhatikan masalah sarana dan prasarana belajar yang ada, termasuk peralatan praktikum. Alat-alat bantu KBM yang telah ada perlu diperbaiki dan dirawat atau bahkan ditambah guna menunjang kelancaran dan keberhasilan KBM di sekolah. 

    3. Sekolah perlu membuat aturan tegas dan menerapkan sistem manajemen waktu dan koordinasi yang baik antara guru dan piket harian untuk mengatasi ketidaktertiban siswa. 

  2. Bagi Pihak UPPL UNY

     

    1. Agar lebih mempertahankan dan meningkatkan hubungan baik dengan sekolah-sekolah yang dijadikan sebagai lokasi PPL. Termasuk sosialisasi dan koordinasi intensif menyangkut pelaksanaan kegiatan KKN-PPL mahasiswa dengan pihak sekolah. 

    2. Program pembekalan PPL hendaknya lebih dioptimalkan dan lebih ditekankan pada permasalahan kongkrit di lapangan agar hasil pelaksanaan PPL lebih maksimal. Termasuk perlunya sosialisasi, pengkajian dan pencarian solusi efektif terhadap permasalahan yang timbul di lokasi PPL untuk menghindari permasalahan yang sama dengan periode sebelumnya. 

    3. Agar bimbingan dan dukungan moril dari dosen pembimbing tetap dipertahankan dan lebih ditingkatkan agar mahasiswa praktikan dapat menjalankan tugasnya dengan baik. 

  3. Bagi Mahasiswa

     

    a.    Hendaknya sebelum mahasiswa praktikan melaksanakan PPL terlebih dahulu mempersiapkan diri dari segi mental dan moral serta dalam bidang pengetahuan seperti teori/praktik, sehingga mahasiswa dapat melaksanakan PPL dengan baik.

     

    b.    Mahasiswa praktikan senantiasa menjaga nama baik lembaga atau almamater, khususnya nama baik diri sendiri selama melaksanakan PPL dan mematuhi segala tata tertib yang berlaku pada sekolah tempat pelaksanaan PPL dengan memiliki disiplin dan rasa tanggung jawab yang tinggi.

     

    c.    Mahasiswa praktikan hendaknya dapat memanfaatkan waktu selama melaksanakan PPL dengan maksimal untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang sebanyak-banyaknya baik dalam bidang pengajaran maupun dalam bidang manajemen pendidikan.

     

    d.    Mahasiswa praktikan harus bersedia menerima masukan dan memberikan masukan agar dapat melaksanakan tugas yang diberikan oleh pihak sekolah. Mahasiswa diharapkan juga senantiasa menjaga hubungan baik antara mahasiswa dengan pihak sekolah baik itu dengan para guru, staf atau karyawan dan dengan siswa.CONTOH LAPORAN KKN PPL

deva | November 17th, 2011 | 1 Comment
      Pin It






Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.

  • RECENT

  • Recent Comments