Informasi terbaru terlengkap terbaik

YOUTH AND LIFESTYLE

Random Post
Penggunaan Future Continuous tense atau Future Progressive Tense dalam bahasa inggris

Penggunaan Future Continuous tense atau Future Progressive Tense dalam bahasa inggris

Penggunaan Future Continuous tense atau Future Progressive Tense dalam bahasa inggris Rumusnya adalah: Subject + will + be +( verb1+ing) + object + modifier Subject […]

Selengkapnya »

Contoh Proposal Skripsi

Contoh Proposal Skripsi

Anda mahasiswa yang sedang galau dengan skripsi? skripsi memang gongnya kuliah S1 artinya setiap mahasiswa s1 harus menempuh skripsi untuk mendapatkan gelar sarjana. untuk menyusun skripsi diperlukan persiapan yang sangat ekstra mulai dari mengumpulkan bahan, membuat ide, membuat proposal, lalu itupun kalau judulnya di terima dosen, kalau tidak maka mulai dari awal lagi yaitu persiapan dan ide kembali.

Proposal skripsi merupakan pintu masuk menuju golnya sebuah skripsi, proposal yang baik dan benar akan sangat mempengaruhi dosen dalam mempertimbangkan apakah skripsi anda akan diloloskan atau tidak. Proposal juga berperan sebagai pintu utama dalam masa masa skripsi, yang jika proposal anda baik, maka niscaya ke belakangnya juga akan baik pula menuju suksesnya anda menikmati bangku panas pendadaran.

Contoh Proposal Skripsi

disini devamelodica akan sedikit share tentang proposal skripsi, yang kebetulan ini adalah proposal skripsi saya yang sudah lolos dan di acc oleh dosen saya, proposal saya mengangkat judul “Hubungan antara tingkat pendapatan orang tua, fasilitas belajar dan komunitas teman sebaya dengan minat melanjutkan studi perguruan tinggi pada siswa kelas XII  SMK Muhammadiyah Kulon progo tahun ajaran 2011/2012”. silahkan di baca dan dipelajari, mungkin bisa sedikit membantu pembaca fans devamelodica dalam menentukan ide dan minimal sudah bisa menerawang tentang penyusunan sebuah proposal skripsi.

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar Belakang Masalah

Pendidikan mempunyai peranan penting sebagai ujung tombak dalam menentukan masa depan bangsa, tanpa pendidikan tidak akan ada penerus cita-cita luhur untuk mencapai kesejahteraan dan kemajuan bangsa. Melalui pendidikan yang berkualitas maka masyarakat mempunyai peranan dalam melakukan perubahan dan pembangunan bangsa. Pendidikan berkualitas bisa ditempuh melalui Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas sampai Perguruan Tinggi. Pendidikan berguna untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penerapan teknologi hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki tingkat pendidikan yang baik dan memadai.

Minat untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi hendaknya selalu dipupuk sejak siswa mulai memasuki Sekolah Menengah Atas maupun Sekolah Menengah Kejuruan karena pada dasarnya minat itu akan tumbuh melalui serangkaian proses. Minat itu harus senantiasa dipupuk melalui berbagai cara, misalnya dengan cara memberikan informasi yang terkait tentang perguruan tinggi, adanya pendekatan efektif yang bisa dilakukan oleh keluarga maupun pihak sekolah untuk membangkitkan minat siswa serta adanya lingkungan sekitar yang kondusif untuk menciptakan minat melanjutkan ke perguruan tinggi. Menurut harjono notodiharjo terdapat beberapa pertimbangan yang bersifat sosial ekonomi serta memiliki hubungan dengan variabel seperti umur, jenis kelamin, tahun terakhir di Sekolah Menengah Atas, jumlah anak dan teman-teman diluar sekolah.(Hardjono notodiharjo, 1990:18).

Salah satu faktor yang berhubungan dengan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi adalah tingkat pendapatan orang tua. Kondisi keuangan  sangat menentukan dalam pemenuhan kebutuhan hidup seperti pangan, sandang, papan, kesehatan maupun pendidikan. Asumsi dasar terkait dengan pendapatan adalah semakin tinggi tingkat pendapatan semakin tinggi pula tingkat kesejahteraannya. siswa dalam rangka melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Orang tua yang memiliki  pendapatan yang mencukupi secara finansial sangat menentukan siswa dalam memperoleh kemudahan dalam belajar. Hal ini sangat diperlukan dalam rangka menumbuhkan minat siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Selain faktor tingkat pendapatan orang tua fasilitas belajar juga sangatmenentukan kenyamanan dan semangat belajar siswa.Menurut Sadirman (2001: 6), fasilitas belajar adalah segala sesuatu yang dapat mempermudah dan memperlancar hasil belajar yang dicapai. Sedangkan menurut The Liang Gie (2002:33) untuk belajar yang baik hendaknya tersedia lain. Sehingga sangat jelas bahwa fasilitas belajar dapat menunjang tercapainya mutu pendidikan yang baik. Jadi pada prinsipnya fasilitas belajar adalah segala sesuatu yang memudahkan untuk belajar. Dengan tersedianya fasilitas yang memadai diharapkan siswa akan memperoleh kenyamanan, semangat belajar dan prestasi yang baik.

Selain faktor tingkat pendapatan orang tua dan fasilitas belajar faktor lain yang berhubungan dengan minat siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi adalah faktor komunitas teman sebaya. Komunitas teman sebaya terdiri dari sekelompok anak yang emiliki umur relatif sama dan memiliki kesukaan maupun hobi yang sama. Faktor komunitas teman sebaya di lingkungan tempat tinggal maupun di lingkungan sekolah sangat menentukan memberikan dorongan positif untuk kelanjutan studinya, karena dalam penentuan sebuah keputusan biasanya anak remaja masih cenderung dipengaruhi/mengikuti pendapat teman-temannya.

Maka berdasarkan paparan di atas, penulis tertarik untuk meneliti permasalahan tersebut dengan judul “Hubungan antara tingkat pendapatan orang tua, fasilitas belajar dan komunitas teman sebaya dengan minat melanjutkan studi perguruan tinggi pada siswa kelas XII  SMK Muhammadiyah Kulon progo tahun ajaran 2011/2012”.

 

  1. B.    Identifikasi Masalah
    1. Pendidikan mempunyai andil besar dalam menentukan masa depan bangsa.
    2. Minat siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi belum optimal.
    3. Komunitas teman sebaya kurang memberikan mendukung yang baik bagi kelanjutan studi.
    4. Informasi, bimbingan dan konseling mengenai kelanjutan studi ke perguruan tinggi belum optimal.
    5. Adanya perbedaan tingkat pendapatan orang tua antar siswa.
    6. Adanya perbedaan fasilitas belajar yang dimiliki siswa.

 

  1. C.    Pembatasan Masalah

Agar permasalahan yang diteliti tidak terlalu luas ruang lingkupnya dan banyaknya faktor yang berhubungan dengan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi, maka penulis membatasi permasalahan dalam penelitian ini adalah faktor tingkat pendapatanorang tua, fasilitas belajar, komunitas teman sebayadan minat melanjutkan ke perguruan tinggi pada siswa kelas XII SMK Muhammadiyah Kulon progo tahun ajaran 2011/2012.

 

  1. D.    Rumusan Masalah

Sesuai dengan identifikasi masalah dan pembatasan masalah yang telah dikemukakan, maka permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut.

  1. Bagaimanahubungan tingkat pendapatan orang tua siswa kelas XII SMK Muhammadiyah Kulon progo denganminat melanjutkan ke perguruan tinggi?
  2. Bagaimana hubungan fasilitas belajar siswa kelas XII SMK Muhammadiyah Kulon progo dengan minat melanjutkan ke perguruan tinggi?
  3. Bagaimana hubungankomunitas teman sebaya siswa kelas XII SMK Muhammadiyah Kulon progodengan minat melanjutkan ke perguruan tinggi?
  4. E.    Tujuan Penelitian
    1. Mengetahui Hubungan tingkat pendapatan orang tua siswa dengan minat siswa SMK Muhammadiyah Kulon progo melanjutkan ke perguruan tinggi.
    2. Mengetahui Hubungan fasilitas belajar siswa dengan minat siswa SMK Muhammadiyah Kulon progo melanjutkan ke perguruan tinggi.
    3. Mengetahui Hubungan komunitas teman sebaya dengan minat siswa SMK Muhammadiyah Kulon progo melanjutkan ke perguruan tinggi.
  5. F.     Manfaat Penelitian
    1. Bagi siswa, mendapatkan informasi tentang pentingnya melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi dan dapat menumbuhkan semangat belajar.
    2. Bagi guru, mendapat informasi data pendukung untuk meningkatkan prestasi belajar siswa yang dapat diperhatikan dalam dukungan orang tua, fasilitas belajar dan komunitas belajar siswa sebagai pertimbangan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
    3. Bagi sekolah, dapat melakukan perbaikan-perbaikan dalam proses pembelajaran, informasi dan fasilitas untuk meningkatkan Prestasi belajar siswa dalam upaya menghasilkan lulusan SMK yang kompeten dan mempunyai minat yang tinggi untuk melanjutkan studi yang lebih tinggi.


Contoh Proposal Skripsi


BAB II

KAJIAN PUSTAKA

 

  1. A.    Deskripsi Teori
    1. 1.      Minat melanjutkan ke perguruan tinggi.

Minat menunjukkan adanya suatu ketertarikan terhadap sesuatu. Menurut Crow and row dalam djaali mengatakan bahwa “ minat berhubungan dengan gaya gerak yang mendorong seseorang untuk menghadapi atau berurusan dengan orang, benda, kegiatan, pengalaman yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri.(Djaali, 2007:121) Minat ini dapat ditunjukkan dengan lebih menyukai sesuatu hal daripada yang lainnya ataupun dapat ditunjukkan dengan melakukan suatu aktivitas yang disenanginya.

  1. 2.      Tingkat pendapatan Orangtua

Tingkat pendapatan Orang tua merupakan salah satu tolok ukur faktor pendukung minat siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Orang tua turut bertanggung jawab terhadap masyarakat, karena anak-anak hari ini akan menjadi penduduk dikemudian hari, jika generasi hari ini memperoleh pendidikan yang keliru, maka bisa dipastikan masyarakat dikemudian hari akan menjadi buruk. Tanggung jawab inilah yang membuat orang tua menyiapkan anggaran untuk pendidikan anaknya. Orang tuaadalah orang yang pertama dan utama yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup dan pendidikan anaknya ( Hasbullah, 2001 : 39 ). Oleh karena itu, sebagai orang tua harus dapat membantu dan mendukung terhadap segala usaha yang dilakukan oleh anaknya serta dapat memberikan pendidikan informal guna membantu pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut serta untuk mengikuti atau melanjutkan pendidikan pada program pendidikan formal di sekolah.

Untuk memenuhi kebutuhan materiil siswa tentunya berkaitan dengan pendapatan di dalam keluarga itu sendiri.Keluarga yang memiliki pendapatan tinggi akan dengan mudah memenuhi biaya kebutuhan pendidikan anak yang meliputi sumbangan BP3, peralatan sekolah, transportasi, sarana belajar dirumah, baju seragam, biaya ekstra kurikuler, dan tidak terkecuali uang saku anak. Dan sebaliknya, keluarga yang memiliki pendapatan rendah akan kesulitan dalam memenuhikebutuhan anak.

Berdasarkan uraian tersebut di atas mengenai material yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya, dapat disimpulkan bahwa potensi seorang anak itu akan dapat berkembang dengan baik apabila terrpenuhi semua kebutuhan belajar akan lebih mudah dalam meraih prestasi dibandingkan dengan siswa yang tidak pernah mendapat perhatian, bimbingan dan dukungan dari orang tuanya.

 

  1. 3.      Fasilitas Belajar

Dalam bukunya, Arikunto, S. (1987:6) berpendapat bahwa fasilitas adalah segala sesuatu yang dapat memudahkan dan melancarkan pelaksanaan suatu usaha. Jadi yang dimaksud dengan fasilitas belajar adalah segala alat yang dirancang untuk memudahkan pelaksanaan proses dan pencapaian tujuan serta hasil belajar. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan mengenai fasilitas belajar, yaitu segala peralatan atau bentuk lain yang direncanakan dan dirancang untuk mencapai hasil belajar yang diharapkan dan dapat menunjang keberhasilan belajar secara optimal.

Fasilitas dapat dikelompokan kedalam dua jenis, yaitu : 1) fasilitas fisik dan 2) fasilitas uang. Jenis fasilitas fisik inilah yang akan menjadi bahan telaah dalam bab ini. Fasilitas fisik adalah segala sesuatu yang berupa benda atau yang dapat dibendakan. Yang termasuk fasilitas belajar bisa berupa perpustakaan, buku pelajaran, modul, alat-alat pelajaran, papan tulis, white board, OHP, dan lain sebagainya. Sedangkan fasilitas uang adalah segala sesuatu yang bersifat mempermudah suatu kegiatan sebagaiakibat bekerjanya nilai uang.Fasilitas merupakan penunjang tercapainyatujuan pendidikan. Fasilitas yang dimaksud adalah fasilitas sekolah yangmeliputi semua peralatan serta perlengkapan yang langsung digunakandalam proses pendidikan di sekolah.

 

  1. B.    Penelitian yang Relevan

Penelitian yang relevan dimaksudkan unutk memberikan gambaran tentang hubungan antar dukungan orangtua, fasilitas belajar dan proses belajar terhadap prestasi belajar dari peneliti sebelumnya. Berikut hasil-hasil penelitian yg relevan:

  1. Tarik Widayanti (2005) menyimpulkan penelitiannya bahwa ada pengaruh positif antara motivasi dan dukungan orangtua terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Akuntansi pada siswa kelas II MA Al-Asror Patemon Gunungpati Semarang tahun ajaran 2004/2005.
  2. Amin Amruloh (2011) menyimpulkan penelitiannya bahwa terdapat pengaruh yang positif antara minat, fasilitas dan proses belajar terhadap hasil belajar pada mata pelajaran PDTM.
  3. Yali sularsa (2007) dalam penelitiannya yang berjudul “ Hubungan antara tingkat pendapatan orang tua dan motivasi belajar dengan minat melanjutkan studi keperguruan tinggi pada siswa kelas III SMA I Godean tahun ajaran 2006/2007”.

 

  1. C.    Hipotesisi Penelitian

Hipotesis pada penelitian ini adalah:

  1. Terdapat hubungan positif antara tingkat pendapatan orangtua denganminat siswa SMK Muhammadiyah Kulon progo untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.
    1. Terdapat hubungan positif antara fasilitas belajar  dengan minat siswa SMK Muhammadiyah Kulon progo untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.
    2. Terdapat hubungan positif antara komunitas teman sebaya belajar dengan minat siswa SMK Muhammadiyah Kulon progo untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

 

 BAB III

METODE PENELITIAN

 

  1. A.    Desain Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang menggunakan  pendekatan kuantitatif yaitu semua informasi diwujudkan dalam angka dan dianalisis berdasarkan analisis statistik. Selain itu penelitian ini bersifat expost facto. Penelitian expost facto adalah penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya kejadian tersebut (Sugiyono, 2005:7). Penelitian ini dimaksudkan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan dengan cara mencari besarnya pengaruh variabel-variabel bebas terhadap variabel terikat.

 

  1. B.     Definisi Operasional Variabel Penelitian

Berdasarkan teori-teori yang telah dikemukakan, maka definisi operasional masing-masing variabel penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Minat siswa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi (Y).

Minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi merupakan minat yang dimiliki oleh siswa yang membuat dirinya mempunyai perasaan senang, tertarik dan mendorong dirinya untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Minat ini  ada ketika adanya keinginan dari siswa untuk mendapatkan keterampilan dan mengasah kemampuannya yang kelak sangat dibutuhkan di dunia kerja yang mempunyai tingkat persaingan tinggi seperti saat ini.

  1. Variabel bebas dalam penelitian ini tingkat pendapatan orang tua siswa (X1), Fasilitas belajar (X2) dan Komunitas teman sebaya (X3)adalah :
    1. Tingkat pendapatan orangtuaadalah pendapatan bersih rata-rata perbulan yang diperoleh oleh ayah maupun ibu yaitu meliputi pendapatan pokok dan pendapatan tambahan. Dalam penilitian ini pendapatan orang tua diperoleh dari pendapatn bersih orang tua.
    2. Fasilitas belajar adalah segala peralatan atau bentuk lain yang direncanakan dan dirancang untuk mencapai prestasi belajar yang diharapkan dapat menunjang keberhasilan belajar secara optimal.
    3. Komunitas teman sebaya merupakan komunitas dimana didalamnya terdiri dari kumpulan anak-anak yang memiliki umur relatif sama, minat yang sama, memiliki kebiasaan yang relatif sama dan memiliki interaksi yang bisa memberikan pengaruh yang kuat terhadapnya. Dalam penilitian ini komunitas teman sebaya diukur menggunakan angket berdasarkan indikator interaksi sosial yang dilakukan di lingkungan tempat tinggal dan lingkungan teman belajar, keterlibatan individu dalam berinteraksi dan dukungan teman sebaya.
    4. C.    Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SMK Muhammadiyah Kulon progo dengan waktu penelitian bulan April-Juni 2012.

  1. D.    Populasi dan Sampel Penelitian
    1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XII SMK Muhammadiyah Kulon progo yang jumlahnya 144 orang.

  1. Sampel

Pemilihan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik Probability Sampling jenis Stratified Random Sampling. Peserta didik yang akan dijadikan sasaran sampel penelitian menggunakan taraf kesalahan 5% dengan bantuan Nomogram Hary King.

  1. E.     Teknik Pengumpulan Data

Menurut Suharsimi Arikunto (2006:222) metode pengumpulan data adalah cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk teknik mengumpulkan data. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

  1. Angket (kuesioner)

Angket (kuesioner) adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui (Suharsimi Arikunto, 2006:151). Angket dalam penelitian ini terdiri dari daftar butir-butir pertanyaan yang dibagikan kepada responden dan dipergunakan untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan variabel tingkat pendapatan Orang Tua siswa, Fasilitas Belajar dan komunitas teman sebaya.

 

  1. Dokumentasi

Dokumentasi berasal dari kata dokumen, yang artinya barang-barang tertulis. Suharsimi Arikunto (2006: 158) menyatakan bahwa “Di dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian dan sebagainya”.  Teknik ini digunakan untuk mengetahui Minat siswa Kelas XIISMK Muhammadiyah Kulon progo Tahun Ajaran 2011/2012 untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi yang telah menempuh pelajaran dengan melihat nilai ulangan harian yang dimiliki guru.

 

  1. F.     Instrumen Penelitian

Instrumen merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Pada penelitian ini menggunakan angket tertutup (kuesioner) dan dokumentasi sebagai instrumen utama guna mengukur variabel-variabel yang akan diukur. Pada angket menggunakan skala Likert dengan 4 alternatif jawaban yang tersedia, dimana jawaban setiap item instrumen mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif. Pengisian angket ini dengan cara setiap responden harus memilih satu di antara 4 alternatif jawaban yang ada dari masing-masing item, tidak ada jawaban benar atau salah, setiap jawaban mempunyai skor berbeda. Melalui skala Likert variabel-variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator-indikator.

Adapun kisi-kisi penyusunan instrumen angket adalah sebagai berikut:

Tabel 1. Kisi-Kisi instrumen

No.

Variabel

Indikator

Item

Sumber data

1

 

2

3

4

Minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi

Tingkat pendapatan orang tua

Fasilitas belajar

Komunitas Teman sebaya

-   Adanya perasaan senang.

-   Adanya keinginan.

-   Adanya perhatian.

-   Adanya dorongan dan kemauan.

-   Adanya harapan.

-   Penghasilan pokok

-   Penghasilan tambahan.

-   Fasilitas fisik

-   Fasilitas uang

-   Interaksi dengan linkungan

 ( tempat tinggal dan sekolah)

-   Keterlibatan individu dalam interaksi

-   Pengaruh dan dukungan teman sebaya

Siswa

Siswa

Siswa

Siswa

 

Adapun skor untuk masing-masing alternatif jawaban adalah:

  1. Variabel tingkat pendapatan Orang Tua

Angket terbuka dengan memberikan alternatif jawaban tingkat penghasilan pokok dan penghasilan tambahan.

  1. Komunitas teman sebaya

1)      Skor 1 untuk alternatif jawaban Tidak Sesuai

2)      Skor 2 untuk alternatif jawaban Kurang Sesuai

3)      Skor 3 untuk alternatif jawaban Sesuai

4)      Skor 4 untuk alternatif jawaban Sangat Sesuai

  1. Variabel Fasilitas Belajar

1)      Skor 1 untuk alternatif jawaban Kurang Baik

2)      Skor 2 untuk alternatif jawaban Cukup Baik

3)      Skor 3 untuk alternatif jawaban Baik

4)      Skor 4 untuk alternatif jawaban Sangat Baik

 

  1. Validitas Instrumen

Suharsimi Arikunto (2006:168)mengemukakan bahwa “Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen”. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat. Uji validitas butir pertanyaan dalam penelitian ini akan menggunakan rumus korelasi Product Moment dari Karl Pearson, yaitu:

 

Keterangan:rxy           : Koefisien korelasi antara X dan Y

N     : Jumlah responden

Σ X : Jumlah skor butir pertanyaan

Σ Y : Jumlah skor total pertanyaan

Σ XY           : Total perkalian X dan Y

(Σ X2)         : Total kuadrat skor butir

(Σ Y2)         : Total kuadrat skor total

(Suharsimi Arikunto, 2006: 170)

Harga r hitung kemudian akan dikonsultasikan dengan r tabel pada taraf signifikansi 5%. Jika nilai r hitung lebih besar atau sama dengan r tabel  maka butir dari instrumen yang dimaksud adalah valid. Begitupun sebaliknya jika diketahui nilai r hitung lebih kecil dari r tabel maka instrumen tersebut tidak valid.

 

  1. Reliabilitas Instrumen

Syarat kedua dari suatu instrumen yang baik adalah harus reliabel. Suatu instrumen dikatakan reliabel jika intrumen tersebut ketika dipakai untuk mengukur suatu gejala yang sama dalam waktu yang berlainan akan menunjukkan hasil yang sama.  “Instrumen  yang sudah dapat dipercaya, yang reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga” (Suharsimi Arikunto, 2006: 178).

Menguji reliabilitas instrumen dipergunakan rumus Alpha, rumus ini digunakan karena angket atau kuesioner yang dipergunakan dalam penelitian ini tidak terdapat jawaban yang bernilai salah atau nol. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Suharsimi Arikunto (2006:196) “Rumus Alpha digunakan untuk mencari reliabilitas instrumen yang skornya bukan 1 atau 0, misalnya angket atau soal bentuk uraian”. Rumus Alpha adalah sebagai berikut:

 

 

Keterangan:

: reliabilitas instrumen.

: banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal.

: jumlah varians butir

: varians total

(Suharsimi Arikunto, 2006:196)

 

Selanjutnya hasil perhitungan r11 yang diperoleh diinterpretasikan dengan tabel pedoman untuk memberikan interpretasi terhadap koefisien korelasi. Tabel pedoman yang digunakan adalah tabel pedoman menurut Sugiyono (2007: 231) berikut ini:

Tabel 4. Interpretasi Nilai r

Interval Koefisien

Interpretasi

0,80 – 1,000

0,60 – 0,799

0,40 – 0,599

0,20 – 0,399

0,00 – 0,199

Sangat Kuat

Kuat

Sedang

Rendah

Sangat Rendah

 

Instrumen dapat dikatakan reliabel  jika koefisien Alpha sama dengan atau lebih besar dari 0,600.

 

  1. G.    Teknik Analisis Data

Teknik analisis data adalah suatu cara yang dilakukan untuk mengolah data agar dihasilkan suatu kesimpulan yang tepat. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisa deskriptif dan pengujian hipotesis dengan menggunakan analisis korelasi ganda melalui media alat analisis SPSS guna mengetahui taraf signifikansi hubungan antara tingkat pendapatan orang tua, fasilitas belajar dan komunitas teman sebaya dengan minat siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi..

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Amin Suprapto, ( 2007 ). “Minat masuk perguruan tinggi siswa kelas III program keahlian teknik instalasi listrik  pada SMK di Purworejo”, Skripsi , FT UNS

Arikunto, S (2002). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Rrevisi). Jakarta:

Bumi Aksara.

Arikunto,S.(2006).ProsedurPenelitianSuatuPendekatanPraktik.Jakarta: RinekaCipta.

Djaali. (2011). Psikologi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.

Kurjono. (2010). Proses belajar Mengajar dengan Aspek-aspeknyna Panduan bagiPara Pendidik, Mahasiswa dan Para Praktisi Pendidikan. Bandung: ProgramStudi Pendidikan Akuntansi: Tidak diterbitkan.

Muhibbin Syah. (2009). Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Slameto (2003). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta:

Rajagrafindo Persada.

Sugiyono (2003). Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Alfabeta.

Yari Sularsa, (2007). “Hubungan antara tingkat pendapatan orang tua dan motivasi belajar dengan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi pada siswa kelas III SMA Godean Tahun ajaran 2006/2007”, Skripsi.FISE UNY

 

sekian Contoh Proposal Skripsi

deva | April 16th, 2012 | 11 Comments
      Pin It
[fbcomments]


  1. RIKIRIDOMI says:

    cuma sikok nilah jang……..????
    kate yang laen pe..??

  2. ass..mau tanya skripsi ini menggunakan metode apa ya?

  3. Welony Eppy says:

    contoh skripsi nya sngat membantu mksih yaaa….

  4. Olfa AsoOka says:

    sanagt mmbantu mksih.. :)

  5. Indah Surya says:

    thanks for preparing example off the tesis.

  6. ada nggak ya proposal tntng kuantitatif 2 variabel? tolong dnk di psting.

  7. ada nggak ya proposal tntng kuantitatif 2 variabel? tolong dnk di psting.

  8. yari sularsa says:

    terima kasih sudah mengangkat salah satu hasil skripsi saya. mudah-mudahan bermanfaat bagi temen teman yang mengalami kesulitan dalam menyusun Skripsi. Walaupun membuat skripsi nampak susah tapi sebenarnya tidak sesulit yang di bayangkan. asalkan ada kemauan dan tekad pasti cepat selesai.

    yari sularsa

    • devamelodica says:

      owh mbaknya to yang punya skripsi,,ia sama sama mbak,,,, memang seperti itu dalam skripsi itu pasti ada di bab 3 kalau ga salah tentang penelitian yang relevan





Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.