Informasi terbaru terlengkap terbaik

YOUTH AND LIFESTYLE

Random Post
Chord Lirik Kunci Gitar Cinta Itu Buta Mahadewa

Chord Lirik Kunci Gitar Cinta Itu Buta Mahadewa

Chord Lirik Kunci Gitar Cinta Itu Buta Mahadewa [intro] Bm A G A Em F#m G A Bm     G   A           F# cinta itu adalah pengorbanan Bm     G       D       A pengorbanan adalah cinta Bm     G     A         F# cinta itu tangis dan tawa Bm   A    G        F#m      Em cinta adalah hati, hati adalah cinta Bm     G   A           F# cinta itu adalah kerinduan Bm   G        D     A kerinduan adalah cinta Bm    G       A       F# cinta itu nikmat dan perih Bm  A     G          F#m      Em […]

Selengkapnya »

Contoh Teori Minat Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi Pada Skripsi Pendidikan Lengkap Dengan Daftar Pustaka

Contoh Teori Minat Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi Pada Skripsi Pendidikan Lengkap Dengan Daftar Pustaka – kali ini deva akan membantu anda semua yang sedang bersusah payah mencari artikel atau teori untuk skripsi, banyak sekali judul skripsi tentang pendidikan , namun kali ini yang saya share adalah skripsi saya yang salah satu indikatornya adalah membahas tentang minta melanjutkan studi ke perguruan tinggi, siapa tahu anda juga mengambil judul ini dan bisa menjadikan referesni, namun jangan di kopas 100 persen ya dan cantumkan sumbernya dari blog saya ini jika anda sudah mengambil artikel saya ini.

Contoh Teori Minat Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi Pada Skripsi Pendidikan Lengkap Dengan Daftar Pustaka

Contoh Teori Minat Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi Pada Skripsi Pendidikan Lengkap Dengan Daftar Pustaka

  1. Minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi
    1. Pengertian minat melanjutkan ke perguruan tinggi

Sukardi (1987:25) mengemukakan bahwa “Minat belajar adalah suatu kerangka mental yang terdiri dari kombinasi gerak perpaduan dan campuran dari perasaan, prasangka, cemas dan kecenderungan-kecenderungan, lain yang biasa mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu.

Minat menunjukkan adanya suatu ketertarikan terhadap sesuatu. Menurut Crow and row dalam Djaali mengatakan bahwa “ minat berhubungan dengan gaya gerak yang mendorong seseorang untuk menghadapi atau berurusan dengan orang, benda, kegiatan, pengalaman yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri.(Djaali, 2007:121) Minat ini dapat ditunjukkan dengan lebih menyukai sesuatu hal daripada yang lainnya ataupun dapat ditunjukkan dengan melakukan suatu aktivitas yang disenanginya.

Menurut The Liang Gie (1995 : 129) suatu minat dalam belajar merupakan suatu kewajiban yang menyertai seseorang ke kelas dan menemani seseorang selama tugas studi, dengan demikian memungkinkan seseorang berhasil dalam kegiatan studi.

 

Ada beberapa definisi lain yang dikemukakan oleh para ahli tentang minat, antara lain :

  1. Doyles Fryer

Minat adalah gejala psikis yang berkaitan dengan objek atau aktifitas yang menstimulir perasaan senang pada sesuatu. (Wayan Nurkancana dan Sumartana, 1986 : 229)

  1. Jersild dan Tasch

Minat menyangkut aktifitas – aktifitas yang dipilih secara bebas oleh individu. (Wayan Nurkancana dan Sumartana, 1986 : 229)

8

9

The Liang Gie

Minat adalah suatu sikap batin dalam diri seseorang, tumbuhnya bermuara pada berbagai dorongan batin. (The Liang Gie, 1995 : 130)

Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa minat melanjutkan perguruan tinggi  yaitu gejala psikis yang menimbulkan perasaan senang untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dan dipengaruhi oleh faktor – faktor yang saling berhubungan.

Kuder mengidentifikasikan minat menjadi 10 kelompok sebagai berikut :

  1. Minat terhadap alam sekitar yaitu minat terhadap pekerjaan -  pekerjaan yang berhubungan dengan alam binatang dan tumbuh – tumbuhan.
  2. Minat mekanis yaitu minat terhadap pekerjaan yang bertalian dengan mesin atau alat – alat teknik.
  3. Minat hitung – menghitung yaitu minat terhadap jabatan yang membutuhkan perhitungan – perhitungan.
  4. Minat terhadap ilmu pengetahuan yaitu minat untuk menemukan fakta – fakta baru dan pemecahan problem.
  5. Minat persuasif yaitu minat terhadap pekerjaan yang berhubungan mempengaruhi orang lain.
  6.   Minat seni yaitu minat terhadap pekerjaan yang berhubungan dengan kesenian kerajinan dan kreasi tangan.
  7. Minat literer yaitu minat yang berhubungan dengan membaca dan menulis berbagai karangan.

10

Minat musik yaitu minat terhadap masalah – masalah musik, seperti menonton konser, memainkan alat – alat musik dan sebagainya.

  1.   Layanan sosial yaitu minat terhadap pekerjaan membantu orang lain.
  2.   Minat klerikal yaitu minat yang berhubungan dengan pekerjaan administratif.

(Wayan Nurkancana dan Sumartana, 1986 : 238)

Ada beberapa alasan mengapa guru perlu mengadakan pengukuran terhadap minat anak, yaitu :

  1. Untuk meningkatkan minat anak – anak.
  2. Memelihara minat yang baru timbul.
  3. Mencegah timbulnya minat terhadap hal – hal yang tidak baik.
  4. Sebagai persiapan untuk memberikan bimbingan kepada anak tentang lanjutan studi atau pekerjaan yang cocok baginya.

(Wayan Nurkancana dan Sumartana, 1986 : 230)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia(2005:744) “minat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu, gairah keinginan”. Menurut Slameto (2003:57) minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang diperhatikan terus menerus yang disertai dengan rasa senang. Jadi berbeda dengan perhatian karena perhatian bersifat sementara(tidak dalam waktu lama) dan belum tentu diikuti dengan perasaan senang. Sedangkan minat selalu diikuti perasaan senang dan disitu diperoleh kepuasan. Menurut Muhibin Syah(2009:175) minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi adalah ketertarikan siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi yang tumbuh secara sadar dalam diri siswa tersebut. Ketertarikan tersebut menyebabkan siswa memberikan perhatian yang lebih terhadap perguruan tinggi yang akan mereka masuki.

Dari beberapa pendapat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa minat adalah suatu sikap yang membuat seorang senang, tertarik, mencurahkan perhatian terhadap obyek tertentu dan mempunyai keinginan yang kuat untuk mencari atau terlibat langsung dengan obyek yang disenanginya tersebut. Siswa yang mempunyai ketertarikan  pada perguruan tinggi akan mendorong siswa untuk melanjutkan studinya ke perguruan tinggi. Siswa tersebut akan cenderung berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai yang dicita-citakan.

Perguruan tinggi merupakan lanjutan setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah menengah atas. Ada beberapa faktor yang mendorong seseorang melanjutkan studi ke perguruan tinggi yaitu keinginan meningkatkan kemampuan diri secara akademik sehingga memperbesar peluang kerja, kebutuhan untuk memenuhi tuntutan dunia usaha demi kesejahteraan hidup dan perhatian dalam memperdalam ilmu agar lebih bisa mandiri melaui pendidikan yang lebih tinggi.

  1. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat melanjutkan ke perguruan tinggi

Minat dapat didefinisikan secara sederhana yaitu kecenderungan individu (siswa) untuk memusatkan perhatian rasa lebih suka dan rasa ketertarikan terhadap suatu objek atau situasi tertentu. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi minat menurut Moh. Surya (1999) adalah sebagai berikut :

  1. Faktor-faktor yang bersumber pada siswa itu sendiri
  2. Tidak mempunya tujuan yang jelas. Jika tujuan melanjutkan perguruan tinggi sudah jelas, maka siswa cenderung menaruh minat terhadap melanjutkan perguruan tinggi sebab melanjutkan perguruan tinggi akan merupakan suatu kebutuhan dan cenderung menaruh minat terhadap melanjutkan perguruan tinggi. Dengan demikian besar kecilnya minat siswa dalam melanjutkan perguruan tinggi tergantung pada tujuan melanjutkan perguruan tinggi yang jelas dari siswa.
  3. Bermanfaat atau tidaknya sesuatu yang dipelajari bagi individu siswa. Apabila melanjutkan perguruan tinggi kurang dirasakan bermanfaat bagi perkembangan dirinya, siswa cenderung untuk menghindar.
  4. Adanya masalah atau kesukaran kejiwaan. Masalah atau kesukaran kejiwaaan ini misalnya adanya gangguan emosional, rasa tidak senang, gangguan-gangguan dalam proses berfikir semuanya akan mempengaruhi minat melanjutkan perguruan tinggi siswa.
    1. Faktor-faktor yang bersumber dari lingkungan sekolah
    2. Cara menyampaikan informasi. Dalam proses informasi tentang perguruan tinggi, penyampaian oleh guru sangat menentukan minat melanjutkan perguruan tinggi siswa.
    3. Adanya konflik pribadi antara guru dengan siswa. Adanya konflik pribadi antara guru dengan siswa ini akan mengurangi proses informasi perguruan tinggi, tetapi dengan adanya konflik tersebut menyebabkan minat siswa berkurang lebih jauh lagi kemungkinan bisa hilang.
    4. Suasana lingkungan  sekolah. Suasana lingkungan sekolah sangat berpengaruh terhadap minat melanjutkan perguruan tinggi siswa..
      1. Faktor-faktor yang bersumber dari lingkungan keluarga dan masyarakat.
      2. Masalah Broken Home. Masalah-masalah yang terjadi dari pihak orang dan keluarga akan mempengaruhi minat belajar siswa.
      3. Perhatian utama siswa dicurahkan kepada kegiatan-kegiatan diluar sekolah. Pada saat ini di luar sekolah banyak hal-hal yang dapat menarik minat siswa yang dapat mengurang minat siswa terhadap belajar seperti kegiatan olah raga atau bekerja.
        1. Indikator minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Menurut Muhibin Syah(2009:175) sebagaimana dijelaskan bahwa minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi adalah kecenderungan yang mengarahkan siswa untuk memilih perguruan tinggi sebagai kelanjutan setelah lulus sekolah menengah yang ditandai dengan perasaan senang, adanya keinginan, perhatian, dorongan dan kemauan, kebutuhan dan harapan.

Pada umumnya minat seseorang terhadap sesuatu akan diekspresikan melului kegiatan atau aktivitas yang berkaitan dengan minatnya. Sehingga untuk mengetahui indikator minat dapat dilihat dengan cara menganalisa kegiatan-kegiatan yang dilakukan individu atau objek yang disenanginya, karena minat merupakan motif yang dipelajari yang mendorong individu untuk aktif dalam kegiatan tertentu.

Seperti halnya pendapat yang diungkapakan Agus Sujanto (2004:92) mengenai minat yaitu, “minat sebagai sesuatu pemusatan perhatian yang tidak sengaja yang terlahir dengan penuh kemauannya dan tergantung dari bakat dan lingkungannya”. Hal senada diungkapkan juga oleh Witherington dalam Buchori (1991:135) yang berpendapat bahwa, “minat merupakan kesadaran seseorang terhadap suatu obyek, seseorang, soal atau situasi yang bersangkutan dengan dirinya. Selanjutnya minat harus dipandang sebagai suatu sambutan yang sadar dan kesadaran itu disusul dengan meningkatnya perhatian terhadap suatu obyek”. Dari pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa minat dicirikan dengan adanya pemusatan perhatian atau meningkatnya perhatian terhadap sesuatu.

Menurut Djaali (2007), “minat adalah rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada sesuatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh”. Hal senada diungkapkan pula oleh  Slameto (2010) bahwa, “minat sebagai kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan terus-menerus yang disertai rasa senang”. Dari pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa minat dicirikan dengan rasa lebih suka, rasa tertarik atau rasa senang sebagai bentuk ekspresi terhadap sesuatu hal yang diminati.

Selain itu menurut Syaiful Bahri Djamarah (2008:132) mengungkapkan bahwa minat dapat diekpresikan anak didik melalui :

  1. Pernyataan lebih menyukai sesuatu daripada yang lainnya,
  2. Partisipasi aktif dalam suatu kegiatan yang diminati, serta
  3. Memberikan perhatian yang lebih besar terhadap sesuatu yang diminatinya tanpa menghiraukan yang lain (fokus)

Dari beberapa pendapat para ahli di atas, dapat diketahui ciri-ciri/indikator adanya minat pada seseorang dari beberapa hal, antara lain: adanya perasaan senang, pernyataan lebih menyukai dari pada yang lain, adanya rasa ketertarikan, adanya peningkatan perhatian, adanya pemusatan perhatian, adanya aktivitas serta keterlibatan secara aktif pada kegiatan tersebut yang merupakan akibat dari rasa senang dan perhatian.

Contoh Teori Minat Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi Pada Skripsi Pendidikan Lengkap Dengan Daftar Pustaka

berikut adalah daftar pustakanya sob

Hardjono Notodiharjo. (1990). Pendidikan tinggi dan tenaga kerja tingkat tinggi di Indonesia. Jakarta : Universitas Indonesia

Sardiman, A.M (2009). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

The Liang Gie (2002). Cara Belajar Yang Efisien. Yogyakarta : Pusat Kemajuan Studi.

 

Sukardi  ( 1987 ). Bimbingan dan Penyuluhan.. Surabaya : Usaha Nasional

Djaali. (2007). Psikologi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.

Gie, The Liang ( 1995 ). Cara belajar Yang Efisien. Yogyakarta : Liberty

Wayan Nurkancana dan Sumartana. 1986. Evaluasi Pendidikan. Bandung : tarsito

Departemen pendidikan nasional. (2005). Kamus besar bahasa indonesia. Jakarta. Balai Pustaka.

Chaplin, James P. (2002 ).Kamus Psikologi. Jakarta : Rajawali

 

Mohamad Surya. (1999). Dalam Proses Belajar Mengajar, Bandung: PT Remaja Rosda Karya.

 

Agus Sujanto. (2004). Psikologi Umum. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

 

Buchori. (1991). Psikologi Pendidikan. Jakarta. PT. Aksara Baru.

 

Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta.

Djaali. (2007).Psikologi Pendidikan. Jakarta:Bumi Aksara.

Djamarah, Syaiful Bahri. ( 2008 ). Psikologi belajar

Jakarta: Rineka Cipta

Muhibbin Syah. (2009). Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Sukirno, Sadono.1997. Pengantar Teori Mikro Ekonomi. Jakarta : Raja Grafindo Persada

BPS. 2000.statistik Industri Sedang dan Besar , Jakarta : BPS

Christpher Pass dan Bryan Lowes. 1994. Kamus Lengkap Ekonomi,. Jakarta: Erlangga,

 

 

Kadariyah, Analisa Pendapatan Nasional, (Jakarta: Bina Aksara, 1981)

 

Thamrin Nasution dan Nur Halijah Nasution, Peranan Orang Tua dalam

Meningkatkan Prestasi Belajar Anak, (Yogyakarta: Gunung Mulia, 1989),

 

Hg. Suseno Triyanto Widodo, Indikator Ekonomi Dasar Perekonomian Indonesia,

(Yogyakarta: Kanisius, 1990),

 

Mulyanto Sumardi dan Hans Dieter-Evers, Kemiskinan dan Kebutuhan Pokok,

(Jakarta: Rajawali, 1982),

 

Michael P. Todaro, Pembangunan Ekonomi di Dunia ke-3, terj. Haris Munandar,

(Jakarta: erlangga, 1999),

 

 

BPS, 2002. Jawa tengah Dalam Angka Semarang : BPS

 

Oemar Hamalik (2003). Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara

Suharsimi dan Lia. (2008). Manajement Pendidikan, Yogyakarta: Aditya Media

 

 

The Liang Gie  (2004). Cara Belajar Yang Baik Bagi Mahasiswa. Yogyakarta :  Gajah Mada University Press

 

 

 

 

Abu Ahmadi.(2007). Sosiologi pendidikan. Jakarta : PT Rineka Cipta

Umar Tirtarahrdja dan La Sulo. (2005). Pengantar Pendidikan.Jakarta : Pusat Pembukuan Depdiknas Penerbit Rineka Cipta

Abu Ahmadi.(2007). Sosiologi pendidikan. Jakarta : PT Rineka Cipta

 

Amin Suprapto, ( 2007 ). “Minat masuk perguruan tinggi siswa kelas III program keahlian teknik instalasi listrik  pada SMK di Purworejo”, Skripsi , FT UNS

 

Arikunto, S (2002). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Rrevisi). Jakarta:

Bumi Aksara.

 

Arikunto,S.(2006).ProsedurPenelitianSuatuPendekatanPraktik.Jakarta: RinekaCipta.

 

Departemen pendidikan nasional. (2005). Kamus besar bahasa indonesia. Jakarta. Balai Pustaka.

 

Djaali. (2011). Psikologi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.

 

Kurjono. (2010). Proses belajar Mengajar dengan Aspek-aspeknyna Panduan bagi Para Pendidik, Mahasiswa dan Para Praktisi Pendidikan. Bandung: ProgramStudi Pendidikan Akuntansi: Tidak diterbitkan.

 

Muhibbin Syah. (2009). Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

 

Slameto (2003). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta:

Rajagrafindo Persada.

 

Sugiyono (2003). Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Alfabeta.

 

Umar Tirtarahrdja dan La Sulo. (2005). Pengantar Pendidikan.Jakarta : Pusat Pembukuan Depdiknas Penerbit Rineka Cipta

sekian dan terima kasih, semoga bisa membantu anda sekalian dalam menyusun skripsi ini, dan ingat hargai saya sebagi penyusunnya dengan menyertakan link sumber jika anda mengcopy artikel ini.

 

 

deva | December 24th, 2012 | No Comments
      Pin It






Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.

  • RECENT

  • Recent Comments