Informasi terbaru terlengkap terbaik

YOUTH AND LIFESTYLE

Random Post
Gwen Priscilla Personel Baru Mahadewi

Gwen Priscilla Personel Baru Mahadewi

Gwen Priscilla Personel Baru Mahadewi Mahadewi kembali mendapatkan personel barunya setelah hengkangnya Tata yang memilih untuk bersolo karir.Gwen terpilih lewat proses audisi. Gwen Priscilla Personel […]

Selengkapnya »

Contoh Teori Motivasi Belajar Untuk Skripsi

Contoh Teori Motivasi Belajar Untuk Skripsi – berikut adalah contoh teori motivasi belajar untuk menyusun skripsi lengkap dengan kutipan kutipannya.

Contoh Teori Motivasi Belajar Untuk Skripsi

2.1.1   Tinjauan tentang Motivasi Belajar

2.1.2.1 Pengertian Motivasi

Menurut Abin Syamsudin (2009:37) menyatakan, ”Motivasi merupakan (1) suatu kekuatan (power), tenaga (force) atau daya (energi), (2) suatu keadaan yang komplek (a complete state), kesiapsediaan (prepatory) dalam diri individu untuk bergerak kearah tujuan tertentu baik disadari maupun tidak disadari”.

Mc. Donald (Oemar Hamalik, 2003:173) mengatakan bahwa, “motivation is energi change within the person characterize by affective arousal and anticipation goal reaction”

Motivasi tercipta karena adanya usaha atau energi dari dalam diri manusia, Mc. Donald merumuskan tiga unsur kandungan dalam motivasi yang saling berkaitan dalam diri manusia yang ditimbulkan dari perasaan dan reaksi yang ingin mencapai tujuan sebagai berikut:

  1. Motivasi dimulai dari adanya perubahan energi dalam pribadi. Perubahan-perubahan dalam motivasi timbul dari perubahan-perubahan tertentu di dalam neurofisiologis dalam organism manusia. Misalnya adanya perubahan dalam sistem pencernaan akan menimbulkan motif lapar. Akan tetapi ada juga perubahan energi yang tidak diketahui.
  2. Motivasi ditandai dengan timbulnya perasan, mula-mula merupakan keterangan psikologis, lalu merupakan suasana emosi. Suasana emosi ini menimbulkan kelakuan yang bermotif. Perubahan ini mungkin disadari, mungkin juga tidak. Kita dapat mengamatinya pada perubahan.
  3. Motivasi ditandai oleh reaksi-reaksi untuk mencapai tujuan. Pribadi yang bermotivasi mengadakan respon-respon yang tertuju kearah suatu tujuan. Repon-respon itu berfungsi mengurang ketegangan yang disebabkan oleh perubahan energi dalam dirinya. Setiap respon merupakan suatu langkah kearah pencapaian tujuan.

Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa motivasi merupakan tenaga, kekuatan atau daya yang ada pada diri seseorang sehingga menimbulkan reaksi-reaksi yang ditandai dengan timbulnya hasrat/keinginan yang mendorong untuk mencapai tujuan.

2.1.2.2 Pengertian Motivasi Belajar

Sardiman (2009:75) mengungkapkan definisi motivasi belajar:

Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar dapat tercapai.

Berdasarkan pendapat diatas, motivasi belajar berperan sangat penting terkait dengan keberhasilan pencapaian tujuan belajar, dimana semakin kuat motivasi belajar siswa maka makin tinggi pula usaha yang dilakukan guna pencapaian tujuan belajar tersebut dan berlaku pula sebaliknya.

Dengan demkian dapat diambil kesimpulan bahwa motivasi belajar adalah dorongan atau kekuatan dalam diri seseorang untuk melakukan kegiatan belajar untuk mencapai tujuan yang dikehendaki.

2.1.2.3 Indikator Motivasi Belajar

Motivasi merupakan pendorong atau daya penggerak yang dapat melahirkan kegiatan bagi seseorang. Meskipun motivasi merupakan daya gerak, namun tidaklah merupakan substansi yang dapat diamati. Motivasi belajar siswa dapat diukur untuk mengetahui besarnya motivasi yang dimiliki oleh masing-masing individu. Akan tetapi, kita tidak dapat mengukurnya secara langsung. Pengukuran motivasi belajar siswa dapat dilakukan dengan melihat beberapa indikator-indikator dalam bentuk perilaku individu yang bersangkutan.

Adapun indikator-indikator tersebut, seperti yang dikemukakan oleh Makmun (dalam Engkoswara 2010:210), yaitu:

  1. Durasi kegiatan (berapa lama penggunaan waktunya untuk melakukan kegiatan).
  2. Frekuensi kegiatan (berapa sering kegiatan dalam periode waktu tertentu).
  3. Persistensinya (ketetapan dan kelekatannya) pada tujuan kegiatan.
  4. Devosi (pengabdian) dan pengorbanan (uang, tenaga, fikiran, bahkan jiwa dan nyawanya).
  5. Ketabahan, keuletan, dan kemampuannya dalam menghadapi rintangan dan kesulitan untuk mencapai tujuan.
  6. Tingkat aspirasinya (maksud, rencana, cita-cita, sasaran, atau target, dan ideologinya) yang hendak dicapai dengan kegiatan yang dilakukan.
  7. Tingkat kualifikasinya prestasi atau produk atau output yang dicapai dari kegiatannya (berapa banyak, memadai atau tidak, memuaskan atau tidak).
  8. Arah sikapnya terhadap sasaran kegiatan (like or dislike, positif atau negatif).

Contoh Teori Motivasi Belajar Untuk Skripsi

Sekian, semoga bisa membantu buat para teman teman yang galau dengan skripsi pendidikan, semoga bermanfaat, dan tetap kunjungi devamelodica dot com, tongkrongannya remaja gaul. terima kasih Contoh Teori Motivasi Belajar Untuk Skripsi

deva | November 29th, 2012 | 4 Comments
      Pin It


  1. terima kasih, artikel anda sangat membantu. salam kenal.

    • devamelodica says:

      sama sama,,saya akan trus share tentang teori teori tapi tentang pendidikan karena saya kuliahnya di pendidikan,,silahkan berdiskusi di blog saya ini,,insya Allah saya akan membantu





Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.

  • Recent Comments