Informasi terbaru terlengkap terbaik

YOUTH AND LIFESTYLE

Random Post
Chord lirik lagu Avenged Sevenfold – Nightmare

Chord lirik lagu Avenged Sevenfold – Nightmare

Chord lirik lagu Avenged Sevenfold – Nightmare  Dm— x4 Nightmare!!!!!!!! (Now your nightmare comes to life) Verse 1: F Dm Dragged ya down below F […]

Selengkapnya »

Diminished dan Augmented

Diminished dan Augmented Setelah mengetahui chord mayor dan minor yang merupakan chord yang sangat umum dalam lagu- lagu yang mungkin sering di bawakan pengamen – pengamen ataupun hanya genjreng- genjreng, biasanya mereka memainkan chord mayor dan minor, namun sebenarnya masih ada banyak lagi jenis chord yang bisa di bangun dan di aplikasikan di fingerboard gitar, seperti dim,aug,7th,Maj7th, sus, sus4, 6th,dan masih banyak lagi. Namun saya hanya akan mengulas yang secara umum digunakan saja dalam lagu – lagu biasa yang sering bisa kita nyanyikan dengan gitar, kali ini saya akan mengulas pembentukan chord diminished dan augmented.

1. Diminished

Diminished dibangun dari rumus 1-b3-b5 dari mayor scalenya. Misal kita akan membangun C diminished, maka kita keluarkan dulu C mayor scalenya yaitu C-D-E-F-G-A-B-C . dari pattern itu nada ke tiga diturunkan setengah nada ( flatted third), dan nada ke lima juga diturunkan setengah nada ( flatted five) pada mayor scalenya, sehingga di dapatkan C Diminished = C-Eb-Gb. Ini juga dirumuskan minor + minor = diminished, karena C-Eb adalah minor dari skala C dan Eb-Gb juga minor dari skala Eb. Begitupun seterusnya untuk chord diminished yang lain.

Lalu kita lakukan fingering atau penjariannya pada fingerboard yang mungkin tidak usah saya jelaskan lagi karena sudah di bahas pada postingan sebelumnya. Maka didapat pola seperti ini

Dari pola di atas dari no 1 sampai 4 adalah C F# D# dan C, ingat!! F#=Gb dan D#=Eb, terbukti kan?

Chord diminished biasa dituliskan Xdim, misal Cdim,Ddim,Edim dll.

Untuk pola diminished yang lain adalah :

C dim = C – Eb – Gb
G dim = G – Bb – Db
D dim = D – F – Ab
A dim = A – C – Eb
E dim = E – G – Bb
B dim = B – D – F
F# dim = F# – A – C
Gb dim = Gb – A – C
Db dim = Db – E – G
C# dim = C# – E – G
Ab dim = Ab – B – D
Eb dim = Eb – Gb – A
Bb dim = Bb – Db – E
F dim = F – Ab – B

2 . Augmented

Augmented dibangun dari rumus 1-3-#5 dari scala mayornya. #5 berarti nada ke lima dinaikkan setengah nada (sharped fifth ). Misal membangun C augmented , kita keluarkan dulu mayor Cnya C-D-E-F-G-A-B-C maka chord augmentednya adalah C Augmented = C-E-G#.

Bentuk di fingerboardnya adalah

Jika di pahami maka beda dari C mayor = C E G dan C aug = C E G# di letak titik nadanya maka ditambahkan atau ditekan nada G# nya, hanya menambahkan G# pada open strings yang tadinya G, hmm pusing ya,,,hehe,cermati saja gambar di atas.

Biasanya augmented di tuliskan X+ atau Xaug misal C+ atau Caug dst.

Bentuk lainnya adalah

C aug = C – E – G#
G aug = G – B – D#
D aug = D – F# – A#
A aug = A – C# – F
E aug = E – G# – C
B aug = B – D# – G
F# aug = F# – A# – D
Gb aug = Gb – Bb – D
Db aug = Db – F – A
C# aug = C# – E# (or F) – A
Ab aug = Ab – C – E
Eb aug = Eb – G – B
Bb aug = Bb – D – F#
F aug = F – A – C#

sekian Diminished dan Augmented

deva | October 27th, 2011 | 14 Comments
      Pin It

Tagged with: CHORDdiminished dan augmentedgitar



  1. imam says:

    brow, chord dim dan aug itu di pakainya dalam situasi apa ya, bukannya sebuah lagu pake kunci dasar saja sudah bisa dimainkan ?

    • devamelodica says:

      memang benar,,namun untuk menghasilakn kesan emosi tertentu dibutuhkan chord2 tertentu pula,,,,kita liat saja misal yang gampang di rasakan yaitu chord mayor 7…misal C7 E7 D7 dsb,,,,emosi emosi chord 7 sprti itu sangat banyak ditemukan pada lagu2 melo,,,,lihat saja misal lagu kemesraan,,saat mau masuk ke reff pasti di selipkan chord 7 itu,,,jika kamu bisa merasakan maka akan jauh berbeda antara mayor biasa dengan mayor 7,,nah seperti itu bro penggunaan chord chord lanjutan seperti ini

  2. imam says:

    ow gitu ,
    Lagi brow
    1. Kalau misal sebuah lagu nada dasarnya C kalau nada dasarnya dinaikin kenapa jadi D ? kok gak C# ?
    2. Kalau di tab harus memetik dua senar misal senar 6 dan 4 Itu cara picking nya gimana padahal hanya pegang 1 pick , apakah harus di genjreng ? Kalau ia berarti harus mematikan senar 1 2 3 dan 5 ?

    • devamelodica says:

      oke bro,,,,,,,
      1. nada/chord dalam gtar terserah mau dinaikin atau diturunin berapa,,,itu digunakan untuk menyesuaikan kuat tidaknya vokal dalam menyanyikan lagu yang bernada asli seperti penciptanya,, kadang lagu cewek kalau di nyanyikan cowok harus di turunkan,sebaliknya lagu cowok kalau dinyanyikan cewek harus dinaikkan,,untuk menaikkan nada/ menurunkan nada itu bebas,,,nada C menjadi D itu naik 2 fret kalau dalam gitar atau 2 oktaf,,,nada C ke C# namanya naik setengah fret/ 1 oktaf… gitu bro,,jadi bebas mau menaikkan berapa oktaf saja itu bebas,,asal semua nada juga ikut dinaikkan juga,,,

      2. jika ingin oicking senar 6 dan 4 dengan 1 pick itu bisa di genjreng atau dipetik tergantung situasi,,untuk senar 6 dan 4 jika dipetik bareng/ digenjreng maka otomatis senar lainnya harus di mute,,,nah anda harus latihan ngemute senar 123 dan 5 nya bro,karena agak susah karena senar 5 antara senar 6 dan 4 dan harus di mute untuk 1 senar saja,,,,tapi saya yakin jika berlatih keras pasti bisa

  3. imam says:

    mengerti brow….
    sekarang tentang melodi brow, bedanya teknik legato dg stacato , ama contohnya kalo ada .,..

    • devamelodica says:

      cara memainkan melodi adalah 3 cara secara umum
      bisa legato (mulus, bersambung), marcato
      (jelas), staccato (terpisah), Cara memainkan ini disebut artikulasi Artikulasi ini terkait dengan
      timing antara satu nada dengan nada
      berikutnya. Pada melodi yang legato, nada
      baru berhenti dibunyikan setelah nada
      berikutnya mulai berbunyi, atau tepat
      menyambung dengan nada sebelumnya. Pada
      marcato satu nada dengan nada berikutnya
      tidak tersambungkan. Sedangkan pada staccato
      setiap nada dimainkan terpisah jauh satu sama
      lain, sehingga terdengar ‘meloncat-loncat’ ,, kalau pada gitar biasanya yang enak ya dengan melodi yang sambung menyambung yang timingnya tidak terlalu panjang,,jadi perpaduan antara legato dan marcato,,tapi tergantung jenis lagunya juga bro imam,,,,

  4. imam says:

    trus
    1. kalo misal sebuah lagu chord nya C G Am Em F C Am G , skala melodinya di apa ?
    2. kalo chord nya Am Em F C Am G , skala melodinya di apa ?
    3. Trus kalo nada dasarnya dinaikin dari C ke C# gimana dengan melodinya ?

  5. devamelodica says:

    silahkan baca lagi postingan tentang skala mayor dan minor mas,,, disitu sudah ada ketentuan jika c mayor skalanya seperti gmna, jika a minor skalanya jg gmna sudah ada,,tinggal mengembangkan saja

    untuk nada dinaikkan maka kenaikan nada itu juga harus sesuai dengan nada ygndinaikkan, misal nada dasar C dinaikkan ke C#, jawabannya kembali sprti di atas, silahkan baca lg post saya tentang skala mayor,, di situ sudah lengkap skala mayor untuk semua nada

  6. imam says:

    jadi kalo sebuah lagu nada dasarnya C , skala melodinya di C yaitu C D E F G A B C (diatonik) , gitu ya bro ??? terus kalau yg skala pentatonik buat apa ??

  7. Yeremia Toni says:

    thanks buat info.
    semoga bermanfaat untuk banyak orang.

  8. puhawang says:

    Bisa dijelaskan tentang penggunaan chord diminished Gan? sebenarnya saya masih baru belajar gitar, tapi kalau mayor minor saya sudah menguasai. Lebih jelasnya pada saat yang bagaimana chord diminished itu digunakan? terima kasih Gan… Mohon bantuannya :)

    • devamelodica says:

      Sebagai Approaching Chord (chord “pendekat”). Setiap chord pada progression dapat “didekati” menggunakan chord Diminished. Contoh:

      C – | F – F#dim7 | G – |,
      C – Gbdim7 | F – |,
      dll.

      Sebagai Passing Chord (padanan kata: chord ‘penghubung”). Chord Diminished dapat menjadi penghubung secara chromatic pada dua buah chord diatonic. Movement (padanan kata: pergerakan) pada bass sebesar halftone akan menghasilkan movement yang lebih smooth dan secara harmonic akan lebih rich dibandingkan dengan movement dengan wholetone (jika chord diasumsikan pada root position/root pada bass). Contoh:

      Dm7 – D#dim7 – Em7 (chord Dm7 dan Em7 merupakan chord diatonic, sedangkan chord D#dim7 merupakan chord chromatic),
      Em7 – Ebdim7 – Dm7,
      dll.

      Satu hal menarik lainnya adalah chord diatonic yang digunakan, tidak hanya terbatas pada root position (bisa dilakukan inversion). Dengan kemungkinan hal tersebut, tentu saja akan lebih menambah “warna” pada progression. Contoh:

      Dm7 – D#dim7 – C6/E (chord ‘terkesan’ descending, tetapi, pada bass merupakan descending),
      FMaj7 – F#dim7 – C6/G,
      Em7 – Ebdim7 – G7/D,
      dll.

      Sebagai chord Dominant. Chord Diminished dapat berfungsi sebagai chord Dominant dan hal ini kerap dijumpai pada musik Jazz. Hal ini terkait pada konsep tritone, di mana chord Diminished memiliki dua buah tritone. Contoh pada chord A7(b9) = A-C#-E-G-Bb. Jika dilakukan eliminasi pada root, akan menjadi C#-E-G-Bb = C#dim7. Dan perlu diingat pula bahwa C#dim7 = Edim7 = Gdim7 = Bbdim7.

      Sebagai chord Dominant, tentu saja chord A7(b9) harus di-resolve dengan chord DMaj atau Dm. Contoh pada progression berikut

      CMaj7 – | Dm7 – | Em7

      Kemudian, kembali sejenak pada konsep approaching chord, progression tersebut menjadi

      CMaj7 – C#dim7 | Dm7 – D#dim7 | Em7

      chord C#dim7 merupakan substitusi dari chord A7(b9) yang harus di-resolve pada chord DMaj atau Dm. Fungsi chord Diminished sebagai chord Dominant tersebut tentu saja menjadi penjelasan mengapa chord Diminished memiliki pula fungsi sebagai approaching chord.

      semoga membantu





Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.

  • Recent Comments