Informasi terbaru terlengkap terbaik

YOUTH AND LIFESTYLE

Random Post
Foto foto cantik dan seksi Gwak Hyun Hwa

Foto foto cantik dan seksi Gwak Hyun Hwa

berikut Foto foto cantik dan seksi Gwak Hyun Hwa Date of Birth / Date Established: January 26, 1981 .Gender: Female. Height / weight: 169 cm […]

Selengkapnya »

KODE BILANGAN

KODE BILANGAN

Berikut  ini  diuraikan secara  singkat  beberapa  jenis  kode  yang  sering  dipergunakan  dalam  teknik digital. SAya sedikit share tentang materi pelajaran teknik digital ini buat anda, namun sekali lagi JANGAN DIGUNAKAN UNTUK NYONTEK YA soalnya penulis paham,banyak yang online lewat hp buat nyontek saat ujian, hehehehehe.

  1. A.      Kode BCD

Seperti telah diterangkan dalam uraian mengenai sistem bilangan oktal dan heksadesimal di bagian depan, untuk menyatakan 1 angka desimal diperlukan 4 angka biner. Tetapi dengan 4 bit sebenarnya dapat dinya-takan 16 macam simbol yang  berbeda  sehingga  kesepuluh  simbol  dalam bilangan  desimal  dapat  dinya- takan  dengan  beberapa  himpunan  (set)  kode  yang  berbeda.  Perlu  dibedakan dengan    tegas    antara    pengkodean    dan  konversi.    Kalau    suatu    bilangan dikonversikan ke bilangan lain maka kedua bilangan itu mempunyai harga/nilai. Sebagai  contoh,  kalau  angka  8  desimal  dikonversikan  ke  biner,  maka  satu- satunya pilihan adalah 1000. Tetapi kalau angka 8 ini dikodekan ke biner, ada bermacam-macam kode yang dapat dibentuk, walaupun hanya terdiri atas 4 bit. Dari bermacam-macam kode untuk angka-angka desimal, kode BCD (singkatan dari Binary Coded Decimal) merupakan kode yang paling sederhana karena kode itu sendiri merupakan konversi dari desimal ke biner.
kode bilangan
Sistem BCD digunakan untuk menampilkan digit desimal sebagai kode biner 4 bit. Kode ini berguna untuk menampilkan angka numerik dari 0 sampai 9 seperti pada jam digital atau voltmeter. Untuk mengubah nilai BCD ke biner, ubah tiap digit desimal ke 4 bit biner.

Contoh soal:

1.         Konversikan bilangan desimal 68310 ke nilai BCDnya.

Penyelesaian: 6         8         3

 

0110   1000   0011 = 0110 1000 0011BCD

Jadi 68310 = 0110 1000 0011BCD

2.    Konversikan bilangan BCD 1001 0101 0111BCD ke nilai desimalnya.

Penyelesaian:  1001  0101  0111

 

9        5         7     =  95710

Jadi 1001 0101 0111BCD  =  95710

Tabel dibawah ini merupakan perbandingan sistem bilangan yang biasanya digunakan dalam sistem komputer dan elektronika digital.

 

Desimal

Biner

Oktal

Heksadesimal

BCD

0

0000  0000

00

00

0000  0000

1

0000  0001

01

01

0000  0001

2

0000  0010

02

02

0000  0010

3

0000  0011

03

03

0000  0011

4

0000  0100

04

04

0000  0100

5

0000  0101

05

05

0000  0101

6

0000  0110

06

06

0000  0110

7

0000  0111

07

07

0000  0111

8

0000  1000

10

08

0000  1000

9

0000  1001

11

09

0000  1001

10

0000  1010

12

0A

0001  0000

11

0000  1011

13

0B

0001  0001

12

0000  1100

14

0C

0001  0010

13

0000  1101

15

0D

0001  0011

14

0000  1110

16

0E

0001  0100

15

0000  1111

17

0F

0001  0101

16

0001  0000

20

10

0001  0110

17

0001  0001

21

11

0001  0111

18

0001  0010

22

12

0001  1000

19

0001  0011

23

13

0001  1001

20

0001  0100

24

14

0010  0000

Table. Tabel BCD

  1. B.       Kode Gray

Dalam  kode  Gray,  setengah  bagian  atas,  yaitu  untuk  kode  desimal  5-9, merupakan bayangan cermin dari pada setengah bagian bawah, yaitu kode untuk desimal 0-4, kecuali untuk bit 3 (bit ke 4 dari kanan). Sifat ini disebut reflective. Di  samping  itu,  seperti  dapat  dilihat  pada  Tabel  4.2  di  depan,  kode  Gray  juga mempunyai sifat bahwa kode untuk desimal yang berturutan berbeda hanya pada 1  bit.  Sifat  ini  sangat  penting  dalam  pengubahan  sinyal-sinyal  mekanis  atau listrik  ke  bentuk  digital.  Sebagai  contoh,  kalau  tegangan  yang  dikenakan  pada suatu voltmeter digital berubah dari 3 volt ke 4 volt (dalam biner dari 0011 ke 0100),  maka  ada  kemungkinan  bit  2  (bit  ke  3  dari  kanan)  akan  berubah  lebih dulu  dari  bit-bit  yang  lain  sehingga  akan  memberikan  penunjukan  sementara 0111 (= 7) yang jelas salah. Dengan penggunaan kode Gray kesalahan seperti ini tidak akan terjadi.

  • Kode Gray biasanya digunakan sebagai data yang menunjukkan posisi dari suatu poros mesin

yang berputar

  • Cara mengubah bilangan desimal ke kode Gray:

Contoh : Ubah bilangan desimal 13 ke kode Gray !

13                                         Desimal

+          +          +                              abaikan bawaannya

1          1          0          1

1          0          1          1                      kode Gray

 

  1. C.      Kode ASCII

Untuk mendapatkan informasi keluar masuknya data di komputer, dibutuhkan informasi seluruh alamat huruf dan simbol yang digunakan untuk pemrosesan data selain perwakilan dari bilangan tersebut. Informasi ini berupa nama, alamat, dan keterangan yang harus dimasukan dan dikeluarkan pada format pembacaan di sistem komputer. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu kode khusus untuk mewakili semua data alfanumeris (huruf, simbol dan bilangan). Kode tersebut disebut juga kode ASCII (American Standard Code for Information Interchange), dinyatakan dalam bit biner. Selain angka dan huruf, kode ini juga menampung karakter pengendali seperti EOF (End of File) sebagai tanda akhir file dan EOL (End of Line) sebagai tanda akhir baris. Kode ini merupakan kode yang paling banyak digunakan untuk pertukaran informasi. Tujuh bit kode ASCII akan menghasilkan 128 kode kombinasi yang berbeda.

Menggunakan tabel ASCII, dapat diperoleh kode ASCII huruf “P” yaitu 0101  0000.

Tabel. Kode Alfanumerik ASCII, EBCDIC, dan Hollerith

Tanda

ASCII

EBCDI

Kartu

Tanda

ASCII

EBCDI

Kartu

NUL

00

00

12,0,9,8,1

@

40

7C

8,4

SOH

01

01

12, 9, 1

A

41

C1

12,1

STX

02

02

12, 9, 2

B

42

C2

12,2

ETX

03

03

12, 9, 3

C

43

C3

12,3

BOT

04

37

9,7

D

44

C4

12,4

ENQ

05

2D

0, 9,8,5

E

45

C5

12,5

ACK

06

2E

0, 9,8,6

F

46

C6

12,6

BEL

07

2F

0,9,8,7

G

47

C7

12,7

BS

08

16

11,9,4

H

48

C8

12,8

HT

09

05

11,9,5

I

49

C9

12,9

LF

0A

25

0,9,5

J

4A

D1

11,1

VT

0B

0B

12,9,8,3

K

4B

D2

11,2

FF

0C

0C

12,9,8,4

L

4C

D3

11,3

CR

0D

0D

12,9,8,5

M

4D

D4

11,4

S0

0E

0E

12,9,8,6

N

4E

D5

11,5

S1

0F

0F

12,9,8,7

O

4F

6

11,6

DLE

10

10

12,11,9,8,1

P

50

D7

11,7

DC1

11

11

11,9,1

Q

51

D8

11,8

DC2

12

12

11,9,2

R

52

D9

11,9

DC3

13

13

11,9,3

S

53

E2

0,2

DC4

14

35

9,8,4

T

54

E3

0,3

NAK

15

3D

9,8,5

U

55

E4

0,4

SYN

16

32

9,2

V

56

E5

0,5

ETB

17

26

0,9,6

W

57

E6

0,6

CAN

18

18

11,9,8

X

58

E7

0,7

EM

19

19

11,9,8,1

Y

59

E8

0,8

SUB

1A

3F

9,8,7

Z

5A

E9

0,9

ESC

1B

24

0,9,7

[

5B

AD

12,8,2

FS

1C

1C

11,9,8,4

\

5C

15

0,8,2

GS

1D

1D

11,9,8,5

]

5D

DD

11,8,2

RS

1E

1E

11,9,8,6

^

5E

5F

11,8,7

US

1F

1F

11,9,8,7

_

5F

6D

0,8,5

blank

20

40

no punch

60

14

8,1

!

21

5A

12,8,7

a

61

81

12,0,1

22

7F

8,7

b

62

82

12,0,2

#

23

7B

8,3

c

63

83

12,0,3

$

24

5B

11,8,3

d

64

84

12,0,4

%

25

6C

0,8,4

e

65

85

12,0,5

&

26

50

12

f

66

86

12,0,6

27

7D

8,5

g

67

87

12,0,7

(

28

4D

12,8,5

h

68

88

12,0,8

)

29

5D

11,8,5

i

69

89

12,0,9

*

2A

5C

11,8,4

j

6A

91

12,11,1

+

2B

4E

12,8,6

k

6B

92

12,11,2

,

2C

6B

0,8,3

l

6C

93

12,11,3

-

2D

60

11

m

6D

94

12,11,4

.

2E

4B

12,8,3

n

6E

95

12,11,5

/

2F

61

0,1

o

6F

96

12,11,6

0

30

F0

0

p

70

97

12,11,7

1

31

F1

1

q

71

98

12,11,8

2

32

F2

2

r

72

99

12,11,9

3

33

F3

3

s

73

A2

11,0,2

4

34

F4

4

t

74

A3

11,0,3

5

35

F5

5

u

75

A4

11,0,4

6

36

F6

6

v

76

A5

11,0,5

7

37

F7

7

w

77

A6

11,0,6

8

38

F8

8

x

78

A7

11,0,7

9

39

F9

9

y

79

A8

11,0,8

:

3A

7A

8,2

z

7A

A9

11,0,9

;

3B

5E

11,8,6

(

7B

8B

12,0

<

3C

4C

12,8,4

|

7C

4F

12,11

=

3D

7E

8,6

)

7D

9B

11,0

>

3E

6E

0,8,6

~

7E

4A

11,0,1

?

3F

6F

0,8,7

DEL

7F

07

12,9,7

*)  ASCII dan EBCDIC ditulis dalam kode Hexadecimal

sekian semoga bermanfaat.

KODE BILANGAN

deva | April 1st, 2012 | 1 Comment
      Pin It

Tagged with: KODE BILANGAN

[fbcomments]


  1. giewahyudi says:

    Pusing deh kalau soal matematika dan angka-angka kayak gini. *menyerah





Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.