DEVAMELODICA [DOT] COM

tongkrongannya remaja gaul

Random Post
Profil lengkap dan foto foto Yesung SUJU Super Junior

Profil lengkap dan foto foto Yesung SUJU Super Junior

Profil lengkap dan foto foto Yesung SUJU Super Junior Postingan kali ini akan mengulas profil Yesung dan Foto Yesung personel SUJU Super Junior yang tentunya […]

Selengkapnya »

Pandangan program penciptaan sekolah tanpa kekerasan

Pandangan program penciptaan sekolah tanpa kekerasan Menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan disiplin sangatlah penting agar siswa dapat mencapai prestasi yang terbaik dan guru dapat menampilkan kinerja yang baik. Kasus- kasus kekerasan yang menimpa pendidikan di Indonesia akhir akhir ini sangatlah mengundang kontroversial.

Pandangan program penciptaan sekolah tanpa kekerasan

Sekolah yang aman, nyaman dan disiplin adalah sekolah yang warga sekolahnya ,bebas dari rasa takut, kondusif untuk belajar dan hubungan antar warga sekolahnya ,positif. Sekolah yang aman, nyaman, dan disiplin menyediakan lingkungan fisik (gedung,kelas, halaman) sekolah yang bersih dan aman.

    Penciptaan kedisiplinan kepada siswa – siswa di sekolah baik tingkat dasar maupun tingkat atas tidak lepas dari peran elemen – elemen sekolah dalam mewujudkan hal itu. Adanya keseimbangan faktor psikologis dan sosial serta emosional dari iklim suatu sekolah dapat membawa citra positif dalam pembentukan karakter disiplin siswa . adanya kecacatan dari salah satu pencitraan itu dapat mengakibatkan suatu penyimpangan dalam sekolah yang bisa menjrus kepada penegakan kedisiplinan secara kekerasan. Hal ini harus dihindari karena kekerasan tidak akan menciptakan iklim sekolah yang seimbang ,yaitu tidak terwujudnya iklim sekolah yang aman, nyaman, dan disiplin.

        Keamanan, kenyamanan dan kedisiplinan suatu sekolah ditentukan oleh nilai-nilaidan sikap warga sekolah, termasuk kepala sekolah, guru, siswa, orang tua. Pada sekolah yang aman, warga sekolah mempunyai komitmen yang mendalam dalam menciptakan dan menjaga sekolah. Insiden intimidasi, kekerasan diselesaikan dengan cepat, efektif dan pemulihan hubungan antar warga sekolah cepat dipulihkan

    Sekolah yang aman, nyaman dan disiplin akan tercapai bila semua warga sekolah:

1.Mengembangkan budaya sekolah yang positif dan fokusnya adalah pada

pencegahan

2.Membangun komunitas sekolah dengan cara saling menghargai, adil,

menerapkan azas persamaan dan inklusi.

3.Mengatur dan mengkomunikasikan secara konsisten prilaku yang diharapkan.

4.Mengajar, memberi contoh dan mendorong prilaku sosial yang bertanggung

jawab yang memberi kontribusi terhadap komunitas sekolah

5. Memecahkan masalah secara damai menghargai perbedaan dan

mengedepankan hak asasi manusia.

6. Bertanggung jawab, dan bermitra dengan masyarakat, untuk memecahkan

masalah keamanan yang penting.

7.Bekerja sama untuk memahami bersama isu – isu tentang kekerasan terhadap siswa yang lemah, hukuman fisik, rasisme,ketidak adilan gender, dan sebagai ketakutan lainnya.

8 Merespon secara positif dan adil segala bentuk kekerasan di sekolah dan menggunakan intervensi untuk meperbaiki kekerasan fisik di sekolah tersebut, dalam hal ini butuh kerjasama antara siswa dan sekolah.

9. Berpartisipasi dalam pengembangan kebikjakan prosedur kemanan sekolah.

10. Selalu memonitor dan mengevaluasi sekolah dalam hal kedisiplinan.

        Dari uraian di atas jelas terjadinya kekerasan dalam penegakan disiplin di sekolah harus dihindarkan, karena pendidikan kedisiplinan dengan menggunakan kekerasan ini tidak akan menciptapan suatu iklim sekolah yang kondusif,aman dan nyaman. Pendidikan kedisiplinan siswa dengan kekerasan justru akan mempengaruhi mental siswa, sehingga dapat mengganggu kenyaman kegiatan belajar yang berlangsung di dekolah.

         Kasus – kasus kekerasan di sekolah yang terjadi marak di Indonesia seperti kekerasan saat OSPEK, saat MOS ( masa orientasi siswa), perponcloan yang terjadi di dalam institusi pendidikan, atau bahkan kekerasan harian yang terjadi di sekolah – sekolah dalam rangka penegakan kedisiplinan ini harus jauh jauh ditinggalkan. Resiko yang terjadi sangatlah fatal. Sebut saja kematian mahasiswa STPDN yang belum lama terjadi karena kasus kekerasan yang dilakukan oleh senior kepada juniornya. Ini sangatlah menyimpang dari tujuan pendidikan yang sebenarnya. Adanya ketidaksinkronan antara elemen –elemen institusi dan managemen institusi tersebut dapat mengakibatkan hal – hal yang diluar pencapaian iklim pendidikan yang kondusif. Oleh karena itu segala bentuk kekerasan di dalam sekolah dalam rangka pendidikan kedisiplinan ( penegakan disipilin harus dihindari jauh jauh).

Program yang dikembangkan

Beberapa program yang dikembangkan untuk mewujudkan hal tersebut diantaranya

  1. Meningkatkan kemanan lingkungan fisik sekolah

    Hal ini penting karena sistem pendidikan yang berhasil menciptakan iklim sekolah yang nyaman dan disiplin di walai dengan kemanan sekolah itu sendiri.

  2. Meningkatkan kedisiplinan siswa secara bijak tanpa menggunakan hukuman kekerasan.
  3. Menghilangkan segala bentuk kekerasan oleh guru kepada murid,sekolah kepada siswanya, dan oleh siswa terhadap siswa yang lebih lemah.

Pelaksanaan program

Beberapa program yang telah dikembangkan itu dapat dipaparkan pelaksanaannya sebagai berikut:

  1. Meningkatkan kemanan lingkungan fisik sekolah.

        Untuk mewujudkan sekolah yang aman perlu dilakukan beberapa langkah.Pertama sekolah harus membentuk komite yang terdiri dari berbagai stakeholders, yaitu masyarakat sekitar sekolah, orang tua, guru, kepala sekolah komite sekolah dan siswa. Dengan melibatkan semua fihak diharapkan komite dapat memperjatam pemahaman dan kesepakatan tentang apa yang perlu dilakukan. Melibatkan keahlian yang terdapat di masyarakat, seperti anggota kepolisian atau ABRI sangatlah penting. Keterlibatan orang tua juga sangat penting agar hal-hal yang menjadi keprihatinan siswa dapat didengar dan diselesaikan. Selain itu stakeholders yang lain perlu dilibatkan agar dapat didengar bagaimana pengalaman mereka sehubungan dengan mewujudkan sekolah yang aman.

    Tugas pertama dari komite ini adalah melakukan needs assessment mengenai keadaan sekolah saat ini ditinjau dari segi keamanan. Berdasarkan penilaian awal ini, komite dapat memperoleh pengetahuan mengenai kekuatan dan kelemahan sekolah dalam hal keamanan. Berdasarkan hal ini rencana untuk mewujudkan sekolah yang aman.

            Untuk meningkatkan keamanan sekolah, upaya harus difokuskan pada bangunan

    sekolah, tata letak dan kebijakan dan prosedur yang ada untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari dan menyelesaikan masalah yang mungkin timbul. Bangunan sekolah, kelas, ruang lab, kantor, perpustakaan, lapangan olah raga dan halaman sekolah harus

    direview. Selain itu, berbagai kebijakan dan prosedur juga akses masuk sekolah harus dinilai kembali. Penggunaan teknologi untuk mencegah orang masuk penyusup masuk dari luar seperti alarm, pagar, teralis harus dipertimbangkan. Pencegahan ini harus distandarkan oleh sekolah dan standar-standar lain untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan harus dibuat seperti membawa benda-benda tajam atau bendabenda lain yang berbahaya. Jalur komunikasi dan prosedur yang harus diikuti bila terjadi kejadian pencurian atau pelanggaran lainnya harus dibuat.

            Berikut adalah contoh pertanyaan yang dapat digunakan dalam needs assessment

    untuk menilai sejauhmana keamanan sekolah anda.

    1. Apakah lingkungan fisik sekolah aman bagi siswa?

    2. Apakah ada aturan, kebijakan, prosedur untuk menjaga keamanan sekolah dan

    apakah semuanya diterapkan? Misalnya adanya buku tamu, akses satu pintu,

    warga sekolah memakai kartu identifikasi, pengaturan lalu-lintas di depan

    sekolah, prosedur pengantaran dan penjemputan, dll.

    3. Apakah ada penyusup/orang yang tidak berkepentingan datang ke sekolah?

    4. Apakah ada pencurian atau perusakan di sekolah?

    5. Apakah ada senjata tajam atau benda-benda berbahaya lain yang dibawa ke

    sekolah?

    Jawaban terhadap pertanyaan di atas dan frekuensi masalah yang muncul dapat

    dijadikan dasar untuk menentukan seberapa aman lingkungan fisik sekolah kita,

    setelah diadakan analisis dan kerjasama dari elemen – elemen terkait , makan dapat dibuat suatu program pelaksanaan untuk mewujudkan suasana lingkungan fisik yang aman di sekolah.

  2. Meningkatkan kedisiplinan siswa secara bijak tanpa menggunakan hukuman kekerasan.

        Setelah tercipta kondisi lingkungan fisik sekolah yang aman,maka penegakan kedisiplinan siswa sudah dapat dilakukan. Tetapi dalam program ini pendidikan kedisiplinan siswa dilakukan secara bijak tanpa menggunakan unsur – unsur kekerasan. Disiplin adalah pengembangan mekanisme internal dari siswa sehingga siswa mampu mengendalikan diri.

    Sayangnya disiplin di sekolah sering didefinisikan dengan prosedur yang terfokus

    pada konsekuensi pemberian hukuman. Perspektif disiplin secara tradisional ini kurang sempurna sebab tidak memperhatikan perkembangan dan tidak mendukung prilaku pro-sosial yang ditunjukkan siswa. Riset menunjukkan bahwa memberikan hukuman saja tidak cukup untuk menekan prilaku menyimpang dan mengembangkan

    prilaku pro-sosial siswa. Dengan demikian definisi disiplin menurut paradigma baru adalah langkah-langkah atau upaya yang perlu guru, kepala sekolah orang tua dan siswa ikuti untuk mengembangkan keberhasilan prilaku siswa secara akademik,

    maupun sosial. Jadi disiplin dianggap sebagai alat untuk untuk menuju keberhasilan

    untuk semua guru, dan semua siswa di berbagai situasi.

        Pelaksanaan program ini dilakukan secara menyeluruh,yaitu dengan melakukan pendekatan – pendekatan semua elemen sekolah tentang arti pentingnya kedisiplinan tanpa menggunakan hukuman yang sifatnya tidak mendidik, tetapi lebih difokuskan pada pendekatan psikologis siswa, dan penanaman kesadaran disiplin secara pendekatan itu,jadi bukan secara paksaan atau hukuman,tetapi peraturan kedisiplinan sekolah tetap dilakukakn dan di terapkan,tetapi pelaksanaan secara pendekatan tanpa kekerasan.

        Peran bimbingan konseling sangat penting dalam pelaksanaan program ini, bimbingan konseling secara rutin melakukan pendekatan terhadap siswa tentang masalah – masalah yang dihadapi siswa sehingga siswa bisa melakukan hal – hal yang tidak disiplin,seperti sering terlambat, melanggar aturan sekolah, dan pelanggaran pelanggaran disiplin lainnya.

        Untuk menjalankan program ini harus ada kerjasama dari elemen – elemen terkait, yaitu :

    1. Kerjasama antara kepala sekolah dan bk (bimbingan konseling )

          Hal ini dapat dilakukan dengan kebijakan dari kepala sekolah dan BK sebagai pelaksananya, yaitu memonitor setiap jangka waktu tertentu untuk mendapatkan data tentang siswa – siswa yang melanggar peraturan selama jangka waktu tertentu,misal selama 1 bulan.BK mendata setiap pelanggaran yang terjadi selama 1 bulan itu,seperti berapa banyak siswa yang terlambat dll. Data itu kemudian di kumpulkan dan dibagi dalam grade tertentu. Misal kelompok siswa yang dalam 1 bulan itu melakukan pelanggaran disiplin yang banyak, maka dikumpulkan dalam 1 kelompok bimbingan pendekatan yang kemudian siswa diberi arahan secara pendekatan oleh bimbingan konseling.misal diajak berdiskusi tentang permasalahan apa yang dialami siswa ,kenapa siswa sering melanggar aturan,dll. Hasil data ini dikumpulkan untuk dijadikan analisis selanjutnya oleh BK yang kemudian data ini dijadikan bahan untuk langkah selanjutnya.sehingga BK mempunyai kewenangan memberikan perhatian lebih kepada kelompok siswa yang melakukan pelanggaran terbanyak untuk selanjutnya dimonitor dan diawasi. Kemudianlangkah ini dimonitor lagi selama masa waktu bulan – bulan berikutnya apakah cara pendekatan ini mampu menurunkan level pelanggaran kedisiplinan,untuk selanjutnya data hasil pengawasan ini dilaporkan kepada kepala sekolah.

    2. Kerjasama antara guru dan murid

          Guru sebagai orang yang paling dekat dengan siswa dikelas berperan penting dalam upaya menyadarkan tentang arti pentingnya kedisiplinan bagi siswa. Siswa yang melakukan hal – hal yang tidak disiplin biasanya dipengaruhi faktor – faktor khusus,misalnya ketidaknyamanan siswa dikelas, atau permasalahn berat yang sedang dialami siswa sehingga siswa menjadi acuh dan depresi. Maka peran guru sangat penting dalam memberikan nuansa yang menyenangkan di kelas, sehingga secara tidak langsung guru dapat membangkitkan motivasi siswa dalam disiplin belajar dan bertindak.Yang dilakukan guru misalnya dengan memberikan kesempatan siswa untk lebih kreatif berekspresi dengan ekspresi positif siswa, tidak mengekang, selalu memberi pujian, dan acap kali mengadakan diskusi internal kepada siswa yang sedang mengalami problem, karena bagaimanapun juga guru adalah orang tua siswa saat di sekolah.

    3. Kerjasama OSIS ( organisasi interen lainnya) dan siswa.

          OSIS atau organisasi intern lainnya mengambil peranan penting dalam melaksanakn kedisiplinan tanpa kekerasan,beberapa program dapat dilakuka untuk menumbuhkan mental disiplin siswa, seperti pelaksanan kegiatan out bond, pelatihan kepemimpinan,pelatihan nasionalisme,pelatihan kemah dan kemandirian dan pelatihan lainnya yang bisa menumbuhkan mental disiplin siswa.,ini adalah penempaan terhadap siswa untuk bisa menumbuhkan kesadaran disiplin dari dalam diri siswa tanpa paksaan atau pengaruh dari luar.

    4. Kerjasama pemerintah dan sekolah

          Hal ini dapat dilakukan dengan mengadakan seminar – seminar kedisiplinan di sekolah,misalkan sosialisasi disiplin lalu lintas dengan mendatangkan para polantas ke sekolah,disiplin kerja dengan mendatangkan tutor profesional dari lembaga pemerintah,dan disiplin belajar dengan mendatangkan tutor dari DEPDIKNAS untuk memberikan seminar atau diskusi massal terhadap siswa – siswa disekolah.

          Dengan menerapkan program – program tersebut yang menumbuhkan kedisiplinan siswa dengan pendekatan – pendekatan langsung kepada siswa untuk menumbuhkan sendiri rasa tanggung jawab terhadap pentingnya disiplin diharapkan secara tidak langsung dapat meinimalisisr tindak – tindak pelanggaran kedisiplinan,sehingga kekerasan dan pemaksaan dala penyadaran kedisiplinan siswa tidak lagi ada di sekolah tersebut.

  3. Menghilangkan segala bentuk kekerasan oleh guru kepada murid,sekolah kepada siswanya, dan oleh siswa terhadap siswa yang lebih lemah.

        Program ini penting dilakukan karena budaya kekerasan terhadap siswa baik secara fisik maupun kekerasan secara psikologis mental adalah budaya yang menyimpang di dunia pendidikan.perlunya guru dan elemen sekolah yang mempunyai SDM yang tinggi harus di lakukan untuk mengembangkan program ini.

        Menurut UNESCO hukuman phisik dalam bentuk apapun di sekolah ini dilarang.

    Memukul anak ini melanggar hak dasar anak agar anak tersebut dihargai integritas fisiknya dan kehormatannya, seperti dicanangkan dalam Deklarasi hak asasi manusia. Penerapan hukuman fisik menyebabkan kesehatan mental terganggu, termasuk diantaranya depresi, tidak bahagia, cemas, perasaan hampa dalam diri siswa. Hukuman fisik juga Selain bertentangan dengan hak asasi manusia, hukuman fisik dan hukuman merendahkan juga kadang-kadang masih dilegalisasi dan masih diterima oleh mayarakat tertentu. Status anak yang masih rendah di mata masyarakat dan siswa tidak mempunyai kekuatan menyebabkan penerapan larangan hukuman fisik dan hukuman yang merendahkan di sekolah belum sepenuhnya dapat direalisasikan. Selain itu berdasarkan bukti-bukti medis dan psikologis, hukuman fisik dan hukuman yang merendahkan menyebabkan anak beresiko mengalami fisik yang terganggu, kesehatan mental yang terganggu, hubungan interpersonal yang tidak sehat, internalisasi nilai-nilai moral yang lemah, prilaku anti sosial, kemampuan beradaptasi yang terganggu.

        Semua kekerasan yang terjadi baik dari guru ke murid atau siswa ke siswa terjadi karena faktor – faktor tertentu, adanya kekolotan pemikirand imana murid harus benar – benar tunduk kepada guru sudah tidak bisa diterapkan dalam dunia modern jaman sekarang. Oleh karena itu penerapan program kebebasan terhadap murid untuk berekspresi selama masih dalam wajar batas patutu dikembangkan.program menghilangkan kebiasaan balas dendam yang sering dilakukan saat MOS dan OSPEK oleh senior ke junior juga harus dihilangkan di dunia pendidikan. Pengawasan dari pihak terkait seperti pihak sekolah dan organisasi intern sangat di perlukan.

        Siswa memang perlu belajar untuk disiplin terutama disiplin diri. Akan tetapi untu mengajarkan disiplin tersebut bukan dengan cara memberikan hukuman fisik dan hukuman merendahkan karena hukuman ini terbukti tidak efektif untuk menegakkan disiplin. Sebaiknya guru memberitahu dan menjelaskan kepada siswa kesalahan apa yang telah mereka lakukan bukan dengan cara memberi hukuman fisik atau hukuman

    merendahkan.

        Penekenan program – program yang dilakukan oleh guru/kepala sekolah sebagai berikut dapat membantu pencegahan kekerasan dalam penegakan kedisiplinan siswa,diantaranya:

    1. Memberi penghargaan dan pujian apabila siswa patuh melakukan sesuatu, hl ini dapat mendorong motivasi siswa lainnya untuk melakukan hal ini dalam rangka penempaan disiplin diri.
    2. Adanya ketauladana yang harus dikembangkan dari guru,yaitu keteladanan kedisiplinan guru terhadap siswa,seperti guru tidak pernah terlambat,guru selalu berbicara sopan,dll. Sikap keteladanan akan menumbuhkan sikap pritauladan yang bisa ditiru oleh siswa,khususnya siswa sekolah – sekolah dasar yang sisi psikologisnya masih cenderung kepada sisi peniruan/keteladanan.
    3. Realistik atau nalar terhadap harapan – harapan atau tugas kepada siswa sesuai tingkatan umur dan kemampuan.hal ini dapat dikembangkan dengan program kerjasam kurikulum di sekolah masing – masing.
    4. Guru memotivasi siswa untuk menyelesaikan masalah- masalah siswa secara bijaksana.
    5. Menghindarkan ancaman dan segala bentuk pelecehan terhadap siswa,program ini dapat dilakukan dengan selalu memberi tahu kesalahan siswa daripada mengancam atau menghukumnya.

      Untuk mewujudkan hal – hal tersebut sekolah perlu melaksanakan pencegahan,dukungan antar elemen,melaksanakan program dengan prosedur yang jelas dan langkah promosi untuk mepromoiskan program ini serta mengawasinya. sekian artikel Pandangan program penciptaan sekolah tanpa kekerasan

devamelodica | October 17th, 2011 | No Comments
      Pin It








  • BACA JUGA

  • Recent Comments



  • theme by Chivaz [dot] net | Komputer | Gadget | Informasi | Game Gratis | Video