DEVAMELODICA [DOT] COM

tongkrongannya remaja gaul

Random Post
Prediksi forex gold / Emas selasa 9 Oktober 2012

Prediksi forex gold / Emas selasa 9 Oktober 2012

Prediksi forex gold / Emas selasa 9 Oktober 2012 Pada pukul 04.45 subuh terjadi NZD NZ Card Spending – Retail (MoM) (SEP) pada AUD,,dari poin […]

Selengkapnya »

Sumpah Pemuda Di Era Social Networking

Sumpah Pemuda Di Era Social Networking Sumpah pemuda yang sudah dideklarasikan tahun 1928 silam, kembali hari ini kita semua bangsa Indonesia dan pemuda tentunya kembali memperingati hari sumpah pemuda. Tergerusnya budaya jaman oleh intersep budaya asing saat ini kian menggerus semangat sumpah pemuda yang di amanatkan oleh para pemuda pemuda kita jaman era perjuangan bangsa menuju kemeredekaannya. Pemuda dan generasi pemuda di era social networking atau di era modern  saat ini seolah terlena dan benar – benar melupakan esensi makna yang dikandung dalam sumpah pemuda. Sumpah pemuda yang di kumandangkan tanggal 28 Oktober 1928 yang bunyinya:

  1. Pertama : Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
  2. Kedoea   : Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
  3. Ketiga      : Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.


Dari isi sumpah pemuda di atas jelahlah terlihat betapa semangat dan tekad nasionalisme yang sangat besar tumbuh di kalangan pemuda saat itu. Mengingat saat itu bangsa Indonesia yang masih dijajah oleh Belanda, para pemuda yang sangat peduli dengan nasib bangsanya menyingsingkan lengan baju tanpa takut darahnya mengalir demi bangsa Indonesia. Bukan dari isi sumpah pemudanya semata yang harus kita kenang sepanjang masa, namun pencerminan nasionalisme para pemuda tahun 1928 lah yang harus mereplika dan tercermin pada generasi pemuda sekarang ini.

Harapan yang di torehkan oleh sumpah pemuda tahun 1928 silam seakan sekarang mulai pudar, seakan para muda mudi terlena dengan kenikmatan kemerdekaan bangsa yang diraih tidak hanya dengan keringat semata, melainkan dengan nyawa dan darah. Ya ironis sekali memang. Pencerminan nasionalisme dan semangat sumpah pemuda silam,harusnya direpiklakan dengan semangat belajar, dan membentuk karakter bangsa yang berpribadi, kuat, bermoral, dan tetap mengedepankan cirri khas bangsa Indonesia, namun apa yang terjadi sekarang?

Lihat saja dan analisis sendiri saja, interseps budaya Alay yang telah merasuki otak dan kehidupan para pemuda generasi bangsa sekarang ini sangat memprihatinkan, lihat saja banyak remaja yang lebih suka update status di facebook ataupun ngetweet yang isinya hanya mengeluh, muram durja, dan menurutku sangat alay daripada dia menuliskan sesuatu yang bermanfaat buat orang lain, lihat saja banyak remaja yang lebih suka tongkrongan di mall atupun tempat lain yang notabene “barat style” daripada ia menghabiskan waktu di perpustakaan atau di depan internet yang tujuannya mencari ilmu demi kemajuan dirinya, banyak remaja yang sudah mulai melupakan sejaranh bangsanya, melupakan budaya budaya asli bangsa Indonesia yang sebenarnya adalah menjadi wibawa bangsa kita, Mereka lebih mendewakan boy ataupun girl band Korea daripada belajar suatu tarian daerah.. ironisnya lagi jika di lakukan suatu polling pertanyaan, tanyakan saja siapa sajakah menteri yang kemarin diganti? Atau siapa saja pahlawan revolusi bandingkan dengan pertanyaan siapa pelantun tembang alamt palsu? Tentu saya yakin 80 % akan lebih tau ayu ting ting sebagai penyanyi alamat palsu dibandingkan nama nama pahlawan revolusi. Sangat ironis memang, perkembangan jaman dan interseps media yang tiap hari menjejalka berita berita hiburan sehingga menggerus secara perlahan nasionalisme di kalangan remaja kita saat ini. Jika hal ini terus terjadi , akan menjadi suatu masalah bagi bangsa ke depannya mengingat persaingan global sekarang semakin ketat, jika remaja dan pemuda hanya bisa bermanja – manjaan di depan suatu social networking seperti FB tweeter Dll dan hanya ber alay alay an yang sangat menjijikkan sebenarnya, dengan mengumbar segala hal yang tidak bermutu, daripada mereka belajar lebih tekun untuk memperbaiki dirinya sendiri dan bangsa di waktu mendatang.

Ironis lagi di era sekarang yang notabene sudah banyak sekali ruang pendidikan seperti sekolah yang lebih banyak dibandingkan tahun 1928, tetapi mengapa minoritas pemuda intelek 1928 mampu mengubah bangsa Indonesia dan melahirkan semangat sumpah pemuda, sedangkan jaman sekarang mungkin sudah semuanya mengenyam bangku pendidikan , namun hanya segelintir pemuda dan remaja saja yang memiliki semangat nasionalisme yang tinggi, seakan remaja jaman sekarang lebih bangga jika bisa menirukan gaya dan menghafal nyanyiannya grup band Korea daripada bisa menghafal teks sumpah pemuda atau menirukan gaya nasionalisme pemuda waktu itu yang sangat membara. Mereka lebih bangga menonton dan meresapi film film drama korea daripada bangga mencari film documenter tentang perjuangan yang bisa memantik api nasionalisme bagi para pemuda, ya ini menjadi PR pemerintah tentunya dan PR buat para pendidik – pendidik untuk setidaknya mengubah atau menanggulangi trend budaya seperti sekarang ini.

Sumpah pemuda yang kita rayakan hari ini haruslah menjadi suatu momentum untuk lebih meningkatkan potensi diri, isi sumpah pemuda mengaku berbangsa 1 bertumpah darah 1 dan menjunjung tinggi bahasa Indonesia adalah pesan moral yang sangat dalam dimana kita sebagai pemuda harus bisa mencintai bangsa yang sudah merdeka ini, dan menjaga keutuhannya serta wibawanya sebagai bangsa Indonesia. Nasionalisme yang sekarang kita isi tidak dengan berperang seperti jaman dahulu, tetapi kita isi dengan belajar lebih tekun, lebih menempa potensi dan bakat, dan bukan berlomba – lomba untuk bersifat Alay dan bersifat konsumtis serta mendewa – dewakan budaya orang lain di banding budaya bangsa sendiri . Semangat sumpah pemuda adalah semangat kita semua, selamat hari sumpah pemuda 28 oktober 2011.


Sumpah Pemuda Di Era Social Networking

devamelodica | October 28th, 2011 | 2 Comments
      Pin It

Tagged with: di eramodernsocial networkingsumpah pemuda



  1. I2-Harmony says:

    Firefox 7.0.1 Windows 7

    Tadi lihat di MetroTV, pas acara berita gitu, reporter turun ke jalan tanya ke anak-anak muda, yang apal sama sumpah pemuda dan yang nggak lebih banyak yang nggak. Menyedihkan. 🙁

  2. iyox deva says:

    Firefox 3.6.12trtb1.1.3 Windows 7

    ya begitulah fenomenanya,,,makanya saya juga ikut prihatin,,,coba ditanyain tentang ayu ting ting pasti hafal semua,,,terbukti dan menjadi wacana bahwa memang pegaruh budaya modern menggerus sifat nasionalisme ,, harusnya semua itu diimbangi,saya juga tidak menyalahkan budaya modern,tapi alangkah baiknya jika budaya modern bisa menjadi memperkuat moral dan semangat pemuda,bukannya terus melupakan bangsanya sendiri hehe,,, :2thumbup







  • BACA JUGA

  • Recent Comments



  • theme by Chivaz [dot] net | Komputer | Gadget | Informasi | Game Gratis | Video