DEVAMELODICA [DOT] COM

tongkrongannya remaja gaul

Random Post
Pemanasan global membawa bumi mendekati tingkat kenaikan suhu 2 derajat

Pemanasan global membawa bumi mendekati tingkat kenaikan suhu 2 derajat

Pemanasan global membawa bumi mendekati tingkat kenaikan suhu 2 derajat Pemanasan global atau efek rumah kaca yang terjadi karena emisi karbon dan metana serta dampak […]

Selengkapnya »

VISTAPURA #2 BLOGGER PURWOREJO EKSPEDISI GOA SEPLAWAN HARI SUMPAH PEMUDA

VISTAPURA #2 BLOGGER PURWOREJO EKSPEDISI GOA SEPLAWAN HARI SUMPAH PEMUDA

Postingan ini adalah hasil review dari program yang dilaksanakan oleh Blogger Purworejo yang dinamakan VISTAPURA ( Visit Wisata Purworejo Berirama ) yang bertujuan untuk visit dan review wisata wisata di Purworejo Jawa Tengah baik itu wisata alam maupun wisata budaya melalui media web dan blog agar terpublikasi ke kancah luas. untuk informasi lebih lanjut tentang vistapura bisa masuk ke web resmi kami di http://bloggerpurworejo.org

Sejarah dan Geografis

Nama Goa Seplawan sudah diketahui dan dikenal sejak zaman dahulu. Karena lokasi goa seplawan termasuk tanah pertanian milik rakyat, yang dilingkungi hutan pinus, milik Perhutani. Sehingga pemandangan alam kelihatan hijau, dan hawa sejuk segar cocok untuk bersantai.

Goa Seplawan adalah salah satu goa yang berada di kabupaten Purworejo. Goa ini terletak di gugusan bukit menoreh perbatasan Kab Purworejo dan Kulon Progo tepatnya berada di Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing, sekitar 20 kilometer ke timur dari pusat kota Purworejo dan berada di sekitar 700 meter dari Permukaan laut.

Goa Seplawan itu merupakan peninggalan sejarah peradaban masa lalu terbukti dengan ditemukannya sebuah arca emas 24 karat setinggi 9 cm dengan berat 2,5 kg. pada 15 Agustus 1979  di salah satu sudut goa

Arca Kencana itu berupa patung sepasang pria dan wanita yang sedang bergandengan tangan.

Para ahli arkeolog meyakini bahwa patung itu adalah Dewa Siwa dan Dewi Parwati, Arca itu merupakan peninggalan pada zaman Hindu Siwa.

Kini arca tersebut disimpan di Museum Nasional dan sebagai gantinya Pemerintah membangun replika arca didepan mulut goa, replika itu ukurannya lebih besar dari yang sebenarnya .

Arkeolog dari Universitas Gadjah Mada, Soekatno TW, memperkirakan arca emas itu adalah sepasang dewa dan dewi. Hal itu, katanya, ditandai dengan pasangan yang mengenakan pakaian lengkap dengan chattra, bahkan dengan prabha di sekitar kepalanya. Selain itu, ditemukan pula lingga-yoni di samping mulut goa. Pasangan lingga-yoni itu menyerupai alu dan lesung yang menyimbolkan laki-laki dan perempuan.

Temuan arca lingga-yoni, menurut Soekatno, memberikan petunjuk bahwa pasangan dewa-dewi tersebut merupakan peninggalan Hindu Siwa, yang diduga menggambarkan Siwa-Parwati atau arca perwujudan raja dan permaisuri dalam bentuk Siwa-Parwati. Temuan-temuan tersebut, lanjut Soekatno, diperkirakan sezaman dengan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, yakni sekitar abad ke-9 Masehi. Perkiraan itu didasarkan pada sejumlah temuan penyerta yang ada di goa tersebut, yang juga digambarkan pada relief Candi Borobudur.

Temuan lain yang dijumpai pula di Goa Seplawan adalah jejak-jejak fosil kerang berukuran 5 cm-15 cm. Jejak-jejak fosil itu dapat ditemui pada dinding goa dan, menurut laporan Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Tengah, hal itu merupakan hasil proses terangkatnya daerah sekitar Pegunungan Menoreh ke permukaan laut. Diperkirakan, temuan itu merupakan jejak-jejak fosil kerang laut. Di tempat itu ditemukan juga jejak fosil berbagai jenis ikan asal Sumatera Barat yang menempel pada dinding goa. Binatang itu diduga pernah hidup di dasar laut pada masa Eosen, sekitar 40 juta tahun yang lalu.
Meski di dalam Goa Seplawan ditemukan sejumlah benda-benda bersejarah, diperkirakan goa itu bukan tempat hunian, hanya dijadikan sebagai situs pemujaan. Goa tersebut merupakan tempat pemujaan bagi kalangan penguasa atau raja yang telah mengundurkan diri dari aktivitas duniawi. Perkiraan bahwa goa tersebut bukan tempat hunian karena di dalamnya kurang cahaya, bahkan sirkulasi udaranya pun tidak terlalu menyegarkan. Lantai goa yang berbentuk tanah basah dan selalu dialiri air pun membuat lokasi itu tidak nyaman untuk dijadikan tempat tinggal.
Selain nilai sejarah, gua Seplawan juga menampilkan keindahan artistiknya. Ornamen-ornamen yang indah dan mengagumkan seperti adanya stalaktit dan stalakmit dengan ukuran beraneka ragam. Ornamen lainnya pun tak kalah menariknya seperti Flow stone, helektit, soda straw, gowerdam dan lain-lain.
Goa Seplawan mempunyai panjang sekitar 700 Meter sedangkan cabang-cabang goa sekitar 150-300 meter. Jalur yang khusus untuk para pengunjung sudah ada penerangan lampu sedangkan untuk cabang-cabang goa tidak dipasang lampu karena kondisinya yang berlumpur. Sehingga ada yang memberi nama cabang goa itu dengan istilah “istana lumpur” karena saking banyaknya lumpur.

Hal yan menarik lainnya adalah apa yang terdapat pada goa tersebut yaitu sumber air yang menyegarkan yang Di atas telaganya terdapat tulisan kuno yang berbunyi Saplo wan yang memiliki arti saplu : suci . wan : manusia yang bisa di artikan Manusia suci atau tempat mensucikan manusia.
Akses ke goa Seplawan sekarang mudah, untuk kendaraan roda empat bisa mencapai lokasi dengan mudah dan sudah dilengkapi dengan fasilitas sarana dan prasana seperti Tempat parkir kendaran, kamar mandi/WC, Mushola kecil yang sederhana, Gashebo, Gardu Pandang, Aula untuk Pementasan / Pertemuan dan juga ada taman-taman bunga yang indah.

Perpaduan antara keindahan dan kesejukan di area goa Seplawan sangatlah menyenangkan. Melalui gardu pandang pengunjung bisa melihat pantai selatan, kota Kulon Krogo, serta Waduk Sermo. Bahkan jika naik ke salah satu bukit di kawasan goa itu, pengunjung bisa melihat Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing dan Sindoro dan juga Gunung Slamet. Namun, gunung-gunung itu hanya bisa dilihat pada pagi hari. Maka, banyak para pengunjung yang camping di Seplawan sehingga pada pagi harinya bisa melihat keindahan alam dari kawasan Seplawan itu.

Pengembangan wisata harus senantiasa dilakukan baik dari pemerintah dan masyarakatnya, sehingga wisata ini bisa menjadi salah satu prioritas kunjungan ketika berada di Purworejo.

RUTE KE GOA SEPLAWAN

Dari Purworejo – ke arah Kec Kaligesing melalui Cangkrep – Brenggong – Plipir – Kaliharjo- Kaligono – Donorejo atau menggunakan Primkopol jalur 44 dari terminal Pasar Baledono Purworejo
Dari Jogja / Magelang / Godean / Wates : bisa melalui Kenteng Nanggulan arah Jonggrangan jatimulyo – Tlogoguwo – Donorejo. ( Sumber : internet, keterangan langsung pihak goa seplawan dan  berbagai sumber )
VISTAPURA #2 BLOGGER PURWOREJO EKSPEDISI GOA SEPLAWAN HARI SUMPAH PEMUDA
Dalam rangka Vistapuran ( Visit Wisata Purworejo Berirama ) #2 bertepatan dengan hari sumpah pemuda 28 Oktober 2012 kami BLOGGER PURWOREJO melakukan ekspedisi untuk mereview Goa Seplawan secara langsung turun terjun ke dalam goa bersama team BLogger Purworejo.
Perjalanan dari kota Purworejo menuju tempat ini tidaklah lama,hanya setengah jam perjalanan kami sudah bisa mencapai lokasi ini. Perjalanan kami didominasi oleh jalan jalan yang berliku dan menanjak, karena kontur geografis menuju goa seplawan adalah kontur pegunungan. Di sepanjang perjalanan kami disuguhkan pemandangan alam natural yang sejuk dan masih asri, sangat berbeda dengan suasana kota kota besar yang berpolusi dan bising. betapa damainya kami saat melakukan perjalanan menuju area Goa Seplawan ini.
Rute yang kami ambil adalah rute Dari Purworejo – ke arah Kec Kaligesing melalui Cangkrep – Brenggong – Plipir – Kaliharjo- Kaligono – Donorejo dan akhirnya kami sampai di Pos masuk Goa Seplawan. dengan HTM 5000 rupiah per orang/ 10 ribu rupiah per motor yang berboncengan sudah termasuk sangatlah terjangkau dan kami disuguhkan pemandangan dan petualangan yang sangat menarik selama di dalam goa.
Goa Seplawan adalah salah satu cagar budaya / situs / dan tempat pariwisata andalan kota kami Purworejo Jawa Tengah. di dalam komplek wisata ini juga sudah tertata rapi area parkir dan juga terdapat warung yang menjajakan makanan dan minuman yang memudahkan kita jika kita hendak coffe break ataupun makan di tempat ini.
Perjalanan kami lanjutkan untuk mulai menyusuri Goa Seplawan ini. Di mulai dari pintu masuk yang terdapat patung replika arca emas yang keterangannya sudah saya jelaskan di atas.
setelah melalui anak tangga menuju ke bawah ke dalam Goa Seplawan kami berjalan beriringan. Udara sejuk di antara rerimbunan pepohonan di sekitar pegunungan ini semakin mendambah nikmatnya suasana.
Saat melewati anak anak tangga tersebut, di sebelah kanan kita bisa melihat  Lingga yaitu Pasangan lingga-yoni itu menyerupai alu dan lesung yang menyimbolkan laki-laki dan perempuan. ini jelas peninggalan purbakala yang harus kita lestarikan dan jaga bersama sama.
Kami mulai memasuki Goa Seplawan yang ternyata berada di kaki pegunungan ini, sehingga kami menyusuri anak tangga menuju ke bawah, seperti masuk ke dalam lorong. Anak tangga disini sudah terawat dengan baik sehingga memudahkan wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata ke goa ini.
Setelah mencapai sekitar 100  meteran di dalam goa, kami harus berhenti sejenak untuk melepas alas kaki kami. inilah petualangan yang sesungguhnya dimana kami akan menyusuri goa yang panjangnya sekitar 500 an meter lebih dalam keadaan goa yang masih alami tanpa bangunan jalan semen, kami menyusuri goa yang masih alami dimana kadang kami melewati lumpur, kadang melewati batu batuan keras, dan kadang juga melewati aliran air yang sangat sejuk. namun tidak usah khawatir, penerangan disini cukuplah baik, karena sudah disediakan lampu penerangan sepanjang goa hingga ujung batas wisata di goa ini.
Terlihat selama menyusuri goa masih banyak ditemukan stalagtit dan stalagnit yang sangat kokoh, dan masih alami 100 %. beberapa ornamennya pun sungguh luar biasa, bagaikan menyusuri bangunan yang sangat indah , udara sejuk dan  tetesan air yang sering kami temukan dari atas goa menambah suasana semakin seru. Konon jika kita membasuh muka kita dengan air gemericik dari tetesan air goa seplawan, maka doa kita akan mudah terkabul jika dibarengi niat dan usaha yang tulus. air di goa ini masih sangatlah sejuk dan alami. jalanan pun kadang sangat licin, kadang berbatu batu. namun inilah daya tarinya, kealamian ini yang membuat para wisatawan tak bosan berlama lama dalam goa untuk mengabadikan gambar maupun untuk menikmati ornamen goa yang sangat luar biasa.
berikut beberapa gambar yang berhasil kami abadikan.
Nah di dalam goa ini dulunya di temukan arca emas yang sudah saya kemukakan di atas tadi, lokasi penemuannya berada di sebelah atas, dan ada tanda papan bahwa disitulah dulunya ditemukan arca emas.
nah jika di pintu masuk adalah replika arca emas asli, lalu bagaimanakah bentuk aslinya, berikut adalah gambar arca emas asli yang ditemukan di goa seplawan ini
sangat luar biasa bukan ornamen ornamen dalam goa ini? untuk ujung batas wisata goa ini ditandai dengan papan batas wisata, karena setelah batas itu sebenarnya masih ada goa lagi namun medannya sangat cukup berat dan mungkin hanya bisa dilalui dengan alat alat pendakian gunung yang hanya dapat dilakukan oleh sang ahlinya.
setelah sampai di batas ini, maka para wisatawan harus berbalik arah lagi untuk keluar goa ini dengan melalui rute sama seperti saat masuk hingga mencapai batas wisata ini. Namun biasanya para pengunjung wisatawan beristirahat dulu di tempat ini sambil menikmati ornamen ornamen dan juga suasana di dalam goa.
Ekspedisipun kami akhiri sampai di ujung batas ini, kami berbalik arah untuk kembali menuju pintu masuk goa seplawan ini. cukup melelahkan sebenarnya namun keeksotisan pemandangan didalamnya membuat kami lupa akan rasa lelah, canda tawa diantara teman teman blogger purworejo membuat kami semakin larut dalam suasana yang riang gembira hingga tak terasa kami sudah keluar dari Goa ini. Ekspedisi tidak berhenti sampai disini saja, setelah menikmati coffee break di warung yang menjajakan kopi, kami bergegas menuju spot lain yang berada dalam kawasan goa ini, yaitu gardu pandang Goa Seplawan yang lokasinya tak jauh dari Goa itu sendiri.
Di Gardu padang ini kami dapat menyaksikan suasana pegunungan menoreh dari atas puncak gardu pandang, jika cuaca tidak berkabut, maka kita bisa melihat keindahan waduk sermo dari atas gardu ini, sebagian kota jogja dan juga ombak pantai selatan yang terihat agak samar samar. berikut beberapa gambar yang berhasil kami abadikan di gardu pandang ini
Kami segaja membawa bendera merah putih, karena pada ekspedisi vistapura #2 ini bertepatan dengan hari Sumpah pemuda 28 Oktober 2012, sehingga secara tidak langsung disamping mengadakan kegiatan rutin Blogger Purworejo untuk mengunjungi, mereview, dan meyebarluaskan objek wisata Purworejo, bertepatan di hari sumpah pemuda ini, kita senantiasa berusaha untuk selalu mengadakan gerakan gerakan positif dalam mengisi waktu muda kami dengan hal hal yang berguna bagi kami, dan juga bagi kota kami Purworejo tercinta sebagai wujud cinta kami terhadap alam Purworejo dan alam Indonesia tentunya. dan kami sebagai pemuda ingin peduli melestarikan, menjaga, dan mempromosikan ast kebanggaan kebanggaan kami di Kota Purworejo berirama sebagai wujud cinta kami terhadap tanah air. merdeka!!!!

devamelodica | October 28th, 2012 | 2 Comments
      Pin It


  1. adi pradana says:

    Safari Unknown

    Amazing… Purworejo memang okee punya. Salah satu alternatif untuk backpackers







  • BACA JUGA

  • Recent Comments



  • theme by Chivaz [dot] net | Komputer | Gadget | Informasi | Game Gratis | Video